![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
Dea masih berada di rumah sakit. Dan hampir setiap hari pula, Andre dan anggota Scorpio mengunjunginya. Jadi, Dea tidak penah kesepian. Apalagi Rio, cowok paling kocak di anggota Scorpio selalu membawa cerita-cerita lucu. Mereka tertawa terbahak-bahak. Dan setiap kali itupula perawat di sana menempel jarinya ke bibir. “Syut… jangan ribut!” ucap perawat cantik itu.
Berbeda halnya dengan Andre. Walaupun Dea sedang sakit, dia tetap saja bersikap romantis. Dan masih sama, dia selalu tidak menempatkan situasi itu dalam kondisi yang sesuai.
Tiba-tiba, di siang bolong dengan terik matahari yang sangat… sangat panas, seseorang datang dan menghentikan tawa yang indah.
“Hai, Dea. Bagaimana keadaan kamu?” kata Andika sembari mendekati dirinya.
Semua penghuni di kamar itu terdiam. Mungkin bukan terkesima, tapi terkejut. Sejak kejadian di kompetisi The Winners, mereka tidak pernah bertemu lagi dengan Five Lions apalagi Andika. Dan sekarang, dia telah berdiri tegak di hadapan mereka. Dengan wajah innocent, dia masuk ke dalam ruangan putih itu dan mendekati Dea.
“Ngapain kamu ke sini?” tanya Andre to the point, seolah dia mau mengajak adu kekuatan lagi.
Andika melirik wajah Andre. Tersenyum dan mendekatinnya. Kemudian, menyodorkan tangan kanan. Dia hendak menyalami tangan Andre. mungkin sebagai persahabatan, lalu dia berkata,” Aku hanya ingin menjengguknya saja kok, tidak lebih!”
Andre hanya ternganga, dan tampaknya dia tidak ingin menjalin perdamaian dengan musuk cintanya itu. Melihat aura yang mulai memanas, Rian mulai mengambil tindakan. Dia harus bisa menenangkan sikap kekanak-kanakan dari Andre, dan di tambah dengan sikap sombong dari Andika. Sementara Dea, dia hanya terpaku, tidak ngomong apa-apa.
“Sudahlah Andre, biarkan saja Andika melihat Dea,” bujuk Rian. “Tidak ada salahnya juga kan!”
“Iya,” setuju Dea. “Lagipula dia sudah berubah!”
__ADS_1
“Terserah kalianlah!” kata Andre sembari beranjak dari ruangan.
“Andre, kamu mau ke mana?” cegah Dea.
Andre memandang sebentar , lalu dia berkata dengan tetap melangkah, “Aku mau keluar sebentar!”
Dea hanya diam, membiarkan Andre untuk lebih menjaga sifat emosinya. Dia tahu, Andre sedang kesal dengan kedatangan Andika. Tapi tidak mungkin dia mengusir orang yang mempunyai maksud baik. Andika hanya ingin menjenguknya saja.
“Apa kabar, Dea?” tanya Andika ramah. “Masih terasa sakit?”
Dea menggelengkan kepala,”Tidak,”
“Syukurlah, ketika tahu kamu masuk ke rumah sakit, aku segera datang ke sini,”
“Kapan kamu akan pulang ke rumah?” tanya Andika lagi.
“Kata dokter, besok aku sudah boleh pulang,”
“Aku antar kamu ke rumah ya!”
__ADS_1
Dea terdiam. Berpikir sejenak. Kalau besok Andika mau mengantarnya pulang, pasti Andre akan keluar lagi seperti tadi. Bisa-bisa hubungan dia akan berakhir. Terus… dia harus bagaimana dong?. Dia melirik Rian, mencoba telepati dengan cowok itu. Rian sepertinya paham, dengan segera dia mengambil tindakan.
“Andika, kayaknya nggak bisa deh. Kata papa Dea, besok dia pulang saat kita masih belajar di sekolah,” ujar Rian mencegah. “Dan lagi, keluarga besarnya akan datang, jadi tidak enak kalau mengganggu,” lanjut Rian meyakinkan.
“Oh, begitu ya!” kata Andika sembari melirik Dea. Dia masih berharap bisa mengantarkan gadis itu. “Kalau seperti itu, aku boleh main ke rumah kamu?”
“Nggak, kamu tidak boleh main ke rumah dia!” jawab Andre tiba-tiba datang. Dia segera melangkah mendekati Dea. Mengamati dan memandang mata Dea dengan seksama. Kemudian, membelai rambutnya dan berakhir dengan ciuman lembut di kedua pipi Dea. “Kamu paham, kan?” kata Andre lagi seolah mengancam.
Andika spontan terkejut. Tindakan Andika tadi membuatnya seperti membuat tali pada sebuah pohon. Melilit tali itu ke leher dan menjerat dengan sangat keras. Menyakitkan. Sementara anggota Scorpio yang lain juga terkejut. Tidak menyangka Andre akan seberani itu di hadapan mereka. Berbeda halnya dengan Dea, dia hanya diam. Sudah terbiasa dengan sikap kekanakkan dan romantis itu.
Andika memandang Andre tajam. Dia sudah tahu kalau tidak bisa lagi melawan Andre untuk mendapatkan Dea. Dua sejoli itu sudah terlanjur bersatu dan tidak dapat di pisahkan.
“Dea, aku pulang dulu. Aku ada janji dengan anggota Five Lions yang lain,” kata Andika berpamitan.
Dea mempersilahkan dan tidak lupa mengucapkan terima kasih. Semoga saja dia bisa sembuh karena mendapatkan doa dari orang yang mengunjunginya. Dan sekarang saat dia beraksi. Saatnya untuk marah kepada Andre.
Melihat wajah Dea yang menahan marah, ketiga anggota Scorpio segera mencari tempat aman. Ya, daripada mereka ikut kena semprot, mendingan mereka mencari aman. Biar Andre saja yang harus merasakannya. Hehehe….
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA KARYAKU. MOHON KRITIK DAN SARANNYA.