DICULIK PANGERAN KEGELAPAN

DICULIK PANGERAN KEGELAPAN
Kehilangan


__ADS_3

Sementara itu di kastil Xi...


Angin laut berembus kencang ke kastil Xi pagi ini. Deburan ombak yang berkejaran di pantai juga seolah menjadi saksi langkah kaki Xi yang menaiki anak tangga menuju kamar Ara. Pangeran tampan dari Negeri Arthemis itu ingin mencoba menemui gadis pujaannya. Xi pun mencoba mengetuk pintu kamar Ara.


"Ara ... aku ingin bicara."


Xi berharap dapat mengurai kemarahan yang ada pada hati Ara. Namun, satu, dua, tiga kali panggilannya tidak ada jawaban. Lantas Xi pun mencoba membuka kamar Ara. Ia ingin bertemu Ara dan bicara segera.


Xi membuka selimut Ara. Ia berharap Ara masih tertidur dan ingin dibangunkannya. Tapi saat membuka selimut, saat itu juga Xi terbelalak hebat. Ternyata selimut di kasur Ara bukan untuk menyelimuti sangat empu ruangan. Melainkan untuk menutupi guling besar yang ada di sana.


"Ara?!"

__ADS_1


Seketika itu juga wajah putra mahkota Arthemis itu tampak merah padam, sesaat setelah menyadari Ara tidak berada di kamarnya. Ia pun segera meminta kepada pelayan untuk mencari Ara ke seluruh sudut ruangan. Namun, belasan menit menunggu, akhirnya Xi mendapatkan kabarnya.


"Pangeran, mohon maaf. Nona tidak ada di kastil."


Saat mendengarnya, saat itu juga jantung Xi seperti berhenti berdetak. Tenyata Ara sudah tidak berada lagi di kastilnya. Sontak Xi pun marah hingga hampir kehilangan kendalinya. Ia kehilangan Ara pagi ini tanpa menduga sebelumnya. Xi amat kecewa.


Ara, apakah ini memang keinginanmu?


Dia memang gadis yang menyebalkan. Dia pergi tanpa pamit padaku. Ara, hukuman apa yang kau inginkan dariku?


Pada akhirnya sebuah kapal dikeluarkan dari salah satu ruangan yang ada di kastil. Kapal itu akan segera berlabuh hari ini dengan membawa prajurit yang berjaga. Xi yakin Ara tidak akan pergi jauh dari kastil. Ia pun menduga Ara masuk ke dalam peti kemas yang mengantarkan makanan semalam. Ia yakin Ara pergi ke istananya.

__ADS_1


Di istana Arthemis...


Ara masuk ke sebuah istana berdinding kristal yang berlapis-lapis. Saat memasuki istana itu, bulu kuduk Ara mulai merinding. Keadaan istana juga tampak gelap dan sunyi. Seperti tidak berpenghuni. Ara merasa seolah-olah memasuki dunia lain saat ini.


Hawanya terasa begitu aneh.


Dengan kedua tangan diborgol, Ara pun diarahkan untuk masuk lewat pintu belakang istana. Sesampainya di sana ia pun bertemu dengan beberapa pelayan dan prajurit yang berjaga. Dan ternyata Ara menemukan keanehan di sana. Ia mencoba melihat ke arah langit yang ada di atasnya. Saat itu juga Ara tersentak hebat. Ia hampir pingsan di tempat. Ara melihat pemandangan aneh di sekitar euang lingkup istana.


Diagram Yin dan Yang?


Ara pun mencoba menepiskan penglihatannya. Ia kemudian mengamati keadaan istana. Yang mana ia temukan sesuatu pagi ini. Diagram putih itu tampak menyinari sebagian istana. Sedang diagram hitam membuat sebagian istana gelap. Ara pun ingin menanyakannya, benarkah apa yang dilihatnya? Tapi sepertinya hal itu tidak bisa ia lakukan sekarang, karena Ara akan menghadap seseorang.

__ADS_1


"Berlutut!"


__ADS_2