Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader
Energy Full


__ADS_3

Dinikahi Milyader Bagian 74


Oleh Sept


Rate 18 +


Lebih baik skip.


Pagi ini wajah Naomi terlihat berbeda, terlihat lebih glowing dan berseri-seri. Pengantin baru itu kini duduk sambil menatap pantulan wajahnya yang cerah ceria tersebut.


KLEK


Suara pintu terbuka. Naomi lantas menoleh, dilihatnya Vincent yang mendorong meja penuh makanan. Sepertinya, ini sarapan yang berbeda. Sarapan pertama setelah mereka menjadi sepasang suami istri.


"Makanan siap!" seru Vincent lembut.


Pemuda tampan tersebut kemudian berjalan menghampiri Naomi. Ia mengelayut manja pada Naomi seperti anak kecil.


"Harum sekali!" bisik Vincent.


"Apa sih ... kan shamponya sama!"


"Bukan, bukan aroma shamponya. Aku maksud aroma tubuh kamu!"


BUGH ...


"Aduh!"


Vincent meringis karena Naomi memukulnya.


"Habis makan, ya?"


"Apa sih!" Naomi terlihat gusar, tapi aslinya juga mau. Meski masih perih, tapi enak. Jadi tidak ada kata jerah. Apalagi Vincent lihai betul dalam bermain. Membuat Naomi terus terbayang-bayang.


Tuh, matanya sejak tadi melihat ke bulu-bulu lembut pada bidang yang kokoh tersebut. Apalagi yang di dalam sana. Duh! Naomi sampai merutuki hatinya. Sejak kapan ia jadi gagal fokus dan menjadi sangat mesumm?


"Bener ya? Habis makan ini kita main!" ujar Vincent sekali lagi.


"Vincent!" ucap Naomi pura-pura marah.


Dan Vincent hanya terkekeh melihat istrinya yang salah tingkah.


"Kamu manis kalau malu-malu begini! Gak usah malu-malu kucing. Semalam aku sudah lihat semuanya."


Uhuk uhuk uhuk ...


Naomi yang sedang makan sampai tersedak. Ucapan Vincent yang terlalu jujur membuatnya semakin salting.


"Pelan-pelan Nom Nom!" seru Vincent sambil mengambil minum untuk Naomi.


Dengan telaten ia memperlakukan Naomi bak seorang ratu.


"Pelan-pelan ya, Sayang!" ucap Vincent sekali lagi dengan nada jahil. Membuat Naomi langsung melotot ke arahnya.


***


Beberapa saat kemudian


Seperti apa mau Vincent, habis makan mereka istirahat sebentar kemudian kini sudah ada di atas ranjang. Sambil nonton acara TV.


"Nonton film romance aja, ya!" pinta Vincent kemudian mengganti channel TV-nya.


Vincent kemudian membetulkan posisi agar nyaman. Ia bersandar dan membiarkan Naomi rebahan di pangkuannya.


Setengah jam berlalu, keduanya fokus pada film. Namun, menit berikutnya, tangan Vincent mulai kreative. Tangan yang semula membelai rambut dan kepala Naomi, kini membelai benda lain.


Naomi sendiri tidak ambil pusing. Ia membiarkan Vincent bermain-main. Ia anggap Vincent lagi kesenengan karena dapat mainan baru yang tidak dijual bebas di toko mainan.


"Sayang!" bisik Vincent.


"Hemm ...!" Naomi masih fokus pada layar besar yang menggantung di depannya.


"Main yuk!"


"Nanti, ya."


"Sekarang aja."

__ADS_1


"Ya ampun Vincent!" Naomi bangkit, ia kini duduk menatap wajah suaminya yang mesumm tersebut.


"Nagih, sih punyamu!"


Pukkk....


BUHG ...


Akibat ucapannya yang kelewat jujur, Vincent kembali menerima pukulan dari sang istri. Pukulan sayang tentunya.


"Lihat filmnya sampai selesai dulu!"


"Ish! Nggak bisa, kamu gak ngerasa? Dah ON nih!"


Naomi menutup wajahnya dengan kedua tangan. Malu, ada antena yang menonjol.


"Vincent!"


Vincent hanya tersenyum tipis ketika Naomi memanggil namanya.


"Sekarang, ya?"


Tanpa menunggu jawaban, Vincent langsung melepaskan pakaiannya sendiri.


[Ya ampun anak ini? Berani juga dia ... astaga Vincent!]


Naomi tidak bisa berkata-kata, Vincent tidak bisa ditolak. Dan ia memang tidak ada keinginan menolak sih, karena tangannya juga melepaskan apa yang ia pakai. Keduanya mengerling, dan langsung menarik selimut saat semua baju sudah bertebaran di mana-mana.


Beberapa saat kemudian


Dua pasang kaki menyembul dari balik selimut, keduanya terjaga. Naomi sedang mengatur napas, sedangkan Vincent, pria itu sibuk dengan tisu.


"Udah, Vin ... gak apa!" ucap Naomi mencegah Vincent mengelap bagian tubuhnya yang terkena cairan kental tersebut.


Entah sudah berapa kali semprotan, yang jelas lebih dari dua kali. Naomi sampai heran, mengapa Vincent kuat banget. Seperti kejar setoran saja.


"Sini, aku bersihin!"


"Gak usah, ni juga mau mandi."


"Bareng, ya?"


Dasar pengantin baru, semua gaya pingin dicoba. Seolah diburu waktu. Siang malam keduanya bermain-main tanpa keluar kamar.


***


Hari ketiga


Naomi terlihat mengemasi semua barang-barangnya. Besok mereka akan check out dan pulang sebentar kemudian langsung ke LA.


Rencananya mereka akan menetap di sana beberapa bulan. Karena tidak mungkin melepaskan tanggung jawab yang sudah Vincent emban di sana.


Dan Naomi jelas ikut. Mana mau dia ditinggal. Setelah merasakan sensasi Vincent, mana tahan ia jauh-jauh dari Brondong manisnya tersebut.


"Sayang ... apa ini?" Naomi menatap aneh pada benda yang ia temukan di tas koper milik Vincent.


"Oh itu!"


SETTT


Buru-buru Vincent mengambil dan menyembunyikan di balik tubuhnya.


"Apa itu?"


"Bukan apa-apa!"


"Aku gak mau main rahasia-rahasiaan! Sini ... apa itu?" Naomi terlihat serius meminta barang yang disembunyikan oleh suaminya.


"Bukan apa-apa, lanjutin lagi beres-beresnya!" Vincent berbalik, ia mau kabur.


Dasar Naomi, pantang menyerang sebelum apa yang ia mau didapat. Ia terus mengejar Vincent sampai merogoh saku celana suaminya itu.


"Apa ini??"


"Geli sayang!" Vincent kegelian saat Naomi merogoh saku celana yang ia kenakan.


"Ini Naarrkoboii?"

__ADS_1


"Ish! Apa sih Nom Nom? Ngapain aku pakai barang begituan?"


"Lalu apa?" Naomi mendesak.


"Dari Mama!"


"Hah? Mama?"


Seketika otak Naomi langsung connect.


"Mamaaaaa!" teriak Naomi dalam hati. Pantes Vincent kuat banget dari malam sampai pagi sampai menjelang malam kembali. "ASTAGA mama!"


"Sini!"


Naomi menggeleng.


"Jangan aneh-aneh, gak usah pakai beginian!"


"Oke ... oke. Udah jangan marah-marah. Mama cuma mau kamu cepet hamil."


"Tapi caranya gak gini, Vin!"


Vincent menghela napas panjang, gara-gara obat kuaatt dari mertua. Kini istrinya marah-marah.


"Aku belom minum hari ini ... so ... Ayo lakuin yang natural. Mau?"


Naomi langsung melengos.


"Aku masih sanggup 3 kali meski gak pakai obat. Gak percaya?"


Naomi masih membuang muka. Ingin membuat istrinya kembali ceria, Vincent langsung meraih dagu Naomi. Mendekatan wajahnya, kemudian langsung menyesap bibir ranum tersebut.


"Nih ... aku buktiin. Aku bisa ON tanpa itu!"


Naomi terperajat, ketika tiba-tiba Vincent merapat padanya. Benar, ada sesuatu yang keras.


"Kita lihat, seberapa kuatnya aku!"


Rasanya Naomi mau pingsan. Tantangan Vincent membuat otaknya kembali tercemar.


"Kita mau cari makan, kan?" Naomi malah takut. Ia kelihatan gelisah.


"Makan ini dulu, Kita lihat ... dia mampu menyembur berapa kali."


Naomi semakin menelan ludah, apalagi pria itu langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa.


[Aduh ... tamatlah aku!]


Dan ternyata, meski tanpa obat apapun, antena tetap memancar dengan kuat. Sinyalnya terlalu bagus, sama sekali tidak diragukan lagi.


Naomi sampai dibuat kalang kabut. Vincent benar-benar mampu membuat jiwanya terbakar dan berkobar sampai ke tulang. Kini, wanita itu terlihat lemas, dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


Sedangkan Vincent, wajah dan tubuhnya sudah basah, mandi keringat. Pelepasan dua kali cukup membuatnya lelah. Namun, ia bersikukuh masih kuat untuk ronde ketiga. Lain dengan Naomi. Waniat itu kelihatan sudah menyerah. Lemas tidak berdaya.


"Bagaimana? Mau sekali lagi?"


Naomi langsung menggeleng keras. Dan Vincent pun tertawa puas. Pakai obat atau tidak, asal lawan mainnya Naomi, Vincent rasa akan sanggup sampai Naomi kapok.


"Nggak, aku capek banget. Itu juga terasa perih. Rasanya tulangku sakit semua."


"Gak apa-apa, biar cepet jadi!" celetuk Vincent kemudian meraih tubuh Naomi. Ia bopong istri kesayangannya itu menuju kamar mandi.


"Berendam air hangat, biar tubuhnya rileks!"


"Hemm! Makasih!"


Byur ....


"Loh ... Ngapain ikut nyebur?"


"Kita belom coba yang ini!" bisik Vincent jahil.


Seketika Naomi pucat. Brondong manisnya begitu mengebu-ngebu. BERSAMBUNG



__ADS_1


Ada dira Dan mas agam loh. Hehhehe ....



__ADS_2