Dion [Untuk Kembaranku]

Dion [Untuk Kembaranku]
Episode 2.2


__ADS_3

Andre dan Dea sampai ke tempat tujuan. Gedung yang indah. Banyak lampu berkelap-kelip menghiasi gedung besar itu.  Di dalamnya, banyak alat-alat musik yang sudah tidak asing lagi. Tiba-tiba, mata dea tepaku. Dia terfokus pada sebuah perminan drum. Spontan, dia memperagakan permainan itu dengan sangat menikmati.


“Kamu sangat suka bermain drum ya?” tanya Andre. “Aku yakin kamu pasti akan senang dengan band kami,” lanjut Andre tersenyum.


Dea tidak berbicara apa-apa bahkan menganggukkan kepala. Dia mengakui itu, dia sangat menikmati ketika bermain drum. Tapi, dia tidak tahu apakah keputusan untuk bergabung itu benar. Apalagi harus satu band dengan Andre, cowok pengganggu yang sok kegantengan. Dan di tambah lagi, Tari menyukainya.


Perlahan, Andre dan Dea masuk ke dalam sebuah ruangan, masih sama dengan suasana saat pertama kali masuk. Di sana, Rian, Rio dan Bian telah menunggu. Dan seperti dugaan Dea, mereka tidak mengenalnya. Mereka hanya melongo ketika Andre dan Dea masuk ke dalam ruangan.


“Mana Dion?, trus cewek itu siapa, pacar kamu?” tanya Rio celingak-celinguk.


“Ya,” jawab Andre singkat.


Dea terkejut. Dia melototkan matanya. Dan, PAK… Dea dengan ganas menginjak kaki kanan Andre. Cowok itu meringis kesakitan.


“Perkenalkan, dia Dea Rembulani Putri. Atau kalian lebih kenal dengan Dion,” jelas Andre.


Suasana mendadak hening. Rian, Rio dan Bian terdiam. Mereka kembali melongo. Bukan seperti keadaan tadi namun karena mereka tidak dapat berkata apa-apa. Bahkan mata mereka tidak mau berkedip. Bagaimana bisa, cewek yang ada di hadapannya ini adalah Dion? Ya, sungguh tidak masuk akal.

__ADS_1


“Maksud kamu, Ndre?” tanya Rio binggung.


“Baiklah, kalau begitu sebaiknya kamu bermain drum saja,” perintah Andre kepada Dea memecahkan kebingungan.


Dea menganggukkan kepala pelan. Dia segera menuju ke sebuah drum yang ada di ujung ruangan, duduk dengan santai kemudian Memegang stick dengan sanagat luwes. Dia merasakan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya merasa gembira ketika memegang stick drum. Apalagi saat dia menandang para penonton yang siap melihat penampilannya.


Tuk… tuk… tak… tuk… Suara drumnya berdendang. Dia bermain dengan sangat lancar. Rian dan Bian saja sampai tidak bisa berkata apa-apa. Sedangakn Rio, dia seperti orang yang minum racun. Dia tersentak dengan ketidakpercayaan. Amazing! Dea benar-benar bermain dengan sangat menakjubkan. Semua terlena melihat permainannya itu.


“Bagaimana? Kalian percaya kan?” tanya Andre dengan tersenyum.


“Ya, aku percaya,” jawab Rio masih dengan kekagumannya.


“Aku setuju. Aku setuju. Aku setuju,” tukas Rian lagi.


Andre tertawa. Pilihan mereka untuk mengajak Dea adalah tepat. Dengan adanya Dea, mereka pasti bisa menjadi band yang terhebat. Mungkin saja mereka bisa membuat sebuah  rekaman musik. Atau malah keajaiban yang lebih besar dari pikiran mereka itu.


“Terus, kamu bagaimana Bian?” tanya Rian.

__ADS_1


Bian hanya diam. Cowok itu tidak banyak berbicara padahal vokalis. Bahkan dia juga  jarang bersuara saat berkumpul dengan anggota Scorpio. Hal itu uniknya dari diri Bian. Dia hanya mengeluarkan suara ketika bernyanyi. Mungkinkah dia tidak mau menyia-nyiakan suara indahnya? Mungkin saja sih!


“Setuju,” kata Bian singkat.


“Jadi, Dea resmi ya jadi anggota Scorpio,” kata Andre mengesahkan. “Tapi, dia memberikan syarat kepada Scorpio?” lanjut Andre. Spontan, semua terkejut.


“Syarat?” jawab Rian kembali binggung.


“Ya, Dea menginginkan identitasnya sebagai Dion dan tidak boleh ada yang tahu kalau dia adalah cewek,”


“Oh, itu gampang. Kami janji akan menjaga YOUR SECRET,” ucap Rio santai.


“Oke, aku mengumumkan bahwa hari ini Scorpio resmi menjadi sebuah band,” ucap Rian sembari bertepuk tangan.


Dea tersenyum. Tepuk tangan itu membuatnya merasa sangat bahagia. Dea menghela nafas. Bukan karena dia merasa kecewa. Dia merasa sangat senang sehingga dadanya terasa sesak. Keputusannya ternyata benar.


__ADS_1



__ADS_2