![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
Dea resah. Dia juga gelisah. Hari ini dia telah berbohong lagi. Bukan kepada Andika tapi kepada anggota Scorpio. Andika memaksanya untuk makan malam bersama. Padahal, Dea ada jadwal latihan dengan Scorpio. Ya, untuk persiapan kompetisi The Winners, sebuah kompetisi besar untuk anak band. Walaupun begitu, dia tidak bisa menolak ajakan itu.
Dea celingak-celinguk. Dia berharap kalau Andika cepat datang. Lalu menyelesaikan makan malamnya dengan secepat mungkin. Terus, bisa langsung menuju ke studio latihan Scorpio.
“Dea, yuk,” ajak Andika.
Dea keluar dari rumah. Dia segera masuk ke dalam mobil sedan hitam. Andika memandang dengan tatapan takjub. You are right! Siapa yang tidak terpukau saat Dea memakai pakaian feminin ini. Dan mungkin, inilah alasan dia jarang menggunakan pakaian ini. Dea tersenyum lalu menggerakkan alisnya. Dia memberikan kode agar Andika segera menghidupkan kendaraannya.
Restoran mewah. Makanan Cina. Dan suasana romantis. Dea tertegun. Kok Andika mengajaknya ke tempat seperti ini? Katanya hanya makan malam bersama? Tapi ini terlalu luar biasa.
“Kamu mau pesan apa?” tanya Andika.
“Andika, apa tempat ini tidak terlalu berlebihan?” kata Dea heran.
__ADS_1
“Nggak kok, karena malam ini adalah malam istimewa bagiku,”
“Maksud kamu?”
“Hari ini aku berulang tahun yang ke-17,”
Heh, ulang tahun? Dea terkejut. Bagaimana ini? Dia belum menyediakan apa-apa. Kalau beli hadiah sekarang, itu tidak mungkin. Kalau tidak memberinya hadiah berarti dia tidak tahu berterima kasih. Tiba-tiba terlintas di benak Dea. Aha, sebuah hadiah yang akan membuat Andika merasa sangat senang.
“Andika, maaf aku tidak tahu,” kata Dea dengan wajah memelas.
Perlahan, Dea beranjak dari tempat duduknya. Lalu naik ke atas panggung. Dia berbisik-bisik dengan para anggota band. Ada sesuatu yang mereka bicarakan. Tidak beberapa lama, dia berdiri di depan microphone. Dia memandang Andika dengan tatapan bahagia. Cowok itu hanya tersenyum.
“Andika, malam ini aku akan menyanyikan sebuah lagu. Semoga kamu senang. Dan selamat ulang tahun,” ucap Dea tersenyum.
__ADS_1
Suara alat band bergema. Dea bernyanyi dengan sangat tulus. Andika terkesima. Dengan kecantikannya. Dengan suara indahnya. Dan dengan ketulusan hati Dea. Andika sangat menikmati alunan lirik-lirik merdu itu. Hadiah. Mungkin ini adalah hadiah istimewa yang membuatnya terlena.
Lagu usai. Tepuk tangan bergemuruh. Dea segera turun dan pergi ke tempat Andika yang sedang menunggunya. DHUAR! Hatinya seolah meledak. Tiba-tiba, tragedi itu datang. Rian, Andre, Rio, dan Bian menghampiri mereka. Rian terlihat sangat marah. Wajah memerah menahan geram. Dan Andre memandangnya dengan tatapan tajam. Seolah dia ingin menerkam tubuh Dea yang kecil. Sedangkan Rio dan Bian masih tetap seperti biasa. Bersikap netral.
“Jadi begini? Kamu tidak ikut latihan gara-gara dia,” kata Rian dengan marah. “Kamu tahukan kalau dia itu adalah musuh kita,”
Dea hanya diam dan menundukkan kepala. Dia bahkan tidak berani untuk menatap wajah teman-temannya itu. Mereka terlihat yang sangat murka. Kalau di pikirkan, memang pantas mereka untuk marah. Ini salah Dea. Dia sudah di peringatkan oleh Rian agar tidak berhubungan dengan anggota Five Lions. Namun, dia telah melanggarnya.
“Andika, kamu jangan berpura-pura lagi deh. Kamu tahukan kalau Dea adalah Dion?” lanjut Rian dengan nada yang semakin marah.
Tahu? Dea benar-benar sangat terkejut. Sejak kapan Andika tahu kalau dia adalah Dion? Jadi selama ini, Andika sudah mengetahui identitasnya. Namun dia tetap diam saja. Sungguh tidak di percaya! Jadi, selama ini dia sudah di bohongi. Dea berlari meninggalkan segerombol pemuda itu. Dia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan ini. Dan lagi, dia menangis. Cenggeng! Sifat cenggeng terus tampak di permukaan.
__ADS_1
JANGAN LUPA RATING, LIKE, COMMENT, AND FAVORITE YA!!!