
Dinikahi Milyader Bagian 49
Oleh Sept
Rate 18 +
Bagi Milyader seperti Zio Rael Dirgantara, pernikahan baginya bukan perkara yang sulit. Tinggal tunjuk mana calon mempelai wanitanya, maka pernikahan akan terjadi. Namun, bagaimana jadinya bila pernikahan itu hanya dipakai sebagai alasan?
Bagaimana nanti dia akan mengatakan pada keluarga besarnya? Tapi, karena kondisi yang mendesak, Zio tidak memikirkan sampai sejauh itu. Sekarang fokusnya hanya membuat Kevia lepas dari jeratan hukum.
Beruntung bagi Kevia, karena pria psikopat itu masih bisa selamat. Sekarang menjalani perawatan di rumah sakit dengan pengawasan pihak polisi setempat. Melihat bukti-bukti kejahatan pria tersebut, Kevia mungkin bisa bebas. Apalagi, sekarang Zio sudah pasang badan.
***
Di sebuah ruangan tidak begitu luas, Kevia terduduk ditemani pengacara di sebelahnya. Sesaat kemudian, Zio datang bersama dokter Titan yang sudah terlihat lebih baikan. Di belakang dokter juga ada penjaga yang ikut bersama mereka.
"Tanda tangan di sini," seru Zio sesaat setelah mereka berbicara solusi mengenai cara membebaskan Kevia dan membawa gadis itu pulang dengan layak.
[Apa? Ini tidak benar ... Kenapa aku harus menandatangi?]
Melihat Kevia sangat ragu, Zio kembali berbicara pada gadis itu.
"Anggap kontrak kerja!" jawab Zio santi, agar Kevia tidak merasa tertekan.
Sementara itu, Kevia masih menatap ragu pada deretan berkas yang harus ia tangani. Bila ia tanda tangani semua berkas itu, maka mereka akan segera resmi menjadi pasangan suami istri di mata hukum.
Kevia sangat hati-hati, takut jika ini jalan yang salah. Apalagi dia belum mengenal sosok pria itu. Meskipun Zio terlihat baik, tapi Kevia sedikit trauma. Diperlakukan sangat brutal oleh pria psikopat yang terobsesi padanya, membuat Kevia takut dengan yang namanya pria.
"Waktu kita tidak banyak, sidang akan segera dimulai minggu depan. Keluarganya bersikeras menuntutmu. Ini mungkin yang terbaik saat ini, Kev!" ucap dokter Titan yang juga merasakan keraguan pada sikap Kevia.
Kevia mendongak, menatap dokter Titan. Kemudian ia memberanikan diri menatap mata Zio. Hanya sekilas, karena dia tidak mampu menatap pria itu lama-lama.
[Tuhan ... selamatkan aku, dan maafkan aku]
Srek .... esrek ... esrekkk ...
__ADS_1
Kevia menaburkan banyak tanda tangan pada berkas yang diberikan oleh sang pengacara. Dan dokter Titan langsung merasa lega. Sedangkan Zio, ekspresinya masih tidak terbaca. Entah lega, atau apa.
Sesaat kemudian, dokter Lian datang. Istri dokter Titan tersebut masuk ke dalam ruangan itu. Suasana masih tegang, karena di luar juga banyak penjaga.
Dokter Lian masuk bersama kenalannya, begitu masuk, dia langsung mendekati suaminya. Kemudian ganti mendekati Zio. Ia berbisik, dan Zio mengangguk.
Pria yang dibawa oleh dokter Lian lantas duduk di depan Zio. Dokter Lian sudah menyiapkan semua sesuai permintaan Zio. Setelah semua sudah lengkap, maka Zio pun mulai mengucap janjinya disaksikan beberapa orang yang ada ruangan itu.
Dan akhirnya, pernikahan dadakan itu pun terjadi sudah.
Kevia terlihat pucat, ia merasa sudah mempermainkan suatu hubungan yang sakral demi keluar dari sebuah masalah yang menjeratnya.
Sedangkan Zio, wajahnya kini terlihat biasa. Seolah pernikahan ini bukanlah apa-apa. Anggap saja perjanjian kerja, ia anggap ini sebagai bisnis semata.
***
Tiga bulan kemudian.
Jakarta, Indonesia.
Sedangkan Elvira, ia sekarang sedang menikmati masa-masa tenangnya bersama sang cucu. Zia lagi berkunjung, membawa anak-anaknya.
Sudah sejak kemarin Zia menginap, ingin menghabiskan weekend bersama sang mama.
"Ma ... Mas Zio kok belakangnya nggak kelihatan?"
"Lagi sibuk, sudah beberapa bulan ini dia pulang pergi ke LN. Banyak kerjaan sepertinya," jawab Elvira sambil mengusap rambut cucunya dengan lembut.
"Kerja terus, suruh nikah lah, Ma."
Elvira hanya tersenyum getir.
"Sudah, jangan pernah membahas itu di depannya. Dia pasti akan marah, Zio mulai sensitive kalau membahas wanita. Mungkin dia kapok, entah trauma setelah mengenalkan Levia pada mama, tapi malah menikah dengan Dirga, sepupunya."
Zia ikut tersenyum miris, kemudian ingin membahas masalah lain. Kasian juga kalau melihat perjalanan asmara sang kakak, yang tidak semulus karirnya.
__ADS_1
Mereka kembar, tapi beda nasib. Kisah cinta Zia berjalan sangat mulus dan manis. Tapi tidak dengan Zio. Selalu gagal, padahal abangnya itu tidak ada jelek-jeleknya.
Tampang oke, tubuh atletis, masa depan terjamin, cerah, kaya raya dan pasti tujuh turunan dan tanjakan akan aman, kalau sudah jatuh cinta, dia bisa sangat mencintai wanitanya itu. Tapi kenapa jodohnya sangat sulit? Dihianati kekasihnya, ditinggal nikah, ah ... Mas Zio.
Zia malah melamun, memikirkan nasib saudara kembarnya itu.
Sedangkan yang dipikirkan Zia, kini malah melenggang santai di terminal kedatangan di Bandara International SH.
Zio berjalan diikuti Kevia yang mengikuti di sebelahnya. Langkah kaki Zio terlalu panjang, membuat Kevia kesulitan menyamai langkah.
Mereka berdua baru saja tiba setelah semua proses hukum selesai di negara paman sam tersebut. Kevia terbebas dari semua tuntutan keluarga sang psikopat. Ini semua berkat andil Zio, dan juga bantuan keluarga dokter Titan.
Hampir tiga bulan lamanya, Zio pulang pergi Indonesia Amerika untuk menemani Kevia yang kala itu mengalami kasus hukum.
Jika ditanya keluarganya, Zio pasti mengatakan ada urusan bisnis. Padahal, ia sedang menengok sekaligus mendampingi Kevia saat ada jadwal sidang. Ya, ia selalu hadis di sana, karena sekarang Kevia adalah istrinya yang sah.
Kini, mereka berdua sudah bisa pulang. Tapi, sepanjang jalan sebenarnya Zio resah. Mau dibawa ke mana Kevia ini?
Dibawa ke salah satu apartment pribadi miliknya, atau diajak ke mansion untuk tinggal bersamanya?
Sampai di mobil pun, Zio masih berpikir. Bagaimana juga menjelaskan pada papa, mamanya dan juga saudara-saudaranya. Masa pulang dari Amerika ia malah membawa istri yang tidak jelas.
Zio menghela napas panjang.
"Tuan, kita ke mana?" tanya sopir pribadi yang menjemput mereka di Bandara tadi.
Sebelum menjawab, Zio melirik Kevia yang duduk di belakang lewat pantulan kaca di depannya.
"Mansion!"
BERSAMBUNG.
Mubazir kalau tidak diajak tinggal bareng. Hehehehe ...
__ADS_1
Babang ada temennya tidur ... jangan diangurin. Mubazir.