
Dinikahi Milyader Bagian 68
Oleh Sept
Rate 18 +
"Bawa foto itu pergi ... sudahlah Mas ... kenapa kalian bingung sekali aku mau menikah apa tidak," ucap Naomi dengan kecewa. Ekspresinya terlihat masam nan suram.
Tanpa melihat foto yang ada di mejanya, Naomi beranjak sembari membawa berkas di tangan. Ia mau ke ruang meeting. Bertemu Zio hanya membuatnya pusing. Kakak laki-lakinya itu begitu bawel, sibuk memintanya menikah. Sama seperti papa dan mamanya.
Mungkin karena Velia beberapa minggu lagi akan menikah. Keluarga jadi rempong memikirkan Ve yang akan menikah terlebih dahulu. Hanya karena akan dilangkahi, bukan berarti ia harus kejar setoran untuk segera menikah.
Hal inilah yang membuat Naomi jadi malas pulang ke rumah orang tuanya. Sudah beberapa tahun terakhir ia memilih tinggal di apartment mewah miliknya sendirian. Menyibukkan diri dengan pekerjaan dari pada memikirkan pasangan hidup.
Ia jomblo, tapi happy. Jadi salah besar bila mereka semua menatapnya dengan kasihan. Emangnya salah dengan status single? Naomi kaya, ia bisa berdiri di kakinya sendiri. Ia belom menikah bukan karena nggak laku, tapi karena memang belom mau.
Sementara itu, Zio menatap kepergian sang adik dengan senyum tipis. Begitulah Naomi, anak itu dari dulu super cuek dengan omongan orang. Pikirannya hanya kerja dan kerja. Apalagi sekarang sedang sibuk-sibuknya. Karena akan meresmikan hotel baru di Bali.
Acara perjodohan pun gagal, Naomi bahkan tidak mau menatap foto yang kini ada di tangan Zio. Sambil tersenyum menatap foto itu, Zio menghela napas.
"Sepertinya kamu harus berjuang sendiri!" gumamnya. Kemudian memasukkan foto seorang pria ke dalam map dan meninggalkan ruang kerja Naomi.
__ADS_1
***
D-Day
Hari pernikahan Velia, adik kesayangan Zio. Vee panggilan kesayangan anak terakhir Elvira dan Radika.
"Selamat ya, sayang," ucap Zia pada adik perempuannya yang paling kecil. Kini gadis kecil mereka sudah menjadi milik suaminya. Zia sedih, karena Ve akan ikut ke Belanda setelah menikah. Dia akan tinggal di sana mengikuti suaminya.
"Makasih, Mbak."
Ve memeluk kakak perempuannya dengan sayang. Kemudian giliran Naomi yang mendekat. Ve merasa kebahagian dirinya tidak sempurna, meski bibir sang kakak tersenyum. Ia paham, kakaknya tidak bahagia.
"Semoga kalian bahagia, banyak momongan!" tambah Naomi sambil menoleh. Ia lirik kakak iparnya yang sedang hamil.
Kevia jadi malu sendiri saat Naomi melihat perutnya. Ini gara-gara Zio, yang tidak mau absent. Meski KB alhasil tetap kebobolan.
Sementara itu, dari belakang keluarga Rayyan dan Jeandana menyusul, ingin mengucap selamat.
"Selamat ya, cantik ... semoga langgeng pernikahannya!"
Begitu banyak ucapan selamat dan doa untuk kedua mempelai. Ve terlihat bahagia karena akhirnya menikah dengan pria pilihannya. Tinggal Naomi, hanya ia sendiri yang terlihat kaku saat acara foto bersama.
__ADS_1
Semua punya gandengan, dan ia sendirian. Itulah tidak enaknya kaum single kalau datang ke kondangan. Meski kondangan keluarga sendiri. Berasa terasing hanya karena tidak punya pasangan.
***
Beberapa hari kemudian
Bali, Indonesia. NoKa International HOTEL
Naomi sedang mengunjungi hotel miliknya di Bali, ia sedang melihat-lihat. Namun, tiba-tiba salah satu pegawainya menghampiri.
Wajahnya terlihat gelisah, Naomi pun bertanya apa yang sedang terjadi. Setelah mendengar penuturan sang pegawai, ia bergegas menuju salah satu kamar.
"Maaf, permisi ..." ucap Naomi dengan sopan.
Ia kemudian masuk, dan melihat soso pria yang duduk sambil memegang segelas minuman sambil menatapnya tajam.
BERSAMBUNG
Ini hotel Naomi yang ada di Bali. Kira-kira siapa pelangan yang ia temui?
__ADS_1