Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Mata-Mata


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 50


Oleh Sept


Rate 18 +


ORCHID ROYAL APARTMENT


"Mas Dirga, Mas harus olah raga deh. Ih ... perut Mas Dirga gak banget!" celetuk Diska.


"Kamu pulang aja, Dis! Tiap main ke sini, berisik!" cetus Dirga yang kala itu sedang berbaring di pangkuan Levia.


Levia sendiri hanya tersenyum melihat suaminya yang begitu galak bila menghadapi cibiran saudara perempuannya. Tapi, Diska memang benar. Karena berat badan Dirga Naik 4 kilo tiga bulan ini.


Yang hamil siapa, yang doyan makan siapa. Setelah masa mualnya hilang di bulan kedua, Dirga memang doyan makan. Ini karena Levia yang sedikit-sedikit membuat makanan.


Sejak hamil, Levia jadi sering bereksperimen di dapur mewah mereka. Hanya suka masak, sedangkan yang menghabiskan adalah suaminya. Jadi, sangat wajar jika Dirga agak berisi sekarang.


"Suruh diet, Mbak!" celetuk Diska sambil berdiri dan dengan usil mencubit perut abangnya yang kini banyak lemaknya. Tidak se atletis dulu.


"Ish!" Dirga mendesis kemudian melotot tajam ke arah Diska.


Levia pun semakin terkekeh melihat Tom and Jerry tersebut. Dan hal itu membuat Dirga senang. Levia sekarang sering tersenyum. Terlihat makin cantik. Apalagi sejak hamil, aura Levia seolah memancar lebih terang.


Puas bercanda, mereka kini duduk di meja makan. Menikmati masakan Levia. Di sela-sela acara makan itu, Diska mulai berbicara. Ia menanyakan perihal Zio pada kakaknya.


"Mas, kabar Mas Zio bagaimana ya? Kok lama sekali nggak kelihatan?"


Dirga hanya melirik, enggan menjawab. Mana dia tahu kabar sepupunya itu. Tapi Diska benar, Zio seolah-olah menghilang beberapa bulan ini.


[Apa dia patah hati karena aku yang berhasil mendapat Levia]


[Ke mana dia?]


Dirga malah larut dalam pikirannya sendiri. Sementara itu, yang dibahas kini sedang dalam perjalanan ke mansion.


***


Mansion mewah milik Zio Rael Dirgantara. Terlihat sepi, tidak ada aktivitas apa pun di sana. Hanya terlihat penjaga di pos jaga.


Begitu mobil yang membawa Zio masuk gerbang, penjaga langsung menghampiri dan membuka pintu depan.


"Turun lah, kita sudah sampai!" seru Zio saat mereka sudah tiba di kediaman Zio yang ternyata cukup besar bagi Kevia.


Kevia terlihat bengong saat menginjakkan kakinya di sana, ia tidak banyak bicara. Hanya berjalan mengikuti instruksi suami di atas kertas tersebut.


Ya, hanya di atas kertas. Sebab, setelah menikah beberapa bulan lalu. Selama ini keduanya hanya bertemu di pengadilan. Selama menjalani sidang, selama itu pula mereka bertemu. Begitu bebas dari semua tuntutan yang ditujukan padanya, Zio langsung membawa Kevia pulang ke Indonesian.


Kini, Kevia juga bingung harus bersikap dan membawa diri. Sebab, Zio sangat asing. Sikapnya dingin, dan kaku. Membuatnya canggung. Meski pria itu sudah baik hati dan menolongnya selama ini, ia merasa masih aneh. Suasana masih kaku ketika keduanya bertemu.


Mungkin karena tidak pernah komunikasi lebih dalam. Paling kalau bicara, mereka hanya membahas kasus yang menimpa Kevia. Dan sekarang, Kevia semakin canggung saja. Setelah Zio membawanya pulang untuk tinggal satu atap.


KLEK


"Ini kamarmu!" ucap Zio sambil membuka pintu.


"Bi, bawa kopernya ke dalam!" seru Zio sambil menatap ART yang sejak tadi agak bengong, karena tuan mudanya membawa seorang gadis.

__ADS_1


Ini kabar panas, kabar yang harus ia siarkan pada Nyonya besar Elvira. Tapi, nanti dulu. Ia akan melayani tamu tuan mudanya tersebut.


"Ditaruh sini, Non?" tanya Bibi.


"Biar saya saja, Bik." Kevia meraih kopernya sendiri. Ia yang akan membawanya sendiri.


Sedangkan Zio, wajahnya nampak lesu. Mungkin juga karena lelah. Akhir-akhir ini harus mengurusi segala hal mengenai Kevia. Membuat jam istirahat pria tersebut berkurang.


"Ya sudah, kalau ada apa-apa, minta sama bibi."


Zio kemudian meninggalkan keduanya. Ia pergi ke kamarnya sendiri.


Sementara itu, setelah Zio pergi, Bibi pun bertanya pada Kevia. Apa ada yang ingin tamunya itu inginkan.


"Apa yang bisa Bibi bantu, Non?"


Kevia menggeleng.


"Tidak, Bi. Terima kasih."


"Mungkin Nona ingin sesuatu?" desak Bibi. Jujur ia agak senang karena Zio membawa pulang seorang gadis.


"Terima kasih, Bi. Beneran, saya bisa sendiri."


Bibi pun undur diri, karena sepertinya memang tidak ada pekerjaan lagi untuknya.


Sore harinya.


Sejak tiba, Kevia hanya di dalam kamar. Ia juga bingung mau apa. Alhasil hanya berdiam diri di dalam sana.


***


Di kamar ART.


Bibi terlihat sedang menelpon.


"Bibi yakin Zio pulang bawa gadis? Sekarang masih di Mansion?" ulang Elvira yang tidak percaya akan laporan asisten rumah tangga, yang juga merangkap jadi mata-mata mamanya Zio tersebut.


"Benar, Nya. Nyonya lihat sendiri. Sekarang bahkan masih di dalam kamar. Tidak mau keluar."


"Astaga! Bibi gak bohong?"


"Sumpah, Nya!"


"Terus sekarang Zio ke mana? Ada di mansion juga?"


"Sedang keluar, Nya. Makanya ini saya bisa telpon Nyonya."


"Tahan gadis itu, jangan boleh pergi. Kunci pagar. Saya ke sana!"


"Baik, Nya!"


Tut Tut Tut


Sambungan telpon pun terputus.


Setelah selesai mengadu pada Nyonya besar, Bibi langsung keluar. Ia menuju halaman depan. Meminta pada penjaga untuk mengunci semua pintu. Jangan sampai ada seorang pun yang keluar.

__ADS_1


"Memangnya ada apa, Bi?" jelas penjaga penasaran. Tiba-tiba ART itu meminta semua diperketat.


"Nyonya mau datang."


"Hanya itu?"


Bibi hanya mengangguk, kemudian masuk ke dalam mansion. Begitu masuk, ia ingin memeriksa, apakah tamunya masih ada di kamar.


Tok tok tok


"Iya!" jawab Kevia sambil melangkah menuju pintu.


KLEK


"Iya, Bi."


[Aman, masih Ada]


Bibi merasa lega. Kemudian mulai basa-basi.


"Nona mau saya buatkan sesuatu?"


"Terima kasih banyak, Bi. Itu kue dari Bibi masih banyak."


ART tersebut hanya nyengir, kemudian menundukkan wajahnya. Sambil pamit undur diri.


"Kalau butuh apapun, panggil saya ya, Non."


"Baik, Bi."


Bibi pun meninggalkan Kevia setelah memastikan Kevia masih ada di dalam kamar. Ia pun duduk di ruang tamu, menunggu kedatangan Nyonya besar.


***


Setengah jam kemudian


Ting Tung


Mendengar suara bell, Bibi bergegas membuka pintu.


KLEK


BERSAMBUNG


Yang datang siapa ya, emak emak? Zio apa Elvira? Sang mama yang mau menciduk gadis yang tiba-tiba dibawa pulang oleh putranya.


***


Sekilas Info


Besok hari terakhir buat give away. Pantengin ya, Hehehe ...


Yang belum menang, bulan maret Sept bikin lagi. Oke! Tetap Semangat.



__ADS_1


__ADS_2