Dion [Untuk Kembaranku]

Dion [Untuk Kembaranku]
Episode 8.2


__ADS_3

“Lama banget sih kamu!” kata Dea mencibirkan bibir.


“Sorry honey, aku harus ke ruang basket dulu,” Andre tersenyum.


“Jangan panggil aku dengan honey, aku tidak suka,”


“Ya,” jawab Andre singkat. Kemudian, dia memasangkan helm ke kepala Dea. “Yuk pergi!”


“Kita mau ke mana?”


“Jangan banyak tanya,” kata Andre cengar-cengir.


Huh, dasar! Sikap inilah yang tidak di sukai Dea. Sok misterius. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-aapa. Dia hanya patuh dan menurut setiap perintah Andre. Apalagi saat tindakan Andre yang membelai rambut Dea. Menyentuh kedua pipinya. Dia hanya mendiam diri dan membiarkan cowok itu melakukannya.


Tidak beberapa lama, mereka berdua meninggalkan sekolah itu. Dan dari kejauhan, ada sepasang mata yang memperhatikan adegan mesra itu. Dia kelihatan sangat membenci kedua orang itu. Namun, dia hanya berdiam diri, tidak melakukan apapun.



Andre dan Dea akhirnya sampai pada tujuan. Gedung yang megah. Wanita-wanita cantik berpakaian pramugari. Pilot-pilot tampan yang siap mengemudikan pesawatnya. Tempat apakah ini? Ya, ini adalah sebuah bandara. Dea hanya bengong. Mengapa Andre membawanya ke sini?


“Kak Olivia mau pulang ke Canada. Dia menyuruhku untuk membawamu ke sini,” kata Andre seperti mengetahui pertanyaan Dea.


“Ke Canda? Kok cepat banget?”

__ADS_1


“Dia sudah terlalu lama di sini dan seperti dia rindu kepada keluarga di sana,”


“Terus, mengapa kamu tidak ikut dia?”


Andre terdiam.  Dia menatap mata Dea dengan sangat dalam. Heran. Mendadak sekali cowok ini adem-adem aja dalam waktu yang lama. Kemudian, Andre mengelus rambut Dea. Dengan sangat lembut. “Aku tidak mungkin meninggalkan kamu,” kata Andre tiba-tiba.


“Apaan sih!” kata Dea malu. “Lebih baik kita cari Kak Olivia,” alihnya.


Andre menganggukkan kepala. Dea salah tingkah. Dia tidak menyangka kalau Andre berkata seperti ini. Baru pertama kali ada orang yang menganggapnya sangat penting. Perlahan, Andre menggenggam tangan Dea dan menuntunnya mencari kakak tersayangnya itu.


Di kursi tunggu, Olivia sudah duduk dengan manis. Di sampingnya banyak sekali koper besar. Sepertinya dia benar-benar akan pulang ke Canada dan tidak tahu kapan akan kembali.


“Dea, ke sini!” panggil Olivia.


“Kak, adiknya itu siapa sih sebenarnya, Dea atau aku?” kata Andre cemburu.


Olivia hanya tertawa. Tersenyum melihat wajah Andre yang sedang cemburu.  Kemudian dia mengabaikan cowok itu. Membiarkannya seperti patung tidak bernyawa. Mereka kembali berbicara panjang lebar. Sementara Andre, dia hanya melongo karena ketidakpedulian keberadaannya itu.


Tiga puluh menit kemudian, Olivia masuk ke dalam pesawata dan terbang menuju ke Canada. Andre dan Dea segera pulang. Mereka menelusuri jalan untuk menuju rumah.



Akhirnya sampai juga. Dea turun dari sepada motor merah Andre. Kriet… bunyi pintu pagar terbuka. Dia melangkah masuk tanpa mengucapkan sepatah katapun.

__ADS_1


“Dea, tunggu! Kok kamu gitu sih?”


“APAAN?” bentak Dea.


“Galak banget sih, aku cuma mau bilang kalau besok kamu ke rumahku ya!”


“Ngapain aku ke sana?”


“Masak buat aku!” jawab Andre tanpa basa-basi. “ Tapi aku tidak mau makan mi goreng lagi!”


“Aku nggak mau!” tolak Dea sembari melangkah masuk ke dalam rumah.


Gila banget nih anak! Kayaknya Andre belum puas untuk selalu membuat Dea susah. Lagian, kenapa dia tidak menyuruh Tari saja untuk memasak. Ah, Dea baru ingat tentang Tari. Sudah lama dia tidak mendengarkan kabar gadis itu.


Tanpa berpikir panjang, Dea meronggoh saku bajunya. Dia mengetik beberapa pesan singkat untuk Tari.


To : Tari


Apa kabar Tar?


Dea kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Kemudian dia membaringkan tubuh ke tempat tidur. Hari ini dia tidak bersemangat. Mungkin karena kepergian Olivia yang sudah di anggap sebagai kakaknya. Sedih rasanya. Tidak tahu sejak kapan, dia seakrab itu dengan gadis itu. Tapi aneh, walaupun wajah Andre dan Olivia sangat mirip, sifatnya beda jauh. Seperti bulan dan matahari. Jauh… banget!


__ADS_1


PLEASE LIKE! PLEASE COMMENT! PLEASE GIVE ME A RATING! PLEASE VOTE!


__ADS_2