
Dinikahi Milyader Bagian 32
Oleh Sept
Rate 18 +
LUXURY HOTEL
Di sebuah ruangan, terlihat seorang wanita memakai gaun pengantin warna putih dengan taburan Swarovski di seluruh permukaan gaun yang menggembang indah tersebut.
Gaunya cantik, menjuntai panjang dan terlihat glamour. Punggungnya dibiarkan terbuka, dengan hiasan payet-payet cantik nan indah. Sebuah gaun pengantin pilihan Jeandana, khusus untuk menantu pertamanya. Semua ia urus sendiri, Dirga hanya tau jadi saja.
Dirga harus banyak berterima kasih pada sang mami, karena ia tahu beres. Sang mami bahkan menyulap Levia si gadis kabrol menjadi seperti seorang putri malam ini. Gadis itu nampak memukau, dan pasti bau wangi. Cocok untuk ambassador sebuah parfum terkenal dari Itali.
KLEK
Diska masuk setelah make up artis yang semula memoles Levia sudah keluar dari ruang pengantin. Dan Levia menoleh, melihat siapa yang datang.
"Wah ... Mbak Levi ... cantik sekali."
Diska nampak kagum ketika melihat Levia yang nampak anggun dengan balutan gaun pengantin yang panjang dan indah tersebut.
Levi hanya tersenyum, kemudian kembali menatap pintu. Ternyata, ada sosok lain yang berdiri di bibir pintu.
Diska lantas ikut melihat ke mana sang calon kakak ipar memandang. Begitu menoleh, hatinya mulai was-was.
[Aduh ... ngapain Mas Zio ke sini nemui Mbak Levi? Aduh ... bisa berabe. Kacau nanti acara pernikahan Mas Dirga!]
"Eh ... Mas Zio!" sapa Diska ingin mencairkan suasana.
"Bisa tinggalkan kami? Mas mau bicara dengan Levia," ucap Zio datar.
[Mati aku! Bisa gagal nikah lagi kakak aku kalau begini ... Bisa-bisa Mas Dirga stres betulan]
Diska panik, kemudian berbisik pada Levia.
"Mbak, Diska keluar. Tapi Diska berdiri di depan pintu ya. Kalau ada apa-apa panggil. Kalau Mas Zio ngajak kabur, Diska mohon ... jangan mau!" bisik Diska.
Dahi Levia langsung berkerut. Tidak mengerti arti ucapan calon adik iparnya itu. Terdengar ngaco dan aneh.
KLEK
Diska benar-benar berdiri di depan pintu sambil menempelkan telinganya.
Di dalam ruangan, suasana mendadak hening. Apalagi Zio malah diam saja sambil menatap Levia.
"Kenapa tiba-tiba menikah? Dan kenapa dengan Dirga? Tidakkah kamu sadar, sejak awal aku mendekatimu?" ujar Zio kemudian.
"Emm ... itu ...!" Levia menundukkan wajahnya. Bingung mau menjawab apa. Ia sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba mau menikah.
"Apa kamu mencintainya?"
Levia makin terpaku, ia sendiri tidak tahu.
"Apa dia memaksamu?" tebak Zio yang sepertinya mengerti betul sikap adik sepupunya itu.
"Jawablah, Levi! Jika kamu diam saja. Mungkin aku tidak akan menyerah."
Levia kontan mendongak, ditatapnya mata Zio yang menatapnya penuh harap.
KLEK
Dua orang itu langsung menoleh secara bersamaan.
"Ayo Mbak Levi, acara mau dimulai!" Diska langsung menarik lengan Levia. Ia takut keduanya terlalu lama bicara dari hati ke hati dan terlalu nyaman.
Zio hanya menghela napas dalam-dalam, kemudian melihat Diska membawa calon pengantin yang harusnya ia lamar. Tapi malah kedahuluan Dirga.
Di ujung lorong, Diska langsung berhenti ketika Dirga berjalan ke arah mereka. Dilihatnya sang kakak nampak gagah dengan setelan jas hitam yang press body. Terlihat tampan dan kharismatik.
"Nah ... tuh Mas Dirga sudah menunggu," seru Diska kemudian memberikan tangan Levia pada Dirga.
"Diska antar sampai sini, sekarang ikut sama Mas Dirga ya Mbak Levi!" bisik Diska dengan mata yang berbinar-binar.
Diska tidak tahu, ada sepasang mata yang menatap sendu. Apakah ini yang dinamakan hari broken heart? Di mana harus menyaksikan incaran hati bersanding dengan hati yang lain.
__ADS_1
Ballroom Luxury Hotel
"Kamu tahu, Lev ... malam ini kamu sangat cantik!" ucap Dirga sembari menggandeng tangan sang pengantin wanita tersebut. Setelah menatap Levia sejenak, Dirga kembali menatap ke depan. Dia berjalan dengan percaya diri. Menembus kepulan asap yang mulai merayap di atas lantai marmer ballroom Luxury Hotel.
Sedangkan Levia, dipuji seperti itu, yang namanya wanita normal, pasti sedikit luluh. Seolah tidak mempermasalahkan tujuan menikah untuk apa, cinta bisa datang kapan saja.
Dengan bucket bunga di tangan, sedangkan tangan yang satu bertautan, Levia memasuki ruangan yang penuh dengan hiasan bunga-bunga dan lampu besar di atasnya. Dan begitu melangkah, mereka langsung disambut oleh semua tamu yang hadir. Semua terlihat senang melihat calon pengantin yang muncul bergandengan.
Sore itu juga, akad nikah pun akan digelar. Keluarga Dirgantara semua hadir, sedangkan dari pihak mempelai wanita, hanya Reza.
Mau tidak mau, ia harus hadir di pernikahan paling menyesakkan tersebut. Melihat wanita yang ia cintai diam-diam, kemudian tiba-tiba menikah dengan pria lain, cukup menciptakan rasa sakit. Namun, tidak berdarah. Demi Levia, Reza menepis luka hatinya. Pura-pura tidak apa-apa, meski batinnya sangat tersiksa.
Tidak jauh dari sana, Naomi memperhatikan ekspresi sang kakak. Merasa konyol, karena ia pikir Levia akan menjadi pendamping sang kakak, Naomi lantas berjalan dan menghampiri Zio.
"Masih banyak ikan di laut!" bisik Naomi.
Candaan adik perempuannya itu, cukup membuat Zio terdiam. Ia malah menatap wajah Naomi kemudian bertanya.
"Kau bisa melihat ekspresinya? Apa kamu yakin Levia menyukai Dirga?" tanya Zio.
Naomi lantas menepuk pundak sang kakak.
"Nanti ... nanti Naomi kenalin ke temen-temennya Naomi!"
Zio langsung menepis tangan adiknya. Ikan di laut memang banyak, wanita juga memang banyak. Tapi, yang mampu membuat hatimu bergetar, itu mungkin hanya satu orang saja.
Keduanya kemudian diam saat mendengar acara segera dimulai. Samar-samar, Zio dapat mendengarnya. Mendengar janji suci Dirga yang begitu miris saat ijab itu diucapkan dengan begitu tenang dan lantang.
***
...
"Saya terima nikah dan kawinnya Levia Caraka binti Caraka Gumilang dengan mas kawin berupa satu set berlian dibayar tunai," ucap Dirga dengan sekali tarikan napas dan terdengar begitu lantang.
"Bagaimana saksi?"
Semua kepala mengangguk pelan.
"SAH!"
"SAH!"
"SAH!"
Yang mereka tahu, Levia adalah calon istri Zio. Tapi, mengapa kini malah bersanding dengan Dirga. Sementara itu, Radika hanya diam. Bibirnya tersenyum tipis. Sejarah tidak boleh terulang, sepertinya ia akan menjodohkan Zio dengan anak rekan bisnisnya. Sebab tidak mau jejak masa lalu mereka kembali terulang.
***
Setelah akad nikah selesai, maka dilanjutkan dengan acara berikutnya. Hingga tiba acara makan-makan. Banyak sekali makanan yang disediakan hotel bintang tujuh tersebut.
Makanan yang tersaji sangat mengoyangg lidah, kalau tidak ingat diet, pasti banyak yang habis banyak karena kalap.
Satu persatu acara pun dilewati dengan lancar, mungkin tidak sanggup melihat pemandangan yang mengusik hati lama-lama, Reza pulang duluan, disusul keluarga Radika dan anak-anak mereka.
Kini, yang tersisa hanya keluarga inti Rayyan. Mereka semua menginap di hotel itu. Dan saat acara benar-benar sudah selesai, kini Levia yang diserang rasa panik.
"Kami mau istirahat dulu, nanti kalau ada apa-apa langsung kasih tahu Mami!" Jean memeluk Levia hangat.
Kemudian disusul Diska.
"Happy wedding, Mbak ... selamat malam pertamaaa!" bisik Diska jahil sambil memeluk Levia erat.
JLEB
Mendadak wajah Levia jadi pucat. Sedangkan Dirga, pria itu tersenyum. Sebuah senyum yang membuat Levia ketakutan.
"Ya sudah! Kami duluan!" Ganti Rayyan yang menepuk bahu putranya. Cukup keras, seolah memberi semangat, agar malam pertamanya berhasil.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian
Levia terlihat ragu saat Dirga menggandeng tangan menuju kamar presidential suite. Di mana itu adalah kamar yang sudah disiapkan untuk malam pengantin.
KLEK
"Ayo masuk ...!" seru Dirga yang melihat Levia enggan masuk.
Karena Dirga terus menatapnya, Levia akhirnya masuk juga. Hatinya tambah was-was saat melirik ke arah ranjang.
[Bagaimana ini? Bagaimana kalau dia memintaku malam ini? Bodohhh kamu Lev ... dia sekarang suamimu. Jadi wajar dia minta apapun darimu. Ya ampun ... bagaimana ini. Apa aku harus pura-pura tidur? Atau pura-pura pingsan?]
Levia semakin ketar-ketir ketika Dirga segera melepas jas dan duduk sambil melepaskan sepatu.
"Mau mandi dulu?" tanya Dirga sambil mendongak melihat Levia yang cuma berdiri sedari tadi.
Reflect Levia menggeleng keras.
"Ya sudah, aku duluan. Pintunya tidak aku kunci!"
JLEB
[Mesumm! Astaga ... pria mesumm itu kini suamiku?]
Sesaat kemudian
KLEK
Dirga sudah keluar dengan hanya berbalut kain handuk putih yang melilit di pinggangnya yang sedikit aduhai.
Sedangkan Levia, gadis itu masih dengan gaun pengantin duduk di tepi ranjang.
"Mandilah!" seru Dirga santai wara-wiri dengan selembar handuk tersebut. Sepertinya ia sengaja menggoda Iman Levia.
"Koperku ... sepertinya belom dibawa ke sini!" Levia melirik kanan kiri, mencari pakaian ganti.
"Oh itu ... pakai ini. Tadi Diska menitipkan ini padaku. Katanya ganti buatmu."
Levia lantas melihat ke dalam tas kecil yang diberikan Dirga. Tanpa sengaja, ia mengambil apa yang ada di dalamnnya.
Saat ia melihat, Dirga juga kebetulan ikut melihatnya. Buru-buru Levia memasukkan barang itu lagi. Sebuah pakaian yang tidak patut dipakai bagi Levia.
Sedangkan Dirga, ia langsung menelan ludah.
"Apa itu?"
"Bukan! Bukan apa!"
Levia bergegas bangkit dan membawa barang itu. Sambil jalan ke kamar mandi, ia merutuki adik iparnya.
"Diska! Kamu pikir aku wanita apaan?" gumamnya berkali-kali.
Tidak memiliki baju ganti, akhirnya ia memakai handuk kimono yang disediakan oleh hotel.
Di atas ranjang, Dirga sudah duduk bersandar, menanti pengantinnya yang tidak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Apa dia pingsan?"
Tap tap tap
Tiba-tiba Levia muncul dengan handuk kimono putih.
"Apa yang kamu kenakan? Yang tadi sepertinya bagus ... coba pakai saja."
Levia langsung melotot. Dirga kemudian terkekeh dengan begitu santainya.
"Ya sudah, tidak pakai juga makin bagus malahan."
Seketika kaki Levia tarasa lemas.
BERSAMBUNG
Sejarah yang tidak boleh terulang, saudara yang mencintai wanita yang sama. Orang tua Zio dan Dirga dalam novel "SUAMI SATU MALAM"
Selamat malam semuanya.
Jangan lupa ... follow Instagramm Sept ya :
IG : Sept_September2020
__ADS_1
Maksih lope lope ... hehehhe