DICULIK PANGERAN KEGELAPAN

DICULIK PANGERAN KEGELAPAN
Memberi Kejutan


__ADS_3

Cloud mengangguk. Pada akhirnya rapat pun selesai pagi ini. Yang mana belum menemukan titik terang akan di mana keberadaan Ara yang sebenarnya. Tidak ada di antara mereka yang mencurigai keberadaan Ara di Arthemis. Sekalipun Rain sendiri. Karena mereka tahu tidak mungkin ada penduduk Angkasa yang berani ke sana kecuali akan dibunuh. Sehingga mereka tidak berpikiran Ara sampai ke sana.


Lain Angkasa, lain pula dengan Asia. Sang putra sulung kerajaan Asia tampak baru saja melepas keberangkatan pejabatnya ke Arthemis. Melalui armada laut yang Asia punya, ia berharap dapat segera menemukan keberadaan Ara di sana. Zu percaya dengan kata hatinya jika Ara ada di sana.


Aku harap dapat segera menemukan titik terang. Aku ingin melihat keceriaannya lagi. Ara, tunggu aku. Aku akan menjemputmu. Karena kutahu saat ini kedua pangeranmu tidak bisa memasuki wilayah negeri itu. Maka izinkan aku yang menjadi pahlawan bagimu. Aku merindukanmu.


Pejabat Asia itu berangkat dengan puluhan pasukan berkuda. Mereka membawa hadiah yang banyak untuk Raja Arthemis di sana. Tentunya kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Melainkan akan menjadi mata-mata bagi negerinya. Sesampainya di Arthemis mereka akan segera berpencar untuk mencari keberadaan Ara. Lalu apakah Asia akan menemukan keberadaan gadis penjaga pohon surga?


Menjelang siang...


"Kau akan membawaku ke mana, Pangeran?" tanya Ara kepada Xi saat duduk di kereta kuda bersama.


"Lihat saja nanti," jawab Xi kepada Ara.

__ADS_1


Menjelang siang ini Xi mengajak Ara berjalan bersamanya. Tapi Ara sendiri tidak tahu akan dibawa ke mana. Tampak dirinya yang duduk diam di samping Xi, sedang pak kusir terus melajukan kudanya. Di sana juga tampak dua pasukan berkuda yang mengawal mereka.


Apa yang akan dia lakukan padaku ya? Mengapa jantungku berdebar sekali?


Tak tahu mengapa Ara merasa jantungnya berdebar tidak seperti biasa. Tak lama mereka pun sampai di sebuah tempat yang sepi. Yang mana hanya ada dua orang penjaga di portal masuknya.


"Ini???"


"Kita sudah sampai."


Dan setelah meminta izin masuk ke penjaga portal, mereka pun dipersilakan meneruskan perjalanan hingga sampai di sebuah pohon yang besar. Yang mana berada di ujung tebing. Dan dari atasnya bisa melihat pemandangan indah di bawah.


"Mari kubantu turun."

__ADS_1


Lantas Xi pun membantu Ara turun dari kereta kudanya. Tampak gadis penjaga pohon surga itu melihat ke sekelilingnya. Xi pun mengajak Ara untuk turun ke bawah.


"Pangeran???" Ara pun semakin bertanya-tanya.


"Aku ada kejutan untukmu," kata Xi kepada Ara.


Ara akhirnya diam. Ia tidak bertanya lagi. Ia ikuti saja langkah kaki Xi yang menuruni banyak anak tangga. Hingga akhirnya Ara tiba di depan sebuah pemandangan yang indah. Yang mana terdapat pepohonan berwana pink di sana. Seperti pohon Sakura di bumi sebenarnya.


"Astaga! Ini?!"


Betapa terkejutnya Ara setelah sampai di bawah. Ia juga melihat air terjun yang berwarna pink di sana. Atau lebih tepatnya karena terkena pantulan pohon berwarna pink yang begitu banyaknya. Xi pun tersenyum kepada Ara.


"Belum ada putri atau orang luar yang datang ke sini selain ibu dan nenekku dulu. Ini adalah air terjun cinta. Di mana katanya bisa membuat sepasang insan menguatkan hatinya untuk terus saling mencinta." Xi menceritakan.

__ADS_1


__ADS_2