DICULIK PANGERAN KEGELAPAN

DICULIK PANGERAN KEGELAPAN
Pertemuan Dua Pangeran


__ADS_3

Lain Rain, lain juga dengan Ara. Ara tampak memerhatikan lautan dari kaca jendela kamarnya. Ia menunggu kapal peti kemas itu datang untuk mengantarkan makanan. Ara ingin segera pergi dari kastil yang mengurungnya. Ia tidak lagi betah berada di sana.


Aku harus melarikan diri dari tempat ini.


Ara pun mempersiapkan diri sebelum menyelinap ke kapal peti kemas yang membawa makanan untuk kastil Xi. Tak lama yang ditunggu pun datang. Suara cerobong asap kapal itu terdengar. Ara pun segera melihat-lihat keadaan. Ia mencari kesempatan untuk menyeberangi lautan. Dengan harap-harap cemas dan jantung yang berdebar kencang.


Lalu apakah Ara mampu meloloskan diri dari kastil Xi? Mampukah Ara kembali ke Angkasa seorang diri?


Esok harinya...

__ADS_1


Pagi yang cerah telah datang. Burung-burung bercuitan di atas rerumputan. Pihak dapur istana juga tengah sibuk menyajikan sarapan untuk tamu yang datang. Siapa lagi kalau bukan Rain bersama rombongan. Putra bungsu kerajaan Angkasa itu akan bertemu dengan Raja Asia dan kedua putra mahkotanya pagi ini. Rain datang bersama Shane ke sana.


Pangeran berkulit putih yang masih menjaga hatinya untuk Ara itu tampak baru saja tiba di istana dan turun dari kudanya. Ia kemudian masuk ke ruang utama istana untuk menyambut tamu yang datang. Dan tentu saja Zu sudah tahu siapa yang datang ke istananya kali ini. Siapa lagi kalau bukan saingan beratnya sendiri, putra bungsu kerajaan Angkasa, Rain Sky.


"Lama tak bertemu."


Zu pun tampak berbasa-basi saat bertemu dengan Rain. Ia mengajak Rain berjabat tangan. Rain juga dengan antusias menanggapinya. Karena bagaimanapun ia membutuhkan bantuan dari Asia.


"Terima kasih." Zu pun mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.

__ADS_1


Pertemuan kali ini diadakan di ruang utama istana yang terbentang luas. Lampu-lampu kristal tersusun rapi, tergantung di atas plafon ruangan. Ukiran emas akan perabotan yang ada di sana menambah kesan elegan. Begitu juga dengan pakaian kerajaan putra mahkotanya. Zu tampak amat tampan pagi ini dengan busana kerajaan yang berwarna gold membalut tubuhnya. Sinar ketampanannya terlihat menyilaukan pandangan.


Ara, karenamu aku mau menemuinya. Aku harap dia tidak salah sangka.


Rain sendiri sejujurnya amat malas untuk menemui Zu. Ia menjadi saksi betapa Zu juga amat menginginkan Ara. Rain melihat sendiri Zu yang menyatakan perasaannya kepada Ara, menggandeng pinggang gadisnya, sampai menyatakan akan membalikkan keadaan kepadanya agar berpihak padanya. Semua itu tidak akan pernah Rain lupakan. Tapi hari ini demi Ara, ia harus bisa menepiskan egonya. Tak lain agar mendapat bantuan untuk mencari di mana keberadaan Ara.


"Oh, Pangeran Rain."


Sang Raja Asia pun tampak keluar dari kamarnya dengan dibantu oleh Shu, adik dari Zu sendiri. Mereka kemudian bertemu dan saling bertegur sapa di ruang utama istana. Shane, Menteri Luar Negeri dari Angkasa itu kemudian mengutarakan tujuannya. Saat itu juga pihak Asia jadi tahu apa maksud tujuan pihak Angkasa datang ke istana.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian...


Perbincangan terus berlanjut hingga ke meja makan. Sarapan pagi pun segera dimulai setelah Raja Asia mempersilakan Rain dan Shane untuk menyicipi hidangan duluan. Mereka tampak sarapan pagi bersama di depan meja makan istana Asia yang besar. Sarapan pagi kali ini bak makan malam yang mewah. Hidangan-hidangan mahal disajikan pelayan dapur istana untuk menyambut kedatangan Rain dan menterinya.


__ADS_2