Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Hati Ke Hati


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 55


Oleh Sept


Rate 18 +


Siapa yang tahu kalau gadis itu ternyata masih perawan? Zio pikir, Kevia sudah tidak virginn lagi. Melihat kasus yang sudah-sudah, tentang penganiayaan yang sudah dialami gadis itu di Amerika, Zio benar-benar menduga kalau istrinya pasti tidak perawan.


Kini, setelah melihat bukti-bukti hasil perbuatannya sendiri, Zio pun merasa bersalah. Ia menyesal sudah merenggut paksa mahkota gadis tersebut. Meski Kevia adalah istrinya sendiri.


Matanya menatap nanar pada kain sprai yang sudah ternoda. Banyak rasa yang berkecamuk dalam diri pria itu. Sebuah penyesalan yang sudah sangat terlambat.


***


Beberapa waktu kemudian.


Naomi yang kebetulan terjaga dan waktu itu keluar kamar. Sepertinya mau mengambil minum ke dapur dan kebetulan melihat Zio panik, ia pun menyapa kakak laki-lakinya itu.


"Mas Zio kenapa?" tanya Naomi yang kala itu melihat kepanikan di wajah Zio. Naomi menduga ada sesuatu yang tidak beres.


Dengan cepat, Zio langsung menarik tangan adiknya. Tidak mau membuat gaduh malam-malam, Zio langsung mengajak Naomi memeriksa Kevia. Ia seret Naomi ke dalam kamarnya.


"Eh ... ngapain ke kamar Mas Zio?" Naomi sedikit panik saat Zio mengajak ia masuk ke dalam. Ia merasakan sesuatu yang buruk.


Begitu sampai, mata Naomi menatap aneh saudara laki-lakinya itu.


"Ngapain Mas Zio bawa aku lihat orang tidur?" Naomi terlihat bingung. Ia pikir Kevia kenapa-kenapa. Ini malah dilihatnya Kevia lelap di atas ranjang. Dan, kasurnya terlihat agak berantakan. Tanpa sadar, sudut bibirnya tertarik ke atas. Ia tersenyum melihat kelakuan Zio.


[Dasar!]


Naomi pun hendak berbalik, karena tidak mau menganggu tidur Kevia.


"Aku pikir ada apa, sudah ya. Aku keluar dulu. Dasar ... ada-ada aja."


"Dia pingsan!" ucap Zio cepat.


Seketika wajah Naomi mengeras.


"Apa?" tanya Naomi mencoba mencerna ucapan sang kakak.


"Gadis ini pingsan!" seru Zio sembari menghela napas dalam-dalam.


[Ya ... dia bukan gadis lagi sekarang!]


Zio terlihat menyesal.


Sedangkan sang adik, buru-buru Naomi bergegas naik ke ranjang, ia langsung memeriksa Kevia.


"Kenapa pingsan? Mas Zio apakah dia?" tuduh Naomi dan hal itu membuat Zio mengusap wajahnya dengan kasar. Dia memang salah, sepertinya melakukan terlalu kasar. Hingga gadis itu ketakutan.


"Dia mungkin shock," jawab Zio dengan tidak nyaman. Sebab merasa tidak enak membahas ini dengan Naomi.


"Shock? Kenapa? Apa yang membuatnya sampai shock dan pingsan?" Naomi terus menuntut penjelasan.


Meski tidak nyaman, Zio akhirnya menceritakan semuanya. Ia bercerita singkat tentang sebab ia menikahi Kevia, dan menceritakan bahwa mereka hanya menikah di atas kertas saja. Ia bahkan belum pernah menyentuh gadis itu.


"Apa? Mas Zio gilaaa!" cetus Naomi setelah mengetahui kalau keduanya menikah hanya di atas kertas. Bahkan sudah 3 bulan tapi Zio belum pernah melakukan hubungan.


"Mama pasti juga akan jantungan kalau mendengar semua ini!" tambah Naomi yang terkejut akan cerita Zio.


"Kita bahas nanti, sekarang coba kamu sadarkan dia!" pinta Zio.


Naomi menatap kesal pada Zio. Kemudian ia mengoles sesuatu di hidung Kevia. Ia oles-oles minyak gosok yang Ada di atas nakas.


Perlahan, kelopak mata Kevia bergerak. Kevia pun akhirnya siuman. Dan sorot matanya terlihat ketakutan. Untung saja, Naomi yang menyadari akan hal itu, langsung memeluk tubuh gadis yang habis diperkusi oleh kakaknya sendiri tersebut.


"It's okay, gak apa-apa. Tenanglah!"


Naomi mencoba menenangkan Kevia dengan memeluk wanita muda itu. Mata Naomi juga tidak lepas dari sang kakak. Ia merasa sebal dengan tindakan Zio.

__ADS_1


Satu jam kemudian


Naomi kini yang berbaring di atas ranjang bersama Levia. Sedangkan sang kakak berada di balkon sambil menyesap benda pipih yang mengeluarkan banyak asap tersebut.


Zio sedang galau karena rasa bersalahnya. Beberapa saat yang lalu, ketiganya bicara dari hati ke hati. Naomi yang lebih dewasa sangat mengerti kondisi Kevin, jauh berbeda dengan sang kakak yang dingin itu.


Flashback


"Maaf, Kevia ... aku akan tanggung jawab," ucap Zio setelah Naomi membuat Kevia jauh lebih tenang. Karena Naomi berjanji akan ada di sana menemani Kevia.


Rupanya, Kevia sangat takut pada Zio sekarang. Bahkan tidak berani menatap suaminya.


"Bagaimana? Mbak Kevia mau memaafkan pria ini ... atau lapor polisi?" sindir Naomi dengan tatapan pedas pada kakaknya.


Hal itu membuat Zio mendesis kesal, masa dia mau dilaporin ke polisi.


"Kalau mau lapor, aku bantu!" sambung Naomi.


Seketika Kevia menggeleng pelan.


"Jadi bagaimana? Mama papa pasti marah kalau mengetahui hal ini!" terang Naomi.


Zio kemudian mendekati Kevia, tapi Kevia malah menundukkan wajahnya.


"Jangan takut padaku, Kevia ... aku menyesal. Maaf ... karena tidak bisa mengendalikan diri."


Zio akan memegang tangan Kevia, tapi langsung ditarik oleh wanita tersebut. Kevia masih takut.


"Baiklah ... istirahat lah. Tidurlah. Naomi akan menemani." Zio pun berbalik dan menuju balkon.


Flashback End


Sekarang, Naomi sedang menemani Kevia tidur. Sedangkan Zio, pria itu terjaga semalaman setelah menembus gawang lawan. Malam pengantin yang penuh drama.


Menjelang fajar, Zio masih terjaga. Pria itu malah menonton TV dengan volume kecil.


"Belum tidur?"


Naomi mengamati mata kakaknya yang kelihatan lelah.


"Mana bisa aku tidur."


Naomi menghela napas panjang.


"Siapa suruh perkaosss istri sendiri! Harusnya lakukan dengan benar!"


Zio langsung melengos, ia sebal dengan adiknya yang sok tahu tersebut.


"Masih mending dia gak lapor polisi!" celetuk Naomi lagi dan membuat Zio tambah kesal.


"Mana ada istri lapor polisi hanya karena suaminya memaksa melakukan hubungan badannn?" protes Zio.


"Makanya Mas Zio!!! Ambik hatinya dulu, jangan langsung main serang!" celetuk Naomi.


"Tau apa kamu!"


"Ish!"


Karena berisik, keduanya tidak sadar membuat Kevia yang tidur jadi terbangun. Mulanya Kevia bangun dengan perasaan cemas, akan tetapi saat melihat sosok Naomi dari belakang, ia bernapas lega.


Karena ingin ke kamar mandi, ia pun turun dari ranjang. Tidak mau mereka tahu kalau ia sudah bangun, Kevia turun dan berjalan dengan pelan-pelan. Namun, tiba-tiba pusat intinya terasa nyeri.


"Aduh ...!" Ia mendesis pelan dan mengaduh.


Kebetulan, Zio menoleh. Tanpa suara, Zio terus saja memperhatikan Kevia yang berjalan pelan. Sepertinya menahan sakit akibat terong panggangnya.


Melihat Zio melihat kebelakang, Naomi ikut menoleh.


"Sana! Tanggung jawab. Gendong dia ... pasti sakit itu. Aku lihat ada bercak darah semalam. Itu pasti sakit sekarang."

__ADS_1


Zio menatap adiknya.


"Dia pasti tidak suka aku sentuh, apalagi gendong."


"Tidak! Aku jamin. Sudah Mas Zio bantu sana. Aku akan tetap di sini."


"Kamu saja!" ujar Zio.


"Ya sudah, aku bilang Mama!"


Seketika Zio langsung berdiri dan berjalan ke arah Kevia.


Settttt ....


Tiba-tiba saja Zio langsung membopong tubuh istrinya dan berjalan ke kamar mandi. Kevia terkejut, sampai tidak bisa berkata-kata.


"Maaf yang semalam!" bisik Zio kemudian menurunkan Kevia di depan pintu kamar mandi.


Wanita itu hanya menundukkan pandangan, kemudian masuk ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Kevia melepas semua pakaiannya. Ia menyalakan shower, membiarkan air membasahi seluruh badannya dari atas sampai bawah.


Beberapa saat kemudian


KLEK


Kevia tersentak kaget, baru membuka pintu Zio sudah menunggu di sana.


Settttt ...


Tanpa banyak kata, Zio kembali membopong tubuh istrinya. Tidak jauh dari sana, Naomi menatap dengan senyum.


[ASTAGA! Kaku sekali abangku ... masa minta di briefing dulu baru dia tahu caranya memperlakukan seorang wanita?]


Rupanya, saat Kevia mandi. Naomi menasehati abangnya. Saat tidur bersama Kevia semalam, Naomi bicara dari hati ke hati pada istri abangnya tersebut.


Di sana Naomi tahu, selama ini Kevia kagum pada kakaknya. Dan malam ini ia kecewa karena Zio yang merebut paksa mahkota miliknya.


Padahal, kalau dimulai pelan-pelan, dengan baik-baik, mungkin dia bisa menerimanya. Lagian, Zio pria baik. Siapa yang menolak pria tersebut.


"Jadi kamu gak marah sama Mas Zio?" tanya Naomi semalam.


"Dia selama ini baik padaku, meski kami belum lama kenal. Aku bisa merasakan hatinya yang baik itu. Tapi, tadi ... dia seperti pria-pria yang aku kenal. Dia hanya ingin tubuhku," curhat Kevia yang langsung nyaman bicara dengan Naomi.


"Kalian kan sudah menikah, wajar kan Mas Zio meminta haknya?" Naomi mencoba memancing.


Sementara itu, Kevia hanya bisa menelan ludah.


"Tapi ... dia menikahiku karena kasihan. Tidak ada cinta."


"Cinta tumbuh karena terbiasa, aku dengar Mas Zio sering ke Amerika untuk menemani saat sidang di pengadilan."


"Benar."


"Aku kenal kakakku, dia bukan pria brengsekkk. Jadi ... tolong maafkan dia. Dan jadilah bagian dari keluarga kami. Dan ... harap mahluk, jika caranya salah. Dia pria yang tidak berpengalaman." Naomi dengan gencar mempromosikan sang kakak.


"Tapi ...!"


"Tidak ada tapi, apalagi kalian sudah melakukan itu. Tenanglah ... aku akan berada di pihakmu jika dia berulah."


Naomi tersenyum ramah, ingin membuat Kevia yakin dengan pernikahannya.


Flashback End


"Sudah ... turunkan aku!" ucap Kevia yang tiba-tiba canggung. BERSAMBUNG.



__ADS_1


__ADS_2