
Dinikahi Milyader Bagian 62
Oleh Sept
Rate 18 +
Di sebuah rumah sakit, Levia sedang berjuang melahirkan anak pertamanya. Ia langsung menjalani operasi Caesar karena kondisi yang mendesak. Tidak mungkin bagi bumil tersebut melahirkan secara normal karena banyak faktor.
Sementara itu, di luar ruang operasi, Dirga duduk sambil tertunduk dan mulutnya terus berdoa. Berharap istri dan anaknya selamat. Pria itu tidak henti-hentinya meminta pada sang Pencipta untuk keselamatan orang yang ia kasihi. Orang yang paling berharga dalam hidupnya saat ini.
Tap tap tap,
Dirga yang kusuk berdoa, ia menoleh melihat orang tuanya tiba bersama Diska.
"Bagaimana, Levia? Bukannya masih beberapa minggu lagi?" tanya Jean panik mendengar cucunya mau lahir lebih awal.
"Dirga nggak tahu, tiba-tiba saja ketubannya pecah."
"Ya Tuhan, semoga semua baik-baik saja!" ucap Jean sambil memeluk putranya.
Sedangkan Rayyan, pria itu menatap ruang operasi. Mungkin ia ingat waktu Levia melahirkan dulu. Melahirkan anak yang lama dinanti. Kini, anaknya itu bakal menimang anak. Ya ampun, ia merasa sudah sangat tua. Sebentar lagi akan menimang cucu.
"Pi ... Papi!" panggil Diska yang melihat sang papi malah melamun.
"Jangan bengong, Pi!"
Rayyan langsung tangan putrinya yang cerewet itu. Ia suruh Diska yang mondar-mandir untuk segera duduk.
"Duduk sini!"
"Aku malu lihat ponakan aku, Pi!" ujar Diska yang tidak mau duduk. Memilih seperti setrikaan. Membuat Dirga dan Jean makin gelisah.
Beberapa saat kemudian
KLEK
__ADS_1
Saat pintu dibuka dari dalam, mereka semua langsung beranjak dan mendekati sang dokter yang keluar dari ruang operasi.
"Selamat, ibu dan bayinya selamat tanpa kurang satu apapun. Sekarang pasien akan dibawa ke ruang pemulihan dulu," terang dokter dengan senyum ramah.
"Maksih, Dok!" ucap Dirga dengan haru. Ia sangat bahagia, karena akhirnya baby D lahir dengan selamat tanpa kurang satu apapun.
***
Beberapa jam kemudian, di salah satu uang rawat inap VIP, terlihat Levia sedang mensimulasi ASI untuk Malaikat kecilnya. Sedangkan yang lain duduk di sofa sambil berbincang setelah mengendong baby D secara bergantian..Padahal masih bayi, tapi baby D sudah menjadi rebutan oma, opa dan tantenya.
Sementara itu, Dirga terlihat begitu siaga. Levia mau apa langsung ia tangani. Sebisa mungkin istrinya itu tetap diam di tempat. Sambil mengusap jari kaki baby D yang begitu mungkin, Dirga tak hentinya memuji putri kecilnya yang cantik tersebut.
Ternyata sangat mirip dengannya, mungkin karena gizi yang selama ini tercukupi, dua minggu lahir lebih cepat tidak menjadi masalah. Baby D lahir cantik, selamat, sehat tak kurang apapun. Semua keluarga Dirgantara bersuka ria menyambut kehadiran malaikat kecil di tangan mereka.
***
Hari ke lima, Levia sudah boleh pulang dengan bayinya. Akhirnya mereka bisa pulang meninggalkan rumah sakit.
Tiba di rumah, Levia dibuat terharu. Apartment suaminya sudah dipenuhi hiasan warna pink, dengan balon-balon cantik yang dihias sangat cantik.
Diska hanya tersenyum, kemudian melirik Reza yang sejak tadi duduk di sofa ruang tamu. Reza sudah tiba terlebih dahulu setelah mendapat kabar kalau Levia sudah pulang dari rumah sakit.
"Mas Reza ... makasih sudah datang."
Reza hanya mengangguk, kemudian menatap putri kecil Levia.
"Boleh Mas gendong?" tanya Reza.
"Hati-hati!" Dirga sepertinya over possessive pada baby D. belum apa-apa ia sudah memberikan lampu kuning pada kakak iparnya.
Terlepas dari perasaan apapun, mereka semua berkumpul dengan suka cita. Merayakan kehadiran baby D yang kini sudah hadir di tengah-tengah mereka.
Selsai makan bersama, mereka semua berbincang, membicarakan apa saja. Di sela-sela obrolan itu, Diska malah mengajak Reza foto di bawah bingkai cantik penuh bunga-bunga.
"Selfi bentar, Mas. Sama Diska!" ajak Diska tanpa malu-malu.
__ADS_1
Karena menganggap gadis itu layaknya keluarga juga. Reza pun mau berfoto dengan gaya kaku tentunya.
"Senyu dong, Mas!" celetuk Diska yang melihat wajah Reza terlalu kaku.
Dirga yang memperhatikan dari tempat duduknya, hanya mencebik. Melihat kelakuan sang adik. Sepertinya Diska terlalu kentara kalau mau caper.
"Harusnya cewek itu dikejar Diska, bukan ngejar!" batin Dirga.
Tidak terasa hari berjalan dengan cepat, acara pun akhirnya selesai juga. Dekorasi pun sudah sebagian dibereskan. Mereka semua menginap di apartment karena masih belom mau berpisah dengan baby D.
Keluarga itu terlihat sangat bahagia, kehadiran baby D bagai mentari yang menyinari hari-hari mereka semua.
***
5 Tahun kemudian
Tiga orang balita berusia 3 tahun bermain-main di sebuah taman. Tidak jauh dari sana, terlihat menara Eiffel yang menjulang tinggi, terlihat indah dari jauh. Apalagi bunga-bunga di taman itu, sangat memanjakan mata.
Ketika balita-balita itu mengejar burung dara, sang mama langsung memanggil mereka semuanya.
"Annabelle, Mirabelle, Isabelle!" seru wanita tersebut sambil menghampiri ketiganya.
Di belakangnya, sosok pria tegap berbadan atletis, tampan dan masih awet muda, terlihat sibuk mereka istri serta anak-anaknya.
"Lihat sini, Honey!" seru pria tersebut. BERSAMBUNG.
Baby Twins siapa itu? Baby girl 3 loh ...
Pastinya masih ada kaitannya dengan dunia perterongan. Wkwkwk
IG : Sept_September2020
Aku tadi live loh.. masih ada di IG ... cuss hehheh. Gabutnya aku. Heehhehe.. ada wajahku di sana. Hihihih ... awas sawan. wkwkkw
__ADS_1