
Dinikahi Milyader Bagian 51
Oleh Sept
Rate 18 +
Suasana yang sunyi sepi nan tenang mendadak menjadi tegang. Begitu bell pintu berbunyi, Bibi bergegas membuka pintu. Seolah sudah tahu, siapa yang datang tersebut. Belum apa-apa Bibi sudah deg-degan. Seolah mereka semua akan menangkap maling saja.
Sambil menghela napas dalam-dalam, Bibi akhirnya memegang knop pintu lalu membukanya.
KLEK
"Di mana dia, Bi?" serang Elvira begitu ia melihat wajah Bibi sekaligus orang kepercayaannya tersebut. Ya, selama ini ia memberikan tugas khusus untuk mematai-matai Zio. Karena Elvira merasa aneh, mengapa beberapa bulan ini Zio ke luar negri. Namun, bila ditanya selalu alasan bisnis.
Bila bertanya pada sekretaris Zio, Elvira pasti diberi jawaban yang sama. Kan memang sekongkol. Elvira sekarang malah lebih percaya orang dalam. Yaitu Bibi yang 24 jam selalu di mansion milik putranya tersebut.
"Mana, Bi?" tanya Elvira kembali.
Pintu baru dibuka separuh, Elvira langsung menyerobot masuk. Wanita paruh baya itu seolah tidak sabar bertemu gadis yang dibawa oleh putranya. Ini adalah kejadian yang langka. Ia ingin memeriksanya, ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Kamar tamu, Nya." Bibi menunjuk kamar tamu.
"Siapa dia kira-kira, Bi? Sampai Zio membawanya masuk ke sini?" tanya Elvira lagi sembari terus melangkah.
"Kurang tahu, Nya. Bahkan bawa koper juga." Bibi juga ikut berjalan di belakang Elvira.
"Ya ampun, aku harus segera bertemu dengannya. Kamar tamu, kan?"
"Iya, Nya." Bibi mengangguk.
Seketika itu juga, Elvira mempercepat langkanya menuju kamar tamu. Jantungnya juga merasa dag dig dug. Rasa penasaran membuatnya terlalu semangat.
Tok tok tok,
Dengan tidak sabar, ia mengetuk pintu kamar. Di mana di dalam sana ada seorang gadis yang membuatnya sangat ingin tahu.
"Iya, Bi."
Kevia pikir itu Bibi lagi, ia pun turun dari ranjang bergegas membuka pintu kamar.
KLEK
[ASTAGA!]
__ADS_1
Elvira memegang da danya. Sedikit terkejut, karena Bibi berkata benar. Memang ada gadis yang disimpan oleh Zio di kediamannya.
Kevia pun bingung, ia membatu di tempat. Kemudian kepalanya menunduk setelah mengulas senyum canggung.
[Aduh ... siapa ya? Bagaimana ini? Dia juga sepertinya tidak ada di rumah]
Kevia gelisah, ia tidak tahu tiba-tiba ada seorang wanita yang mengentuk pintu. Ia pikir Bibi.
"Bi! Buatkan kami teh hangat!" seru Elvira yang meminta ditinggalkan berdua saja dengan wanita tersebut.
"Baik, Nya."
Begitu Bibi pergi, Elvira langsung masuk dan duduk di sofa dalam kamar itu.
"Ke mari, duduklah!"
Dengan perasaan tidak enak, Kevia pun mengikuti perintah Elvira. Meski tidak tahu Elvira itu siapa, Kevia menurut saja.
"Siapa namamu?" tanya Elvira langsung to the point.
Kevia menelan ludahnya sendiri, kemudian menjawab siapa namanya.
"Kevia," jawabnya lirih. Mungkin karena tegang.
"Apa hubungan kamu dengan anak saya Zio?"
DEG ...
Kevia tambah bingung, ia belum di briefing Zio. Takut salah ucap.
"Via ... saya sedang bertanya, apa hubungan kalian? Apa kamu pacar anak saya?"
Elvira terus saja menyerang Kevia dengan pertanyaan yang tidak mampu dijawab gadis tersebut. Dan karena terus saja ditatap, Kevia akhirnya menggeleng pelan.
"Bukan pacar? Lalu kenapa kamu mau dibawa ke sini? Saya tahu betul karakter anak saya, bukan pria sembarangan. Ia tidak mungkin membawa wanita dengan asal."
Kevia jadi semakin takut. Ia sampai tidak berani menatap dua mata tersebut. Ia merasa ibunya Zio sedang marah padanya.
Padahal, Elvira hanya ingin jawaban pasti. Karena ia sangat penasaran pada sosok yang ada di depannya.
[Ya ampun, Pak Zio ke mana? Ibunya marah-marah]
"Katanya dengan jujur pada saya, apa hubungan kalian yang sebenarnya?" tanya Elvira, dan kali ini ia bicara pelan. Mungkin ia merasa gadis itu takut padanya.
__ADS_1
Tap tap tap
Terdengar derap langkah menuju kamar tamu. Elvira pikir itu pasti Bibi. Kan tadi dia meminta dibuatkan teh hangat.
"Jangan diam saja, lebih baik berterus terang saja. Apa kalian sedang menjalin sebuah hubungan?" Elvira kini mulai memegang tangan gadis itu. Ia ingin membuat Kevia jujur dengan cara yang lebih halus.
Zio yang kini sudah berdiri di ambang pintu, menghela napas panjang. Dilihatnya sang mama yang sepertinya sedang mengintrogasi istrinya. Ia tidak tahu, mengapa mamanya mendadak ada di mansion. Dan kini malah tahu keberadaan Kevia.
"Ma! Jangan menakutinya!" ucap Zio tiba-tiba.
Seketika kedua wanita beda usia itu menoleh ke arah pintu.
"Zio!" gumam Elvira.
"Kebetulan kamu datang, katakan pada Mama. Siapa gadis ini?" tanya Elvira dengan wajah menuntut.
Zio melirik Kevia yang nampak tidak nyaman dengan situasi di sana. Apa lebih baik dia bilang hanya teman? Itu tidak mungkin karena mamanya pasti paham, ia tidak mungkin membawa teman ke rumah.
"Zio! Mama tanya sama kamu!" Elvira mulai tidak sabar.
"Dia Kevia ... istri Zio."
Pria tersebut merasa terjebak oleh keadaan. Setelah manarik napas dengan berat akhirnya ia mengaku. Sementara itu, Elvira terlihat shock.
[Bukan pacar, tapi istri? ASTAGA Zio ...]
BERSAMBUNG
***
Sekilas Info
Selamat pagi, nanti give away aku tutup jam 6 sore ya. Jangan lupa. Inga ... Inga ... TINK
Yuk, kenalan sama Sept yang gabut ini, hihihi
Instagramm
Sept_September2020
FB
Sept September
__ADS_1
Terima Kasih untuk support kalian. Lope-lope sekebon cabe xixixixix ....