
Satu jam kemudian...
Saat ini mentari baru saja akan terbit. Terlihat kamar Ara yang berada di kastil Xi diketuk oleh beberapa pelayan. Ara pun terbangun dari tidurnya lalu segera membukakan pintu. Ia melihat siapa gerangan yang datang.
"Salam hormat, Nona. Kami diminta pangeran Xi untuk melayani Nona," tutur salah satu pelayan yang datang.
"Melayani?" Ara pun kurang mengerti.
"Hari ini kami akan membantu Nona melakukan perawatan tubuh. Mohon Nona bersedia agar kecantikan Nona lebih terpancar lagi." Pelayan yang lain memberi tahu.
Ara menelan ludahnya. Ia tahu jika proses perawatan akan memakan waktu yang lama. Terlebih ini bukan di Angkasa. Pastinya setiap negeri mempunyai cara perawatan tubuh yang berbeda-beda.
"Em, baiklah."
__ADS_1
Dan karena tidak mempunyai pilihan, akhirnya Ara menuruti permintaan dari Xi untuk melakukan perawatan tubuh bersama para pelayan di kastilnya. Ara pun lekas bersiap-siap sebelum menjalani perawatan. Ia diarahkan oleh pelayan-pelayan itu untuk masuk ke salah satu ruangan. Ara pun terkejut saat melihat isi dalamnya. Yang mana begitu indah bak taman surga. Ara tak percaya area perawatan tubuh didesain sedemikian rupa. Ada kolam renang dan taman yang mengelilinginya. Bak di resort mahal dunianya.
Dua jam kemudian...
Ara melakukan perawatan tubuh di salah satu area yang ada di kastil. Ia melakukan mandi uap, lulur, pijat refleksi dan totok wajah. Ara juga melakukan waxing untuk rambut-rambut halus di sekitar tubuhnya. Dan kini ia baru selesai melakukannya. Tampak Ara yang semakin cantik dan bersih sempurna. Bak mutiara yang baru keluar dari cangkangnya.
Xi memintaku untuk melakukan ini semua. Apakah dia mempunyai niat buruk padaku?
"Nona, mari saya antarkan. Ada baiknya Nona berjemur terlebih dahulu."
Jam menunjukkan pukul delapan pagi lewat sepuluh menit. Ara pun hanya bisa menuruti permintaan pelayan tersebut. Hingga akhirnya ia masuk ke sebuah ruangan yang ada di sana. Di mana kolam renang berukuran sedang sudah menantinya. Sang pelayan pun meminta Ara untuk melepas handuk kimononya. Sehingga terlihatlah kemben dan leging pendek yang Ara kenakan. Namun, tak berapa lama kemudian Ara pun dijeburkan ke kolam.
"Akh!"
__ADS_1
Sontak Ara terkejut. Ia pun segera berenang ke permukaan. Namun ternyata, kolam renang itu tidak dalam. Hanya sebatas dadanya saja. Ara pun segera melihat ke arah pelayan yang menceburkannya. Tetapi sayang pelayan itu ternyata sudah tidak menampakkan dirinya. Ia pergi sambil mengunci pintu ruangan dari luar.
"Astaga!"
Ara pun kesal bukan main. Ia kemudian beranjak naik ke atas kolam. Tapi sebelum naik, tangannya ada yang menarik. Ara pun menoleh ke belakang, melihat siapa gerangan yang menarik tangannya. Saat itu juga tubuhnya terhuyung ke depan, menempel pada tubuh seseorang. Dan seseorang itu adalah Xi. Xi ternyata sudah menunggu Ara di kolam.
"Pa-pangeran?"
Mata Ara pun berkelap-kelip karena tak percaya jika Xi sudah berada di hadapannya. Xi pun mendekap Ara, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ara. Wajah keduanya berdekatan di dalam kolam. Xi tersenyum kepada Ara. Dari sinar matanya menyiratkan keinginan yang besar.
"Kau cantik, Ara." Xi menatap erat Ara.
"Pangeran, jadi semua ini ulahmu?!"
__ADS_1