Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Direbut Paksa


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 53


Oleh Sept


Rate 18 +


Sangat tidak cocok untuk mereka yang belum menikah. Mohon skip, bijaklah dalam memilih bahan bacaan. Sekali lagi, mohon skip. Area SKIP. Kalau masih maksa baca, semoga diskip tengah-tengah jalan.


***


Malam ini adalah malam yang paling tidak nyaman bagi seorang pria seperti Zio. Bagaimana tidak? Ia harus melawan nalurinya kuat-kuat. Akibat perbuatan Elvira, kini Zio harus merasa menderita. Pria itu sudah menduga, apa yang ia rasakan sekarang pasti erat kaitannya dengan sang mama. Karena, tiba-tiba tubuhnya terasa gerah setelah minum sesuatu dari mamanya tersebut


Saat ini, meski AC menyala, ia masih merasa kepanasan. Jiwanya bergejolak, dan rasanya sangat tersiksa. Jika hanya gerah biasa, Zio tidak masalah. Tapi, ini lain. Zio merasakan suatu yang aneh. Tubuhnya bergejolak, dalam dirinya meronta. Ada sesuatu yang minta disalurkan.


"Ini pasti karena minuman tadi! Mama ..." gumam Zio sembari mencoba memejamkan mata. Ia sudah berbaring di samping Kevia. Zio berusaha keras untuk tidak tergoda. Meskipun, sesekali matanya terus menoleh ke samping. Rasanya, ia ingin menyentuh gadis itu.


Malam ini, tidur dalam satu ruangan dengan seorang wanita, membuat Zio resah. Ini semua tak lepas dari pengaruh minuman yang diberikan oleh Elvira. Sepertinya, sang mama memberikan obat kuat untuk Zio.


Sebenarnya, semua berawal karena feeling Elvira mengatakan bahwa hubungan Zio dan istrinya kurang greget. Kurang romantis, dan terlihat begitu dingin. Baru sehari menginap saja, Elvira bisa merasakan. Ada keanehan pada hubungan keduanya. Biasanya pasangan baru pasti nempel dan sedang hangat-hangatnya. Mata mereka memancar binar-binar bahagia. Namun, hal yang lain terlihat jauh berbeda. Cara mereka menatap dan berkomunikasi, tidak ada bedanya dengan orang asing.


Bahkan Elvira tidak melihat tatapan cinta di mata keduanya. Sebagai seorang perempuan, mungkin instingnya tajam. Alhasil, ia mencoba membuat hubungan pernikahan putranya menghangat. Iseng, ia memberikan putranya obat.


***


Sekarang, Zio harus menahan gejolak jiwanya. Sejak tadi ia nampak gelisah. Sepertinya, kalau dekat-dekat Kevia, ia akan menerkam gadis itu.


"Kev ... Kevia!" ucap Zio dengan suara bergetar.


Mendengar suara orang, kelopak mata Kevia bergerak-gerak. Gadis itu malah berguling dan tangannya menyentuh tubuh Zio.


Kevia langsung membuka mata, ia tersentak kaget melihat Zio sudah tidur di atas ranjang dengannya.


Secepat kilat, Kevia melonjak bangun. Ia langsung turun dari ranjang karena panik.


"Kev!" panggil Zio dengan suara lirih. Sepertinya, Zio sudah tidak tahan lagi. Pandangan matanya kosong. Sepertinya Zio benar-benar sudah kehilangan separuh kesadarannya. Karena otaknya tidak bisa berpikir jernih.


Dalam kepalanya hanya membayangkan gadis di depannya. Membayangkan yang bukan-bukan tentunya.

__ADS_1


Sedangkan Kevia, wajahnya panik. Ia hafal tatapan dan sorot mata seperti itu. Ia takut, trauma dan lama-lama beringsut, mundur untuk menjauhi suaminya sendiri.


"Tolong aku, Kev!"


"Jangan mendekat!" ucap Kevia gugup.


"Kev ..."


"Aku mohon ... jangan mendekat!" Kevia mulai histeri. Ia takut karena Zio kini sudah meraih tubuhnya.


"Aku mohon ... jangan!" ucap Kevia dengan nada memohon.


Zio mencoba membuat dirinya tersadar, ia memejamkan matanya. Menggeleng keras kepalanya agar tersadar. Akan tetapi, isi kepalanya hanya dipenuhi hal aneh-aneh. Ia malah memikirkan bagaimana rasanya melakukan sesuatu dengan gadis di depanku itu.


"Tubuhku sangat tersiksa sekarang, seperti ada yang salah. Tolong bantu aku!"


Dengan paksa, Zio merengkuh pinggang Kevia. Memeluk tubuh itu sangat erat.


Kevia yang panik, ia pun berteriak. Namun, belum sempat suara keluar dari bibirnya, Zio langsung merampas bibir yang terlihat menggoda tersebut.


Dengan dorongan jiwanya yang mengebu-ngebu, dan gejolak yang sudah berapi-api, Zio menciumm Kevia dengan rakus. Ia menyesap bibir itu dengan kasar dan cepat, seolah sudah lama kehausan di gunung Sahara.


Mau menjerit, tapi tidak bisa. Dan saat Zio melepaskan tautan bibir mereka. Kevia mencuri kesempatan, ia mendorong tubuh Zio dan berlari ke pintu.


Tapi sayang, berkali-kali ia mencoba membuka. Pintu sudah dikunci oleh Zio sebelumnya.


"Aku tahu, besok pagi ... aku akan menyesal. Tapi sekarang, bantu aku keluar dari masalah ini!"


Setttt ...


Bukkk ...


Sebuah pakain dilempar di atas sofa, berikutnya sebuah celana juga melayang dan dibuang ke sembarangan arah.


[Mengapa dia sama saja? Mengapa dia sama seperti pria di luar sana? Aku pikir dia berbeda?]


Kevia mau mengedor pintu, tapi keburu Zio langsung membopong tubuhnya.

__ADS_1


Kevia menggeleng keras, ketika Zio langsung berada di atas tubuhnya. Pria itu tidak memakai apa-apa. Dan hal itu membuat Kevia semakin panik.


Apalagi, ketika Zio mencengkram kedua lengannya.


"Lakukan denganku sekarang!"


Cuppp


Zio langsung mendesak Kevia. Ia sesap leher jenjang itu hingga meninggalkan banyak bekas kemerah-merahan.


Gadis itu terus meronta, tapi Zio benar-benar sudah membuatnya tidak bisa lari. Lidahnya keluh, bibirnya bergetar. Akibat rasa kebas dan trauma jadi satu.


Apalagi saat suaminya itu kembali menyerang dari segala arah. Kevia tiba-tiba merasa langit-langit kamar berputar, rasanya ia ingin pingsan.


Akan tetapi, sebelum matanya benar-benar tertutup, Kevia harus merasakan sakit luar biasa. Ia memekik dalam saat benda asing masuk dalam bagian tubuhnya.


Bulir bening keluar dari sudut mata Kevia, gadis itu kemudian pingsan. Setelah Zio berhasil menerobos masuk tanpa ijin.


Bukkkk....


Zio merebahkan tubuhnya tepat di samping Kevia, napasnya memburu. Pompahan singkat barusan, membuatnya keluar dengan cepat. Mungkin karena pertama kali, jadi cepat keluar.


"Kev ...?" Zio baru melihat wajah Kevia.


"Kevia!" Ia menepuk pipi gadis tersebut. Jadi Zio tidak tahu, kalau istrinya sedang pingsan. Panik, dia langsung turun dari ranjang. Membuka laci dan mengambil sebotol minyak. Ia oles di hidung Kevia.


"Kev ... bangun!"


Zio mengerakkan kepala Kevia, tapi gadis itu masih tidak mau bangun juga.


Sepertinya ia harus minta bantuan, dengan cepat ia memakai baju dan celana. Kemudian membetulkan pakaian Kevia yang sempat ia tarik dengan paksa.


Ketika melihat ke bawah, mata Zio menatap nanar. Sesuatu di sela kaki kevia membuatnya terkejut.


BERSAMBUNG


SKIP ya hehheheh

__ADS_1



__ADS_2