Dion [Untuk Kembaranku]

Dion [Untuk Kembaranku]
Episode 9.1


__ADS_3

Kehidupan Dea kembali normal. Tetapi belum sepenuhnya normal seperti saat dia belum bertemu dengan Andre dan Scorpio. Setidaknya dia masih bisa bangun pagi. Pergi sekolah. Mengurus osis. Dan latihan bersama Scorpio. Tidak ada yang berubah. Kehidupannya benar-benar terasa sangat tenang. Namun kebahagiaan itu hanya sesaat. Prahara itu telah datang kembali.


Sore ini dan seperti biasa, Dea sedang berpakaian ala Dion sedang berlatih. Dea dan anggota Scorpio tetap seperti biasa. Berteman baik. Dan Rian, dia masih juga seperti biasa. Tetap bertanggung jawab. Juga tetap menjadi ketua yang baik. Begitupula dengan Andre. Cowok itu masih seperti biasa. Suka mengeluarkan kata-kata gombal untuk Dea. Bahkan sekali-kali, dia mengelus rambut Dea. Tapi, tidak satu kalipun dia menolak tindakan-tindakan itu. Sementara Bian dan Rio, masih sama dan tidak ada yang berbuah.


Prahara itu. Ya, prahara itu akhirnya telah datang. Tiba-tiba anggota Five Lions datang. Semua anggotnya lo! Matanya mereka memancarkan kebencian. Dan Andika. Kebencian dari matanya yang paling menyala. Untuk Rian dan untuk Scorpio.


“Kenapa kalian ke sini? Ini tempat latihan kami?” tanya Rian dengan menahan emosinya. Dia juga menahan geram yang sudah hampir keluar.


“Aku mau membuat perjanjian dengan kalian?”


“Perjanjian? Maksud kamu?”

__ADS_1


Andika diam, tidak berkomentar. Kemudian dia melangkahkan kaki ke tempat Dea.. Tersenyum kepada sosok seperti laki-laki itu. Sudah lama dia tidak melihat gadis yang sudah merenggut hatinya. Dia merindukannya. Dan pelan menyentuh wajah Dea. Melihat itu, Andre bereaksi. Dia geram. Tangannya sudah di kepal. Siap ingin menonjokkan wajah Andika. Namun Bian cepat-cepat menahannya. Dia tidak ingin ada keributan di sini. Apalagi sampai mengganggu aktivitas orang lain.


Andika masih sibuk dengan Dea. Tersenyum. Menatapnya dengan tatapan cinta. Dan sekarang beralih memegang rambut Dea. Dia melepaskan wig yang menutupi rambut panjangnya. Cantik. Dea benar-benar sangat cantik tanpa rambut palsu itu. Semuanya tidak heran. Sudah biasa melihat Dea seperti itu. Tidak halnya untuk anggota Five Lions yang lain. Mereka terkejut dan terkesima. Tidak menyangkan dan tidak menduga. Seorang drumer Scorpio adalah cewek.


“Kalau kami menang dalam kompetisi The Winners nanti, maka Dea harus keluar dari Scorpio,” ucap Andika yang masih berada di tempat Dea.


Dea terkejut. Apa maksud Andika dengan perkataan itu? Ini tidak masuk akal. Dan mengapa harus dia yang menjadi bahan perjanjian itu? Seolah-olah dia di jadikan sebagai barang taruhan. Dea cemberut. Bahkan ekspresinya terlihat sangat marah. Kesal dan jengkel. Melihat itu, Andika hanya diam. Dia tetap tidak peduli.


Apaan ini? Kok Rian menerima tantangan itu. Apa Rian tidak peduli dengan perasaannya yang bisa terlihat dari wajahnya itu. Rian tahu. Dea tidak menginginkan itu. Tapi, dia harus melakukannya. Dia memandang Dea dengan tatapan seolah memberitahu. Seolah-olah memberitahukan bahwa tidak ada cara lain untuk menjauhkan anggota Scorpio dari Five Lions. Cuma ini satu-satunya cara.


“Dan kamu Andre?” kata Andika lagi. Dia membalikkan tubuhnya dan menatap Andre dengan tatapan tantangan. “Bila Five Lions menang, kamu tidak boleh mendekati Dea apalagi sampai berbicara dengannya,”

__ADS_1


“Baiklah,” jawab Andre lantang. “Dan bila kami menang, maka Dea harus menjadi kekasihku, dan begitupula sebaliknya,” kata Andre sembari melirik Dea.


“Oke. Deal,” kata Andika menyetujui perkataan Andre.


Heh? Apalagi ini? Apa yang Andre ucapkan? Kekasih. Itu tidak mungkin. Dea tidak bisa menerima Andre walaupun dengan cara seperti ini. Dia hanya bisa menganggap Andre sebagai TTM (Teman Tapi Mesra).


Dan lagi, masa dirinya di jadikan sebagai hadiah untuk perjanjian mereka. Terus, Andre. Mengapa dia harus menyetujui perjanjian gila dari Andika. Apakah perkelahian di antara mereka belum cukup? Dan sekarang mereka mau melanjutkan dengan cara seperti ini. Dea tidak habis pikir.



AYO, BACA EPISODE 9. MAKIN SERU!

__ADS_1


__ADS_2