Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Pernikahan Yang Hangat


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 59


Oleh Sept


Rate 18 +


Mohon skip lagi, cocok untuk yang sudah menikah. Biar lengket sama pasangan. Yang belom nikah, tolong jangan nekat. SKIP!


***


Menikah ternyata sangat enak, Zio merasa menyesal memilih melajang selama ini. Tahu begitu ia menikah sejak dulu. Karena setiap saat bisa mandi keringat sama-sama. Seperti sekarang ini, matanya menatap bulir bening yang ada di atas dahi Kevia.


Awalnya Kevia malu-malu, tapi karena terlanjur melakukan berkali-kali, apalagi Zio sudah mulai terampil membuai istrinya itu, sekali sentuhan di tempat paling rawan, mampu membuat wanitanya itu menyerah.


Ya, menyerahkan semua pada Zio. Pria itu bahkan tidak canggung meminta Kevia duduk di atasnya.


Lalu bagaimana dengan Kevia? Jujur, rasa malu sudah mengunung. Namun, jari-jari Zio yang begitu terampil, lidah pria itu yang sangat lihai, ditambah sikap hangat dan bisikan-bisikan lembut yang melemahkan, membuat Kevia pasrah. Karena ia juga menikmatinya.


"Lebih cepat, Sayang!" ucap Zio lirih.


Kevia sempat tertegun, apa telinganya tidak salah dengar? Ketika mendengar kata sayang dari suaminya itu.


"Ayo, sayan ... jangan berhenti."


Kevia yang diam sesaat kembali melakukan kegiatannya. Memompa lagi dan lagi, sampai keringat membasahi dahinya.


Aneh, ada yang salah dengan tubuhnya. Ia tidak seliarrr seperti yang sudah-sudah. Meski bergejolak, tapi tidak begitu mengebu-ngebu.


Sampai akhirnya Zio memainkan jari-jarinya, barulah ia mulai menghangat dan terbakar bersama-sama.


Kevia bahkan bisa melihat ketegangan di wajah suaminya. Sepertinya mau keluar, karena tangan Zio mencengkram kedua pundak Kevia dengan erat.


Diikuti dengan suara napas yang memburu dan tertahan, beberapa detik kemudian, Zio mengejang, wajahnya mengeras dan setelah merasa ada sesuatu yang hangat mengalir di sana, Zio langsung lemas.


Begitu juga dengan Kevia, ia pun turun dan ikut berbaring di sisi Zio. Habis dari pundak, rasa canggung kembali datang. Sampai Kevia tidak berani menatap mata pria tersebut. Padahal, tadi ia naiki. Sekarang, menatap matanya saja canggung. Kalau lagi di puncak memang membuat orang lupa segalanya. Lupa rasa malunya, seperti Kevia.


Kini, pipinya sudah seperti kepiting rebus. Untung saja Zio yang sudah dimentor Naomi mengerti sedikit-sedikit tentang perasaan wanita. Dengan hangat, ia raih pinggang Kevia.


Ia dekap tubuh Kevia dan mengecupp punggung istrinya tersebut. Dimulai dari percikan gejolak jiwa yang membakar, ingin merasakan tubuhnya, kini Zio pun ingin memiliki raga dan jiwanya juga.


"Capek?" tanya Zio yang kini dalam posisi berbaring sambil memeluk Kevia dari belakang.


Meski tidak berdahap hadapan, Kevia menjawab dengan menggeleng. Dan Zio pun semakin erat memeluknya.


"Istirahat dulu ya, tapi nanti sambung," bisik Zio pas di telinga Kevia.

__ADS_1


[Astaga suamiku?]


Alis Kevia menyatu, mana pernah ia menyangka laki-laki baik itu ternyata hiper. Ya ampun, tapi tidak apa-apa. Karena jiwa mudanya yang kini mulai bergejolak, pun menyukai hal itu.


***


Hari-H


Di sebuah hotel bintang lima, di salah satu ruangan khusus untuk acara besar. Tepatnya di ballroom EL Hotel, terlihat sangat meriah.


Zio dengan percaya diri melangkah sambil menggandeng istrinya. Mengenalkan pada dunia, siapa wanita yang kini menjadi ratu di hatinya. Ratu yang beberapa hari ini ia ajak kebut-kebutan mengerjakan proyek tanam saham.


Semua undangan yang hadir mengucapkan banyak selamat dan doa untuk pasangan yang sedang berbahagia. Dan salah satu tamu istimewa yang hadir adalah bumil cantik dan suaminya yang super bucin.


Levia datang menggunakan dress longgar, karena Dirga tidak mau tubuh istrinya yang super seksieeee saat hamil tua terekspose oleh orang-orang. Hamil tua membuat Levia semakin auranya memancar, dan Dirga semakin over possessive serta over protective.


Sambil menikmati acara, keduanya memilih duduk di tempat khusus keluarga, karena Dirga tahu, Levia tidak tahan berdiri lama-lama.


Di sana juga ada Diska, sejak tadi ia geleng-geleng kepala melihat aksi abangnya yang bucin parah. Sejak tadi, tangan Dirga tidak lepas dari istrinya itu.


"Mas, itu kenapa dipegang mulu?" sindir Diska


"Jangan iri, sana cari pacar!" celetuk Dirga yang mengetahui adiknya meski cantik tapi jomblo akut.


Diska langsung mencebik, kemudian dari jauh ia melihat saudara tiri Levia datang.


Levia langsung menoleh kemudian melambaikan tangan. Mereka memang janjian ketemu di acara pesta pernikahan Zio dan Kevia.


Dan ternyata, Reza datang tidak sendiri. Ia datang bersama mamanya, karena keluarga Elvira dan Radika yang mengundang besan Jeandana dan Rayyan tersebut.


Mama Dona tanpa malu-malu langsung duduk di sebelah Levia, ia dengan wajah ramah menyapa anak tirinya. Sambil tangannya mengusap perut Levia yang sudah besar.


"Sudah mau lahir, ya?" tanya mama Dona. Pura-pura perhatian, karena modus.


Biasanya Levia mengirim uang. Sepertinya uangnya sudah menipis. Karena dipakai menghidupi saudara tiri Levia, Ya karena Reva habis melahirkan dan tidak bekerja. Sedangkan sutradara yang kemarin, sama sekali tidak peduli. Karena takut ancaman istri sah yang akan menuntut harta serta hak wali anak.


Tidak mau kehilangan apapun, maka ia memilih kembali pada keluarganya. Sedangkan Reva, harus menelan pil pahit dan menerima resiko atas semua yang sudah ia lakukan.


"Oh ya, Ma ... Reva mana?" tanya Levia yang juga basa-basi. Ia tahu mamanya pasti cuma mau uang darinya.


"Ada di rumah, babynya demam. Jadi nggak ikut." Wajah mama Dona dibuat memelas.


"Sudah ke dokter?"


Mama menggeleng.

__ADS_1


"Nanti, Levi transfer."


"Nggak usah!" dalam hati bersorak.


"Nggak apa-apa, Ma." Levia tersenyum tulus.


Sedangkan Dirga, tidak peduli dengan obrolan keduanya. Ia kurang respect. Bukannya pelit, tapi ibunya Levia datang selalu minta uang.


Tapi, dia tidak pernah tidak memberikan uang pada mertuanya itu. Bagi Dirga, uang bukan apa-apa. Harta paling berharga bagi Milyader seperti Dirga adalah istri dan anak yang kini dalam kandungan Levia. Mereka adalah harta paling mahal yang ia punya sekarang.


***


Sepanjang acara semua berjalan sukses, dan ketika akan pulang, Dirga malah membawa istri kesayangannya itu istirahat di dalam sebuah kamar hotel.


"Malam ini kita tidur di sini, ya?"


Dirga memperhatikan istrinya yang memijit kaki, sepertinya Levia capek sepanjang acara tadi.


"Hemm."


"Kamu kelihatan capek banget sayang ... aku pijit ya?"


Levia langsung tersenyum dan meluruskan kakinya.


"Buka bajunya dulu."


[LAH?]


Mau pijit apa babang?


Melihat Levia yang hamil begini, rupanya Dirga mau mendarat darurat. Sejak tadi ia memang sudah ingin Levia, apalagi tadi kelihatan sangat cantik dengan riasan dan gaun pilihannya. Otaknya traveling begitu lancar.


Hingga ia langsung merencanakan hal ini, menginap di hotel yang sama dengan pengantin. Ia juga mau mengulang malam pengantin mereka.


"Mau ya? Kata dokter kan bagus ... biar mempermudah persalinan nanti," ucap Dirga serius padahal modus.


BERSAMBUNG


Yang kangen sama biji terong. Hahaha ... semua Varian terong ada di sini. Silahkan di masak ...




Monggo mampir di terong2 pilihan.. jangan lupa jempolnya digoyang yaaaa hehhhe.

__ADS_1



__ADS_2