
Esok paginya...
Cuaca cerah, awan putih berarak di langit Angkasa yang indah. Di sana, di sebuah ruang besar yang tertutup, tampak Rain, Cloud beserta para menteri sedang mengadakan rapat tentang Ara. Mereka membahas hasil pencarian yang telah dilakukan. Karena sampai detik ini belum juga ada kabar tentang gadis penjaga pohon surga.
"Kami telah mengupayakan pencarian maksimal. Tapi sepertinya kita harus menerobos negeri lain untuk mencari keberadaan nona. Nyatanya burung pelacak yang sudah disebar sampai ke perbatasan tidak ada satupun yang pulang dengan memberi tanda jika nona ada di negeri ini. Besar kemungkinan nona memang diculik lalu dibawa ke negeri lain," tutur Dave, Menteri Pertahanan Angkasa.
"Saya juga telah menyebarkan pemberitahuan kepada para pedagang dalam negeri untuk saling bertukar informasi jika menemukan keberadaan nona. Bahkan sekantong emas sudah saya siapkan untuk para pedagang yang mengetahui keberadaan nona. Tapi nyatanya belum juga ada kabar sampai detik ini." Scot, Menteri Perdagangan Angkasa ikut bicara.
"Saya sudah mengutus mata-mata untuk Asia. Menindaklanjuti kecurigaan Pangeran Rain terhadap putra mahkota begeri itu yang menyembunyikan Ara, tetapi tetap saja mereka tidak menemukan apa-apa di sana. Nona tidak berada di kawasan sekitar istana Asia. Saya jadi ragu jika nona ada di sana." Shane, Menteri Luar Negeri menambahkan.
__ADS_1
Count terdiam mendengar perkataan ketiga menteri lama Angkasa bicara. Ia sendiri sebagai Menteri Dalam Negeri hanya bisa diam dan menyimak saja. Sedang Rain dan Cloud mendengarkan baik-baik laporan dari para menterinya.
"Angkasa telah mengangkat tiga menteri baru. Rasanya kurang pantas jika menanyakan hal ini kepada mereka. Karena kalian lah yang telah lama bekerja untuk Angkasa."
Sang Raja Angkasa yang baru tampak memikirkan hal ini. Mahkota emas yang ada di kepalanya seolah memintanya untuk berpikir ekstra. Terlalu banyak urusan yang harus ia kerjakan dan bukan hanya untuk memikirkan Ara. Cloud cemas dan khawatir dengan keberadaan Ara. Pencarian pun sudah dilakukan maksimal. Tapi tetap saja kabar baik itu belum ia dapatkan.
"Aku akan berangkat ke Terusa lusa ini. Aku rasa keadaan tubuhku sudah pulih kesedia kala. Maka dari itu aku titip istana kepada kalian. Rasanya aku tidak bisa hanya menunggu di sini. Aku berharap bisa menemukan jejak Ara di sana." Rain menuturkan.
"Dia bersedia ikut membantu. Dia bilang akan mengerahkan prajuritnya untuk mencari di seluruh kawasan Asia dan juga Bunga. Tapi sampai detik ini belum ada kabar darinya. Mungkin memang Ara tidak ada di sana," jawab Rain.
__ADS_1
Cloud mengembuskan napas lelahnya. Saat itu juga terlihat Count yang tidak enak hati kepada Cloud. Ada perasaan bersalah di hatinya.
"Baiklah kalau begitu. Urusan Ara aku serahkan kepada kalian. Mungkin kita bisa bekerja sama dengan pihak Asia. Dan kau, Rain. Jika memang benar ingin ke Terusa, maka lakukan rapat terlebih dahulu dengan para panglima di negeri ini. Saat kau pergi, pastikan perbatasan aman dan terkendali. Kita harus tetap kondusif agar laju ekonomi tetap berjalan dengan baik." Cloud memberikan titahnya.
"Baik, Kak. Aku akan segera mengirim surat untuk semua panglima di negeri ini. Aku akan mengadakan rapat segera." Rain pun menyanggupinya.
...... ...
...Istana...
__ADS_1