Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
ZK


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 56


Oleh Sept


Rate 18 +


"Sudah ... turunkan aku!" ucap Kevia yang tiba-tiba merasa canggung karena melihat Naomi juga ada di sana.


Meski pura-pura tidak melihat, Kevia yakin adik iparnya itu sedang memperhatikan mereka.


Sesuai perintah Kevia, Zio pun menurunkan Kevia saat mereka sudah di tepi ranjang.


"Aku keluar dulu!" seru Naomi.


"Jangan! Kamu di sini saja. Temani Kevia, aku akan keluar!" ucap Zio yang ingin membuat istrinya nyaman.


[Lah ... ngapain Mas Zio keluar?]


Naomi mengedipkan mata pada Zio, tapi pria itu tidak mengerti kode dari adiknya tersebut. Ia tetap keluar, lagian sudah pagi.


Begitu Zio keluar, buru-buru Naomi mendekati kakak iparnya.


"Bagaimana? Maz Zio baik, kan? Ini sebenarnya bukan salah Mas Zio sepenuhnya, karena ternyata ini kerjaan Mama."


Kevia mengerutkan dahi. Ia merasa aneh, mengapa mertua yang terlihat penyayang itu dibawa-bawa.


"Maz Zio sudah cerita semuanya, jangan kaget. Aku bisikin."


Setelah Naomi membisikan sesuatu pada Kevia, respon Kevia jelas sangat terkejut. Pantas, semalam ia seperti tidak mengenal Zio. Semalam Zio sangat menakutkan. Sorot matanya membuat Kevia takut.


Tindakan Zio sangat membuatnya tersiksa. Karena pria itu langsung saja memasukkan barangnya dengan paksa. Siapa yang tidak shock, meski mereka sepasang suami istri, ini adalah kali pertama Zio menyentuh tubuhnya. Jadi, wajar sampai ia jatuh pingsan.


Apalagi, sejarah kelam Kevia yang sering mendapat serangan dari pria psikopat yang ingin tubuhnya. Beruntung bagi Kevia, ia selalu bisa lari di saat-saat genting yang membahayakan tubuh dan jiwanya.


"Maafin Mas Zio, ya?" pinta Naomi lagi ketika melihat Kevia malah melamun.


"Mas Zio orangnya sangat baik, aku yakin itu. Tidak peduli asal mula kalian bertemu. Tapi karena semua sudah terjadi, aku harap kalian akan selamanya bersama. Dan juga, mama terlihat sangat senang dengan pernikahan kalian. Tolong, dampingi mas Zio, ya?" Naomi kembali meminta dengan sorot matanya yang nampak tulus.


"Aku masih takut ..."


"Pelan-pelan, aku tahu. Ini pasti juga berat. Tapi, bertahanlah demi kami. Demi kami yang sangat bahagia dengan pernikahan kalian."


Kevia menelan ludahnya sendiri, ia terlihat bingung. Antara pergi dari sana atau bertahan. Jika terus-terusan bersama Zio, ia takut. Takut jika pria itu kembali menyerangnya.


Tap tap tap


Tiba-tiba, bibi muncul. Diikuti Elvira yang ikut masuk dengan membawa sesuatu di tangannya.

__ADS_1


"Kamu sakit, Kevia?" Elvira langsung menarik kursi dan duduk di samping ranjang.


"Tadi Zio bilang kamu nggak enak badan, coba minum ini. Dan juga ini," sambung Elvira sembari mengulurkan segelas minuman dan juga obat.


Mata Naomi langsung memperhatikan apa yang ada di tangan mamanya.


"Ma! Jus apa ini?" Naomi curiga.


"Penambah stamina, biar imunnya bagus. Gak gampang sakit. Kevia masih mudah, stamina harus bagus!"


Kevia dan Naomi sama-sama menelan ludah. Keduanya saling menatap dan merasa curiga.


"Ayo, minum sayang. Kurang dari seminggu acara resepsi akan digelar. Mama mau kamu sehat dan stamina harus terjaga."


Elvira begitu keras memaksa menantunya untuk minum minuman yang sudah ia buat.


"Ma ... Naomi haus. Boleh minta dikit?" sela Naomi, ia mau mengetes mamanya.


"Jangan!" ucap Elvira spontan.


[Astaga! Mama!]


Naomi memegang pelipisnya, ia tidak menyangka, sang mama belum menyerah juga. Sedangkan Kevia, ia nampak gelisah karena harus meminum sesuatu yang ia curigai mengandung bahan-bahan aneh.


"Ayo, Mama spesial buat ini untuk kamu. Nanti Mama buatkan lagi."


"Bagus ... calon ibu harus sehat dan kuat," ucap Elvira lagi.


Uhuk uhuk ..


Mendengar ucapan Elvira, entah mengapa Kevia malah terbatuk-batuk. Ia pun langsung menuju kamar mandi. Saat Kevia berjalan, Elvira menatap aneh pada cara jalan menantunya itu.


[Kamu emang anak papamu. Hebat, Zio. Tenang ya, giliran istrimu yang harus meminumnya]


Elvira menatap Bibi yang sejak tadi berdiri di sampingnya. Ia tersenyum tipis pada ART sekaligus mata-matanya tersebut.


"Mama kasih apa ke dia?" Naomi langsung bertanya pada mamanya ketika Kevia masih di kamar mandi.


"Tenang saja, ini demi kebaikan Zio. Ya sudah ... Mama ke luar dulu. Masih banyak yang mau mama urus."


Dengan santai, Elvira meninggalkan kamar putranya. Dan Naomi hanya bisa menatap kepergian sang mama dengan tatapan tidak percaya.


"Lah, nanti gimana?" Naomi malah jadi kepikiran sendiri.


[Ya sudahlah, biar diurus Mas Zio]


Naomi pun ikut keluar kamar, ia ke kamar yang lain.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, ternyata Zio sejak tadi di ruang kerjanya. Ia tertidur sambil duduk dengan buku di wajahnya.


Mansion nampak sepi, Radika dan Elvira sedang keluar. Sepertinya mereka sengaja pulang. Karena sudah dari kemarin belum pulang. Sedangkan Naomi, ia pamit untuk meeting bersama WO. Kini, hanya ada pasangan pengantin baru tersebut di mansion Zio Rael Dirgantara.


Drettt Drett


Zio yang memang semalam kurang tidur, terhenyak saat ponsel di atas meja berdering.


"Kenapa dia menelpon?" dahi Zio mengekerut. Untuk apa Kevia menelpon.


Karena masih pusing akibat kurang tidur, ia pun berjalan pelan menuju kamarnya.


KLEK


"Ada apa, Kevia?" tanya Zio saat masuk ke kamar.


"Kevia, kamu kenapa?" Zio jelas panik melihat wajah Kevia yang sepertinya tidak seperti biasanya tersebut


"Di sini panas ..." Kevia mengeliat seperti cacing kepanasan.


Zio menghela napas dalam-dalam. Kemudian langsung membopong tubuh istrinya ke kamar mandi.


BYURRRR ...


Ia masukkan tubuh Kevia ke dalam bathtub.


"Ini mungkin sedikit membantu." Zio perlahan menyiram tubuh Kevia. Namun, hal itu justru membuat pakaian Kevia menjadi tembus pandang. Bahkan bukit barisan seolah sedang melambai-lambai minta didaki.


Zio menoleh, ia mencari handuk untuk menutupi tubuh Kevia. Dasar Kevia yang sudah gerah meski disiram air, ia malah melepaskan semuanya tepat di depan suaminya.


Dengan cepat Zio membalutkan handuk kembali, tapi malah langsung dibuang.


"Kevia ... tolong pakai saja!" desis Zio yang sepertinya terpengaruh.


Jiwa-jiwa yang terlanjur bergejolak, kini tidak bisa ditepis meski dengan air. Kevia yang pendiam itu, tiba-tiba menarik kera baju Zio, ia berjinjit dan langsung mengecupp bibir Zio.


[Jangan menyesal!]


SETTT ...


Pemandangan di depannya terlalu menggoda, apalagi semalam ia sudah merasakannya. Dengan pandangan yang mulai abu-abu, Zio merengkuh pinggang Kevia.


Keduanya saling menatap dengan dalam, kemudian CUP ....


BERSAMBUNG


__ADS_1


__ADS_2