Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Akibat Brondong


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 75


Oleh Sept


Rate 18 +


9 Bulan kemudian


"Sayang ... sayang!" panggil Naomi cukup kencang. Padahal Vincent ada di ruang sebelah. Suaminya sedang sibuk dengan banyak berkas menumpuk, sedangkan Naomi rebahan santai sambil menonton TV dengan dikelilingi toples-toples camilan.


Tap tap tap,


Sambil melepas kacamata baca, Vincent menghampiri istrinya yang sedang hamil tua tersebut.


"Mau apa?" tanya Vincent dengan memaksa senyum di bibirnya. Bukan karena apa-apa, sebab ini adalah panggilan kesekian.


"Mau itu!" tunjuk Naomi pada iklan di TV.


"Yang benar, Honey? Mana ada di sini?"


Vincent terlihat putus asa, meski hamil tua, Naomi selalu minta aneh-aneh. Hampir yang ia mau adalah makanan traditional Indonesia. Sedangkan mereka masih di LA. Mau cari ke mana? Apalagi di luar cuaca kurang bersahabat. Beberapa saat lalu ada badai salju. Access jalan pun susah dilewati.


"Yang ada aja, ya? Aku buatin sedari deh?" bujuk Vincent.


Naomi menggeleng, kemudian membuang muka. Alhasil, Vincent hanya bisa menghela napas panjang. Mau tidak mau, ia harus cari makanan yang dimau oleh istrinya itu.


Beberapa jam kemudian.


Vincent yang habis dari luar, terlihat mengigil sambil mengulurkan sesuatu pada Naomi. Makanan yang ia cari sejak tadi.


"Kok lama sayang?"


Vincent menutup mata, kemudian tersenyum.


CUP ...


"Tempatnya jauh!" jawabnya sambil mengecupp kening istrinya. Mencoba meredam rasa lelah dan dingin di luar sana. Lagian ini juga hasil perbuatan Vincent. Jadi ia harus tanggung jawab kalau anak mereka mau aneh-aneh.

__ADS_1


"Aku siapain piring ... makan, ya?"


"Eh, jangan! Udah nggak pengen!"


Seketika Vincent langsung menarik kursi dan duduk dengan lemas.


[Masih dalam perut kalian pandai betul ngerjain Papa!]


"Nanti sepertinya aku mau yang ini deh, sayang!" Naomi mengulurkan ponselnya.


Mata Vincent mengerjap, makanan apa lagi itu. Kepalanya pusing, karena yang di mau Naomi selalu sulit dicari.


"Cariin, ya? Babynya yang mau!" pinta Naomi dengan senyum manis.


Vincent hanya mengangguk kemudian berdiri. Pria itu kemudian berjongkok di depan Naomi yang tengah duduk.


"Oke oke ... apapun itu, demi kalian Papa cari."


"Makasih!"


Naomi memeluk Vincent dengan sayang. Meski jauh dari keluarga, Naomi tidak pernah merasa kesepian. Brondong manisnya selalu memenuhi relung hati Naomi. Mengisi hati Naomi dengan banyak cinta hingga ia tidak pernah merasa sepi dan sendiri.


Apalagi alasan anak menjadi kenyamanan yang utama. Naomi ingin anak-anak mereka dekat dengan keluarga di Indonesia. Apalagi keluarga Vincent. Jelas sangat mendukung kepulangan pria tersebut.


***


Usia kehamilan Naomi sudah memasuki usia tujuh bulan. Malam itu ia terlihat gelisah, tidak bisa tidur semalaman.


"Sayang ...!"


"Mana yang sakit?" tanya Vincent khawatir.


"Aku mau pulang."


"Iya, tahun depan ya. Beberapa bulan lagi."


Naomi menggeleng keras.

__ADS_1


"Besok ... babynya mau pulang besok. Mereka maunya besok!"


Rasanya Vincent ingin menangis. [Apalagi ini oh Tuhan]


"Katanya mau lahiran di sini?"


"Nggak ... mau di Indonesia."


"Tanggung, kan dua bulan lagi lahiran?"


"Nggak mau!"


Tiba-tiba Naomi seperti anak kecil yang menangis karena tidak dikasih permen. Hormon kehamilan membuat Naomi jadi sosok yang berbeda sekali dengan dirinya yang dulu. Tapi Vincent menyukai Naomi yang sekarang. Lebih ekpresif dan manja.


Sebab, Naomi yang dulu terlalu kaku dan jaim. Tidak tersentuh, membuat Vincent merasa canggung. Sekarang, mau dibolak balik seperti apa, Naomi nurut sama Vincent. Seolah sudah ketemu dengan pawangnya.


"Iya, besok aku pesen tiket!" ucap Vincent kemudian.


"Beneran?"


Vincent mengangguk.


"Makasih, makasi sayang ... love u!"


Cup


"Aku juga cinta sama kamu, sama kalian ... si kembar yang membuat papa kelimpungan!"


Cup


Vincent mengecupp seluruh perut Naomi yang buncit. Perutnya sangat besar meski bari 7 bulan. Ini karena Naomi hamil anak kembar dua. Sama seperti sang kakak.


"Udah, geli!"


Naomi mendirikan wajah Vincent, bukannya mundur, melihat Naomi yang hamil begini antena langsung on fire.


BERSAMBUNG

__ADS_1




__ADS_2