Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Presidential Suit


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 33


Oleh Sept


Rate 18 +


Malam ini adalah malam yang sangat dinanti oleh sosok milyader bernama Azzam Bernabas Dirgantara. Pria yang disapa Dirga tersebut, kini terlihat excited saat menjelang malam pengantinnya.


Ia yang lama menutup hati, tiba-tiba saja muncul gadis biasa dan membuatnya terus memikirkan gadis tersebut. Ya, pada Levia, malam-malam Dirga dihantui oleh sosok gadis yang katanya jelek tersebut. Ternyata, dipoles ke salon sedikit. Kecantikan Levia langsung memancar.


Jelek saja selalu menghantui malam-malam Dirga, apalagi kalau sudah cantik begini? Rasanya, insomnia setiap malam, Dirga juga tidak masalah.


Buk ... buk ... bukk ...


Dirge menepuk permukaan ranjang tepat di sebelahnya.


"Ayo sini!"


Levia melirik sofa.


[Apa aku sebaiknya tidur si sofa?]


Dirga juga mengikuti ke mana gadis itu menatap.


"Jangan aneh-aneh, mana mungkin salah satu di antara kita tidur di sofa!" celetuk Dirga yang seolah tahu arti tatapan gadis tersebut.


"Emm ... bisa tidak saya tidur di sini saja?"


Bukkk


Levia langsung duduk di sofa, padahal Dirga baru saja melarang. Tapi, tubuhnya terlalu takut jika dekat-dekat dengan pria tersebut.


"Naik ke sini sendiri ... apa aku gendong?" ancam Dirga.


"Dan ... sedikit santailah saat kita bicara. Kamu sedang bicara dengan suamimu, bukan atasanmu!" tambah Dirga yang merasa bahwa Levia selalu bicara formal padanya.


[Suami ... ya dia suamiku. Bagaimana bisa aku berakhir menikah dengan suami sepertinya? Dia hanya pria yang ingin tidur bersama saja!]


Levia mendadak merasa kesal.


"Naiklah!" ujar Dirga lagi.


[ASTAGA ... noak naik. Apa dia pikir aku gadis yang dibayar untuk memuaskan dia saja? Kalau bukan karena mami Jean, rasanya aku ingin pergi jauh-jauh darinya]


Setttt

__ADS_1


Dirga langsung turun dan membopong tubuh istrinya, karena Levia malah bengong saat ia ajak bicara.


"Eh ... turunkan saya, Tuan!"


"Bilang tuan lagi akan kuciumm dengan paksa!"


JLEB


Masih dalam bopongan khas bridal style, Levia langsung memalingkan muka. Takut bibirnya dirampas paksa lagi.


Akhirnya, Levia diam saja ketika Dirga membawa dan meletakkan tubuhnya di atas ranjang yang dipenuhi ratusan kelopak bunga mawar tersebut.


"Tidak mau pakai yang tadi? Kelihatannya pasti akan sangat bagus saat kamu mengenakan itu!" bisik Dirga sembari meletakkan Levia di atas ranjang dengan lembut.


[MESUUMMM!]


Malu, pipi Levia langsung merona. Dan menyadari hal itu, Dirga malah terkekeh. Namun, tawanan lambat laun menghilang ketika dilihatnya Levia sedang memainkan jari-jarinya. Dilihatnya sang istri yang sepertinya sangat gugup.


"Lev! Kamu takut padaku?" tanya Dirga spontan.


Levia mengangkat wajahnya perlahan, dilihatnya Dirga yang menunggu jawaban darinya.


[Ya ... aku sangat takut dengan pria sepertimu]


Levia hanya menjawab dalam hati, sedangkan bibirnya terkunci rapat. Hanya sorot matanya yang menjawab. Dan Dirga merasa, gadis itu memang takut padanya sekarang.


"Kalau kamu takut malam ini, aku tidak akan memaksa ... ya sudah. Ayo tidur. Kamu pasti lelah!"


Bukkk


Dirga melempar tubuhnya di sisi ranjang yang lain. Ia menarik selimut dan pura-pura tidur. Sedangkan Levia, ia masih bersikap siaga, mana mungkin pria itu meloloskan dirinya dengan mudah. Dengan takut-takut, ia mengintip. Dilihatnya Dirga sudah memejamkan mata.


Dirga niatnya mau pura-pura tidur, tidak tahunya ia malah ketiduran betulan. Rupanya, effect ditemani Levia sudah kelihatan. Tidur satu ranjang saja sudah membuatnya tidur lebih dari 4 jam.


Akan tetapi, kini ia yang bingung ketika harus bangun tengah malam. Lebih tepatnya menjelang fajar. Apalagi bukan dirinya saja yang bangun, melainkan adik kecilnya yang ikut terjaga.


[Sejak kapan aku semesumm ini?]


Dirga menelan ludah ketika melihat bathrobe yang dikenakan Levia sedikit tersingkap. Bukannya menarik selimut untuk menutupi bagian kaki tersebut, Dirga malah menariknya pelan. Membuat Levia tidak tertutup selimut sama sekali.


Mungkin capek dan lelah, Levia tidak bangun setelah apa yang Dirga lakukan. Ditambah gadis itu malah mengeliat kemudian miring memghada tepi ranjang.


Alhasil, Dirga malah disuguhi pemandangan dari belakang yang menggoda iman.


[Apa dia sedang menggodaku?]

__ADS_1


Padahal Levia benar-benar tidur pulas. Dirga sangka, gadis itu sengaja berpose sangat seksieee untuk menggoda dirinya.


Karena celana segita miliknya terasa sesak, akhirnya Dirga pun melepas semuanya. Kini ia hanya memakai atasan dan bagian bawah hanya di selimut oleh kain tebal dan hangat tersebut.


Sambil menelan ludah, dan jakun naik turun, Dirga merambat mendekati Levia. Baru menciumm aroma tubuh Levia dari punggungnya saja, Dirga semakin kesusahan menelan ludahnya sendiri.


"Ihs ...!"


Pria itu mendesis kesal. Masa iya dia harus memperkusi istrinya sendiri?


[Sadar Dirga!]


Dirga memejamkan matanya rapat-rapat. Kemudian menghela napas panjang.


Sampai lima belas menitan, pria itu kelimpungan karena harus menahan tidak menyentuh Levia yang masih terlelap tersebut.


Dirga tersika sendiri oleh hasrathnya yang mulai berkobar sejak masuk kamar pengantin ini.


[Bangunlah Lev ... bangunlah!]


Ditatapnya punggung Levia terus menerus, membuat yang lain yang malah semakin terbangun. Lama-lama pria itu tidak tahan juga, dengan sekali gerakan, ia peluk saja Levia dari belakang.


Levia mungkin terlalu lelah, dipeluk juga tidak merespon. Gadis itu masih saja tidur. Bahkan, Dirga bisa merasakan hembusan napas halus Levia yang terdengar beraturan.


[Ish ... dipeluk begini masih tidur juga?]


Gemas, Dirga merapatkan pelukan. Tangannya bisa merasakan pinggang Levia yang langsing tersebut. Tiba-tiba bibirnya tersenyum geli. Bagaimana nanti? Bila pinggang itu menggembang karena ulahnya?


[Apa ini?]


Levia akhirnya mengerjap, tangannya menyentuh lengan kekar yang melingkar di pinggangnya. Ada bulu-bulu halus ketika ia merabanya. Seketika, Levia langsung membuka mata dan melihat ke bawah.


"Astaga!" pekiknya kaget.


Levia spontan menoleh, ia panik karena Dirga sudah memeluknya dari belakang. Apalagi pria itu malah balas menatap dengan tatapan aneh.


"Sudah bangun?" tanya Dirga santai tanpa melepas lengannya.


"Em ... itu ...!" Levia semakin gugup karena tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang keras menyentuh bagian belakang tubuhnya.


[Bagaimana ini?]


BERSAMBUNG


__ADS_1


Segera terbit ... cusss


IG : Sept_September2020


__ADS_2