Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
DOR


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 47


Oleh Sept


Rate 18 +


"Eh ... kalian ngapain?"


Zio langsung menarik diri, ia sedikit mundur ketika istri dokter Titan tiba-tiba muncul dengan membawa kue kering.


Zio pikir Lian sudah ikut tidur bersama putri kecilnya. Ternyata, mamanya Ella tersebut malah mendadak muncul di antara mereka.


"Eh, itu wajah kamu kenapa?" Lian baru menyadari kalau gadis yang duduk di depannya kini wajahnya lebam.


Pelipis dan bagian lain terlihat memar. Lian kemudian mendekati gadis itu. Membuka resleting milik gadis tersebut.


"Ya ampun!" pekik dokter Lian, istri dokter Titan.


Lian hendak memegang leher gadis itu, tapi dia langsung menghindar.


"Tidak apa-apa, ini bukan apa-apa."


"Tidak apa-apa bagaimana? Ini sudah parah. Apa dia melakukannya lagi? Kenapa diam saja? Harusnya lapor polisi!" protes dokter Lian yang terlihat terkejut dengan kondisi gadis itu.


Ada bekas jeratan, entah habis dicekik atau diapakan. Yang pasti, lehernya terlihat ada bekas yang tidak wajar.


"Mana mungkin aku ke kantor polisi? Semuanya akan menjadi kacau."


"Enough! Cukup ... kamu jangan jadi bodohhh begini. Diam saja ketika pria itu menyiksamu!" Dokter Lian nampak menahan emosi.


Sedangkan Zio, ia yang tidak tahu apa-apa terlihat bingung.


"Siapa yang melakukan ini? Ini melangar hukum!" sela Zio ikut bicara.


Dokter Lian langsung menatap wajah gadis tersebut.


"Katakan, Ra! Kalau kamu memilih menutup mulut, kami mungkin tidak bisa menolong lagi." Dokter itu kemudian menyentuh pundak gadis yang mulai meragu. Apakah ia harus cerita?


"Ayolah, waktu kamu tidak banyak," desak dokter lagi.


Gadis tersebut lalu menghela napas dalam-dalam, kemudian menatap dokter Lian.


"Dia mungkin akan membunuhku," akunya sambil menundukkan wajah.


Zio langsung melipat tangan. "Dia sebenarnya siapa?" tanya pria itu kemudian dengan gemas campur jengkel.


"Ayo ... jujurlah pada kami. Kamu aman bersama kami." Dokter Lian mengengam tangan gadis muda itu agar mau bicara lagi.


"Semalam dia ada di kamarku, aku tidak tahu ... sepertinya dia sembunyi di atap, atau mungkin bersembunyi dan masuk lemari. Yang jelas, saat aku bangun tengah malam, dia sudah mulai ..." Gadis itu tidak bisa melanjutkan ceritanya. Tiba-tiba ia menjadi gugup, panik dan gelisah. Dahinya juga sudah basah karena keringat dingin.


"Tidak apa-apa, kamu aman di sini. Jangan takut." Dokter Lian mencoba membuatnya sedikit tenang.

__ADS_1


Sedangkan Zio, ia hanya bisa memijit pelipisnya. Ada aja masalah, ia kira hanya masalah deportation, eh ini malah kasus penganiayaan. Dan sepertinya lebih dari itu.


"Katakan garis besarnya! Apa dia sudah menyentuhmu?" tanya Zio tanpa basa-basi. Dan dokter Lian langsung melotot ke arahnya.


"Serious sekali, kalian lagi bahas apa?" suara dokter Titan yang ikut duduk satu meja bersama mereka.


Semuanya seketika diam dan menatap dokter Titan.


"Hey! Kalian ini ... kenapa menatapku seperti itu?" protes dokter tersebut.


"Pemilik tempat tinggal Kevia sepertinya berulah!" celetuk dokter Lian yang menduga bahwa dalangnya pasti orang yang sama.


"Astaga! Lagi?" tanya dokter Titan tak percaya.


Dan Kevia hanya menunduk, mungkin dia juga merasa sangat malu.


Dokter Titan kemudian mendekatkan kursinya, ia mendekati Zio.


"Bawa dia pulang!" bisik dokter Titan.


Zio langsung melotot. Masa dia diberi gadis sisa?


"Kamu pikir aku pria gampangan?" ketus Zio pelan.


Dokter Titan hanya tersenyum kecut kemudian memasang muka serius.


"Kevia, pria ini berniat sewa rahim. Hanya karena tidak mau menikah tapi ingin keturunan. Kurang ajar, Kan? Tapi lebih kurang aajar pria yang mencoba menyentuhmu itu. Ia bahkan melukai fisikmu. Aku dengar kamu akan di deportasi, dari Lian aku tahu semua tentangmu. Bagaimana kalau kalian saling tolong menolong?" Dokter Titan menatap Kevia dan Zio bergantian.


"Jangan begitu, aku tidak akan membiarkan kamu pulang dengan tangan kosong!" sela dokter Lian.


Zio semakin sebal dengan pasutri dokter itu. Enak saja keduanya mau menjebak dirinya.


"Kalian salah paham, aku sudah tidak tertarik dengan ide gila itu!" ujar Zio kemudian.


Tok tok tok


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dengan kasar.


"Nora! Nora! Keluar!" teriak pria di depan pintu rumah dokter Titan.


Seketika wajah Kevia langsung pucat. Gadis bernama lengkap Kevia Norabelgia tersebut langsung panik mendengar namanya disebut.


"Dia pasti mengikutiku tadi!" ujar Kevia panik.


"Tenang, kamu tetap di dalam."


Dokter Titan keluar. Beberapa saat dokter itu tidak muncul. Khawatir, istrinya pun menyusul.


"Kamu tetap di dalam!" seru dokter Lian sebelum keluar menyusul suaminya.


Bukannya langsung kembali, dokter Lian malah teriak dengan kencang. Mamanya Ella tersebut menjerit histeris.

__ADS_1


"Pergi kau! Atau aku lapor polisi!" ancam dokter Lian sambil memeluk dokter Titan yang terkapar.


"Di mana kalian sembunyikan Nora? Where's my Nora?" sentak pria yang terlihat sedikit psikopat tersebut. Ia mengayunkan benda tajam ke arah dokter Lian.


Tap tap tap


Zio muncul dari dalam rumah. Matanya hampir keluar saat melihat pria asing dengan benda berbahaya di belakangnya.


Dengan sigap Zio menendang tangan pria tersebut. Tapi, orang itu dengan gesit menghindar. Perkelahian pun tidak bisa terhindarkan. Zio dan pria psikopat itu pun adu fisik. Mereka saling memukul dan menendang.


Karena suara di luar terlalu berisik, Ella yang tadi sudah tidur langsung terbangun. Anak kecil itu berjalan keluar, saat Kevia akan mencegahnya, Ella malah menangis. Anak itu mencari mamanya.


Mendengar suara Kevia yang mencegah Ella keluar, pria psikopat itu langsung menerobos masuk. Padahal, Zio sudah mencegahnya. Namun, dengan sekali tepis, Zio langsung terpental. Pria itu tersungkur membentur vas besar di samping pintu.


"Noraaa!"


Kevia panik, pria itu menatap Kevia sambil menyeringai seram.


Buru-buru kevia memeluk Ella, tapi terlambat. Ella langsung diseret dan kini dalam gendongan pria psikopat itu.


"Ikut denganku! Atau aku habisi anak ini?"


Rasanya tubuh Lian langsung lemas mengetahui anaknya menjadi sandera.


"Lepaskan anak itu!" sentak Zio.


Pria psikopat itu menaruh benda tajam tepat di leher Ella. Membuat Kevia menjerit.


"Enough! Oke ... oke! Aku ikut!"


Dokter Lian menggeleng pelan. Sedangkan Zio, pria itu mengepalkan tangan.


"Cepat, cepat ke sini!" sentak pria psikopat.


Dengan tubuh bergetar, Kevia berjalan mendekat. Tapi, saat Kevia tinggal selangkah, Zio langsung menendang tubuh pria tersebut dari samping.


Marah, pria itu menyerang Zio dengan brutal. Ia mencoba melukai Zio dengan mengarahkan senjataa di tangannya ke arah Zio. Namun, Zio berkali-kali bisa lolos.


Hal itu semakin membuat pria psikopat semakin meradang. Hingga akhirnya ia mengeluarkan sesuatu dari balik jaket kulit yang ia bawa.


Tidak mau ada korban jiwa karena dirinya, spontan Kevia merangsek pria tersebut. Ia merebut paksa senjataa api di tangan sang pria. Mereka berdua berebut hingga sebuah tembakan terdengar.


DOR!


BERSAMBUNG


DOR! Meletus balon hijau, hatiku sangat kacau. Hehheheh ...



Yuk, besok live instagrammm. Makin gabut hehhehe ....

__ADS_1


IG : Sept_September2020


__ADS_2