![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
Dea mengambil tangan itu ragu-ragu. “Benarkah Pak!” tanya Dea masih belum percaya. Pak Anggara hanya menganggukkan kepala. Tanpa pikir panjang, tangan pria itu di letakkan di keningnya, dia memberi salam. “Terima kasih banyak, pak!” ucap Dea sangat bersyukur.
Semua orang bertepuk tangan. Mereka bahagia melihat senyuman indah Dea apalagi dengan dua lesung pipinya. Cantik banget! Kemudian, Andre mengajak semua orang ke dalam rumah. Ternyata anggota Scorpio telah menyiapkan sebuah kue untuk merayakan ulang tahunnya. Acara perayaanpun di mulai.
“Ayo tiup lilinnya, jangan lupa make a wish,” kata Bian mempersilahkan.
Dea menganggukkan kepala. Kemudian, dia mengadahkan tangan ke atas, berdoa, dan mengucapkan make a wish. Perlahan, dia mulai meniupkan lilin di yang ada di atas kue. Dengan tidak lupa di iringan lagu selamat ulang tahun.
“Dea, kamu membuat wish apa?”tanya Andre penasaran. “Supaya kita tetap langgeng ya!” lanjut Andre dengan menggoda Dea.
Dea hanya terdiam dan tersenyum. Lalu tentang harapannya itu, hanya satu yang selalu dia harapkan. Semoga kebahagiaan ini tetap berlanjutnya, ucapnya mengulang dalam hati.
__ADS_1
Jam 6 sore. Andre mengantarkan Dea pulang ke rumah, dan tidak lupa membawa semua hadiah. Papanya pun ikut membantu membawa semua hadiah, saking banyaknya.
“Om, Andre pulang dulu ya! Permisi,” pamit Andre dengan sopan.
Papa Dea menganggukkan kepala dan mempersilahkan. “Dea, kamu antar Andre ke depan ya!” perintah Papanya.
Dea menganggukkan kepala, kemudia mengikuti Andre dari belakang. Dari tadi Andre kelihatan gelisah, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi tampaknya dia ragu-ragu. Tiba-tiba, langkah Andre terhenti tepat di depan rumah. Dia celingak-celinguk, mungkin berharap papanya tidak ada di sana. Setelah mengetahui bahwa aman, dia menatap mata Dea dengan tajam hingga membuat gadis itu menjadi salah tingkah.
“Malam ini kamu ada acara?” tanya Andre meneliti.
“Mau nggak makan malam bersamaku!”
“Kok tumben?” kata Dea heran. “Ada apa nih?”
__ADS_1
“Aku ingin merayakan ulang tahun kamu yang ke-17 hanya berdua saja,” jelasnya dengan wajah memerah. “Jadi bagaimana, kamu mau?”
Lama Dea terdiam. Dia hanya terkejut. Sementara Andre, dia gelisah berat. Sangat takut kalau ajakannya itu akan di tolak oleh gadis yang sudah lama mencuri hatinya. Bila di hitung dari awal pertemuan hingga sekarang, dia sudah menyukai gadis itu selama 1 ½ tahun. Cukup lama juga!. Perlahan, Dea menganggukkan kepala, dan seketika itupula Andre jingkrak-jingkrak seperti orang mempunyai gangguan jiwa. Dea hanya tertawa kecil. Perasaannya campur aduk seperti permen nano-nano.
“Aku jemput satu jam lagi!” kata Andre memastikan jadwal janjiannya.
“Ya!” jawab Dea singkat namun meyakinkan. “Hati-hati di jalan!” kata Dea mengantarkan kepergiannya.
Andre menganggukkan kepala mengiyakan. Dia memasang helm dengan tangan gemetar. Dia benar-benar merasa sangat bahagia. Akhirnya mereka bisa makan malam bersama, tanpa penganggu siapapun. Tidak anggota Scorpio, tidak pula dengan Andika. Pokoknya malam ini adalah malam teristimewa untuk mereka.
Dea membantingkan tubuhnya ke tempat tidur. Senang banget rasanya bisa merayakan dengan orang-orang tersayang, juga mendapat banyak hadiah. Dea meneliti beberapa hadiah itu, mencoba mencari nama seseorang. Dia tersentak. Ternyata benar kalau wanita itu akan mengirimkan hadiah untuknya. Padahal mereka baru saja saling mengenal.
__ADS_1
Olivia Aurel. Nama itu terukir jelas pada sebuah hadiah berbentuk kotak dengan sampul merah hati bergambar beruang. Dea mengoncang-goncang kotak itu, mencoba menebak apa isinya. Dia mulai tidak tahan. Dengan segera dia membuka hadiah paling istimewa itu dengan hati-hati.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA. TETAP BACA KELANJUTANNYA TERUS. DAN JANGAN LUPA VOTE, COMMENT, RATING, AND LIKE.