![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
Dea berlari. Mengapa? Mengapa? Mengapa? Aduh, kejadian tadi terlalu berat bagi Dea. Dia belum dapat menerima prahara-prahara itu. Sekarang, kepalanya terasa berdenyut-denyut. Ingin pecah bahkan lebih parah. Seperti bom dalam otak yang ingin meledak dengan dahsyat.
Dia terus berlari. Tanpa tujuan dan tanpa arah. Dan tanpa sadar, dia telah berdiri di depan studio Scorpio. Dia menangis. Badannya terasa sangat lemas dan gemetar. Kakinya seolah tidak mau bergerak lagi. Tiba-tiba, seseorang meletakkan sebuah jaket ke tubuhnya. Dingin menghilang.
“Kamu tidak apa-apa?” ucap Bian.
Dea menggeleng. Dia bersyukur Bian ada di sini. Bian seperti Dion. Selalu ada ketika dia membutuhkan. Dia tidak banyak berbicara namun dia memahami hati setiap orang. Bian memeluknya. Dea menangis sekencang-kencang. Dia benar-benar merasakan kecewa dengan Andika.
Tangisan Dea mulai reda. Air matanya sudah tidak deras lagi. Tubuhnya sudah tidak gementar hebat seperti tadi. Dia mulai tenang. Bian membawanya masuk ke studio dan memberikan segelas air putih.
__ADS_1
“Dulu, Rian adalah anggota Five Lions?” kata Rian memulai ceritanya. “Namun dia keluar,”
Dea terpaku. Jadi benar pemikiran Dea? Dulu ada kisah sedih di antara mereka. Sehingga kebencian itu terus membara di mata mereka. Apalagi permusuhan mereka itu seperti kucing dan anjing. Tidak pernah akur. Dea menghapus air matanya. Memasang telinganya dengan lebar. Dia tidak ingin melewati setiap kata yang keluar dari Bian, sosok yang mirip kakaknya tersebut.
“Amira, dia adalah adik Andika. Dua tahun yang lalu, Rian dan Amira pergi ke Singapura. Saat itu mereka sedang berpacaran dan hari itu merupakan hari ulang tahun Rian. Tiba-tiba pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan tidak mulus. Banyak korban yang meninggal akibat peristiwa itu dan salah satunya adalah Amira.,” cerita Bian.
“Setelah kejadian itu, Rian di rawat di rumah sakit. Dia terus menyalahkan dirinya. Dan akhirnya keluar dari Five Lions. Andika tidak terima atas kehilangan adiknya itu. Dia penah membuat Rian berulang kali masuk rumah sakit, namun dia tidak pernah membalasnya,” lanjut Rian.
“Lalu…,” ucap Dea dengan bibir bergemetar.
__ADS_1
“Rian ingin bangkit. Dia mengumpulkan orang-orang untuk bergabung dengan bandnya. Sebelum kita, Rian memiliki band namun mereka berhenti karena di gertak oleh Andika. Rian tidak tinggal diam. Dia sudah capek di perlakukan oleh Andika seperti itu. Dan tanpa sengaja, aku, Rio, dan Andre bertemu dia. Sebelumnya aku sempat ragu dengan Rian namun seiring waktu, aku tidak bisa lagi meninggalkan Scorpio. Dia semakin bersemangat,”
Air mata Dea semakin deras. Dia benar-benar tidak menyangka, sosok Rian yang tegar mengalami peristiwa sedih seperti itu. Apalagi kekasihnya sampai ke dunia abadi. Tidak terbayang, apalagi tidak pernah terlintas dalam benak Dea, dia akan menemukan teman yang memiliki kisah duka.
Bian memeluk Dea. Merangkul erat-erat hingga Dea merasa sangat hangat. Dia terpaku. Dia seolah tidak ingin melepaskan kehangatan itu. Kehangatan yang berbeda ketika bersama Andre. Kehangat itu bukan kehangatan seorang pria melainkan kehangatan dari sosok seorang kakak.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA!
__ADS_1