Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Just Married


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 64


Oleh Sept


Rate 18 +


"Mama!" teriak Dendara, putri pertama Levia yang melihat mamanya jatuh. Anak itu menangis ketakutan karena sang mama berdarah.


Seketika Dirga, Zio dan Kevia berlari dengan panik menghampiri Levia. Dengan panik, Dirga membopong tubuh istrinya menuju mobil yang tidak jauh dari sana. Semua langsung bergegas menuju rumah sakit.


Sepanjang jalan, semua kelihatan panik. Begitu Levia sudah ditangani dokter, Dirga meminta agar anak-anak kembali ke hotel bersama Kevia.


Zio pun pamit sebentar untuk mengantar anak-anak kembali ke hotel. Sekarang, Dirga hanya seorang diri menunggu persalinan yang kembali terjadi lebih awal.


[Apa karena semalam?]


Dirga mondar-mandir di depan ruang operasi. Ia menyalahkan dirinya sendiri. Karena semalam sempat meminta jatah pada istrinya. Pria itu terlihat menyesal dan mengusap wajahnya dengan kasar.


Beberapa saat kemudian


Oek ... oek ... oek ...


Dirga yang duduk dengan gelisah sambil terus berdoa pada Tuhan untuk keselamatan istri dan anaknya, seketika berdiri ketika mendengar tangisan seorang bayi.


Ia bergegas beranjak dari duduknya ketika dokter membuka pintu ruang operasi.


"Congratulations on the arrival of your son! At last, all your wishes came true. May the little guy be blessed with good health, happiness, and prosperity throughout his life," ucap dokter tersebut dengan senyum.

__ADS_1


[Selamat atas kedatangan putra Anda! Akhirnya, semua keinginan Anda menjadi kenyataan. Semoga si kecil diberkahi kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran sepanjang hidupnya]


"Thanks very much!" Dirga balas tersenyum dan langsung masuk ke dalam. Ia ingin menemui jagoan yang minta lahir di Paris tersebut.


Dilihatnya Levia yang kini menatapnya, wanita yang sudah melahirkan anak-anaknya. Dengan sayang, sebelum melihat putra mereka, ia langsung mengecupp kedua pipi Levia.


"Makasih ... makasih sayang. Makasih sudah menjadi ibu dari anak-anaknya," ucap Dirga dengan suara berat, sedikit serak. Mata pria itu malah berkaca-kaca. Membuat Levia menggodanya.


"Kalian cengeng!" canda Levia sembari menatap putra yang menangis, yang kini digendong suster.


Dirga mengusap sudut matanya, kemudian mendekati suster. Matanya menatap takjub, kali ini baby boy mirip sekali dengan sang kakek. Ya, wajah baby boy ternyata mirip sekali dengan Rayyan, papinya.


Sambil merasa haru, Dirga menggendong baby boy, kemudian melantunkan suara adzan. Ya, suara adzan Dirga yang syahdu bergema di salah satu rumah sakit yang ada di Paris.


Bayi sultan, maunya lahir di Paris. Padahal jadwal kelahiran harusnya empat minggu lagi. Mungkin gara-gara sang papa yang sangat rajin dan tidak pernah absen, membuat bayinya mau keluar. Sakit karena terus terusan didesak terong di dalam sana.


"Ayang ... kamu tahu nggak mantelku yang dari bulu tupai ada di mana?"


Terlihat Diska membuka semua isi lemari yang seperti etalase boutique tersebut.


"Bawa yang ada saja," ujar sosok pria yang baru keluar dari kamar mandi, yang cuma pakai handuk selutut.


"Aku suka itu, kan itu ayang yang beliin pas kita honeymoon bulan kemarin."


"Kan banyak, SAYANG!" pria itu merasa gemas dengan sikap istrinya. Kalau mau itu ya itu. Nggak bisa dibujuk.


"Bantu cariin, dong!" pinta Diska merajuk. Pengantin yang baru menikah dua bulan lalu itu malah mengelayut manja pada lengan suaminya.

__ADS_1


"Ish ... lepasin dulu. Aku ganti pakaian dulu."


"Nggak mau, ayang gini aja!" ucap Diska yang sepertinya terlalu bucin pada suaminya.


Ia malah memeluk sosok tersebut dari belakang.


"Aku baru mandi, nih! Masa mandi lagi?"


Diska malah tersenyum jahil. Turunan Dirgantara memang begitu, nggak laki-laki, nggak perempuan, semuanya sama. On fire!


"Aku siap-siap entar aja deh, lagian tadi udah vcall. Ayang ... main yuk!" goda Diska yang kini sudah berdiri di depan suaminya.


"Kamu nggak capek? Semalem sudah 2 kali," suaminya mengeryitkan dahi. Jamu apa yang istrinya konsumsi. Kenapa kuat banget.


"Nggak, nggak capek kok. Nih ... aku masih kuat!" ucap Diska sambil senyum genittt.


Pria itu hanya bisa mengusap wajahnya, kemudian langsung membopong tubuh munggil Diska menuju ranjang.


BERSAMBUNG


Tebak, suaminya miss rempong siapa? hihihih ...




__ADS_1


__ADS_2