DICULIK PANGERAN KEGELAPAN

DICULIK PANGERAN KEGELAPAN
Trauma


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Semilir angin sore menjadi saksi Xi yang memerhatikan Ara tertidur di kasurnya. Pangeran tampan yang merupakan putra satu-satunya dari Kerajaan Arthemis itu tampak sepenuh hati membelai pipi gadisnya. Seorang gadis yang sampai detik ini masih ia usahakan untuk menjadi miliknya. Apa yang ada di Ara sungguh membuatnya terbuai dan mabuk kepayang. Xi telah jatuh hati ke gadis penjaga pohon surga.


Ara disebut-sebut sebagai titisan dewi penjaga pohon surga, yang mana hal itu telah diramalkan sejak dulu kala. Raja Arthemis pun tak menyangka jika Ara adalah gadis yang dimaksud. Ia masih tak percaya jika wujud gadis itu seperti Ara. Yang mana sebelumnya ia pernah melihat sendiri cahaya yang keluar dari Ara. Membuatnya memiliki keyakinan jika Ara bisa menyembuhkan putranya.


Xi adalah wadah dari ratu siluman ular yang mengikat perjanjian dengan leluhur Arthemis. Yang mana dengan perjanjian itu dapat membuat Arthemis disegani bahkan ditakuti oleh lawannya. Namun, karena hal itu juga Xi harus menanggung penderitaan bertahun-tahun lamanya. Ia harus berusaha sekuat mungkin untuk mengendalikan dirinya agar tidak dikendalikan oleh ratu siluman ular tersebut. Yang mana hal itu membuatnya mempunyai dua kepribadian yang berbeda. Emosinya tidak stabil dan mudah terbawa suasana di sekitarnya.


Kini yang bisa Xi lakukan adalah berusaha untuk mendapatkan hati Ara agar tenang dalam menjalani kehidupannya. Karena hanya Ara lah yang mampu membuat Xi merasakan getaran-getaran cinta di dalam hatinya. Yang mana sebelum-sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Dan besar harapannya, Ara mau menerimanya.


Kau begitu cantik, Ara. Setiap melihatmu entah mengapa hatiku merasa tenang dan tentram. Seakan tidak lagi membutuhkan apapun di dunia ini. Kau cukup memenuhi semuanya. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?

__ADS_1


Xi mengusap lembut pipi Ara dengan jari-jemarinya. Tak lama sang gadis pun terbangun dari tidurnya. Namun...


Apa ini?!


Ara tersadar jika ada sesuatu yang bergerak di pipinya. Ia jadi teringat dengan sesuatu. Seketika itu juga ia terbangun dari tidurnya.


"Ular!!!"


"Ara, ini aku."


Xi beranjak berdiri. Ia berusaha menenangkan Ara. Sejenak kemudian Ara tersadar jika tidak ada apa-apa di sana. Namun, dadanya naik-turun karena takut. Ia pun mengusap kepalanya dengan lemas.

__ADS_1


"Astaga ...." Ara diliputi rasa cemas yang berlebihan.


"Ini aku Xi, Ara. Tenanglah. Tidak ada ular di sini." Xi pun mencoba mendekati Ara.


Ara menelan ludahnya. Ia kemudian melihat ke arah Xi. "Pangeran?" Ara melihat Xi yang tengah berdiri sambil menjulurkan kedua tangannya. Ia siap untuk membantu Ara turun dari kasurnya.


Xi tersenyum, berusaha menenangkan Ara. Tapi ia juga merasa bersalah. Kini gadis yang dicintainya itu merasa ketakutan.


"Ara, jangan takut. Ada aku." Xi pun berusaha tersenyum di tengah rasa sesalnya.


Ara kini mengalami traumatik akibat ular yang mencoba mencelakainya. Dan tentu saja Xi sudah tahu tentang apa yang terjadi pada Ara di ruang pengobatan istana. Ia pun merasa bersalah. Karenanya Ara jadi ketakutan. Xi tahu jika ular itu adalah perwujudan dari ratu ular yang tidak terima dengan kehadiran Ara di istana. Xi menyadarinya.

__ADS_1


__ADS_2