
"Aku tidak tahu jika nona Ara diculik." Raja membuka percakapan di meja makan.
"Benar, Ayah. Setahuku bukankah dia sudah kembali ke Angkasa? Dan bukankah sudah lama?" Shu juga ikut bicara.
"Benar, Yang Mulia, Pangeran Shu. Kami juga tidak menyangka jika nona Ara akan hilang kembali. Kami sudah mencarinya, tapi tetap saja tidak ditemukan. Burung-burung pelacak juga sudah dikerahkan, tapi belum ada tanda-tanda keberadaan nona di Angkasa." Shane menjawabnya.
Saat itu juga Zu jadi memikirkan hal ini. Ia merasa heran sekaligus tak percaya dengan apa yang terjadi. Menurutnya tidak mungkin Ara hilang atau diculik lagi. Angkasa sudah menambah sistem keamanannya. Mau tak mau pikirannya tertuju pada seseorang. Percakapan akan malam itupun teringat kembali di benaknya. Tentang Zu yang membicarakan Ara saat berada di istana Negeri Bunga.
Waktu itu...
"Bagaimana kau bisa berdansa dengan gadis itu?" tanya Zu kepada putra dari Arthemis, Yang Xi.
__ADS_1
"Maksudmu Ara? Mengapa nada ucapanmu seperti menyudutkanku, Zu?" Xi tak menyangka.
Zu menghela napasnya di hadapan Xi. "Ara adalah milikku. Kau tidak boleh menyentuhnya tanpa izin dariku. Aku datang terlebih dahulu dibandingkan dirimu." Zu berkata tegas kepada Xi.
Saat mendengarnya, saat itu juga Xi tahu ada hubungan apa antara Ara dan Zu. Mengapa Ara diam dan terkejut saat Zu memergokinya berdansa bersama. Xi jadi paham apa yang terjadi sesungguhnya. Ia pun harus menanggung kekecewaan dari kenyataan yang ia dapatkan.
"Zu, kita sudah seperti saudara. Mengapa berubah sikap hanya karena seorang wanita?" Xi mencoba mendinginkan kepala Zu yang menampakkan kemarahannya karena mengajak Ara berdansa.
Zu segera pergi setelah menyelesaikan pembicaraannya bersama Xi. Ia kesal bukan main melihat Xi dengan mudah menyentuh Ara dan memutar tubuhnya. Walaupun sebatas acara dansa, tetapi tetap saja Zu tidak bisa terima. Karena bagi Zu, Ara adalah kehormatannya. Tidak pantas bagi orang lain untuk menyentuhnya. Ara adalah miliknya.
Zu mencintai Ara. Xi pun menyadarinya. Sejak saat itu keduanya jadi berdiaman saat membicarakan hal yang ada hubungannya dengan Ara. Baik Zu maupun Xi masih bertahan di pendapatnya.
__ADS_1
.........
Apakah mungkin Xi yang menculik Ara? Tapi dibawa ke mana? Bukankah selama ini Xi berkelana dari negeri ke negeri?
Zu tampak memikirkannya.
Aku harus segera mencari tahu hal ini. Aku tidak boleh diam saja. Ara, bertahanlah di sana. Aku akan mengupayakan prajurit untuk menemukanmu.
Sampai saat ini Zu masih setia menanti. Sampai saat ini juga hanya Ara lah yang ada di hati. Zu tidak mampu ke mana-mana lagi. Daya tarik Ara begitu besar hingga membuatnya tak mampu lari. Dan hanya ada satu cara untuk mengobati semua kegilaan yang Zu alami. Yaitu dengan menikahi Ara. Memiliki Ara sepenuhnya adalah impian terbesarnya saat ini. Ia benar-benar mencintai Ara. Cintanya begitu buta. Ia bahkan rela dijadikan yang ke-tiga.
Selepas sarapan pagi...
__ADS_1
Zu meminta izin ke ruangannya sebentar sebelum melanjutkan obrolan. Ia segera bertindak dengan mengirimkan surat kepada kerajaan Arthemis. Zu ingin memastikan apakah Ara ada di sana atau tidak. Yang mana burung pengantar pesan harus menempuh jarak sekitar dua belas jam perjalanan. Zu pun mengira-ngira kapan surat itu bisa sampai.