Dion [Untuk Kembaranku]

Dion [Untuk Kembaranku]
Episode 13.2


__ADS_3

“Kamu udah bangun?” tanya Andre di tempat duduk di samping Dea. “Nyenyak tidurnya?” lanjutnya lagi.


Dea menganggukkan kepala. Perlahan, dia merenggangkan otot-otot tangannya. Krek… krek… krek…, bunyinya bergema di ruang UKS. Andre tertawa, kemudian mengelus lembut lagi rambut Dea. Dan Dea hanya bisa tersenyum, senang dengan perhatian Andre yang romantis.


“Andre…,” kata Dea lembut.


“Ya, ada apa?”


“Sebenarnya, aku…,” Dea mulai bercerita. Andre mendengarkan dengan seksama dan mencerna dalam benaknya.


Jadi hal itu yang membuat Dea uring-uringan seperti ini. Pantas saja, ini menyangkut kehidupannya antara dua pilihan. Andre memandang kekasihnya itu dengan tatapan iba. Dia tahu, gadis itu sedang kebinggungan. Dea sangat menyukai posisinya sebagai ketua osis, tapi dia tidak berniat untuk keluar dari Scorpio.


Perlahan, Andre mengambil ponselnya. Tampaknya dia mengetik beberapa pesan untuk seseorang. Sementara Dea, dia hanya memandang tindakan Andre, heran juga binggung.


“Ada apa, Ndre?” tanya Dea penasaran.

__ADS_1


“Nggak kok!” jawab Andre sembari memasukkan ponsel ke dalam saku celana. “Aku antar kamu pulang ya! Gerbang sekolah mau tutup sebentar lagi,” kata Andre dengan membereskan peralatan sekolah Dea. Kemudian, dia menuntun Dea untuk turun dari tempat tidur. Mereka segera meninggalkan ruangan putih sekolah itu.



Dea masih belum dapat berpikir tenang. Galau dan gelisah. Pilihan itu belum dapat di tentukannya. Pak Anggara terus mendesaknya untuk menentukan pilihan. Memang tidak salah, Pak Anggara melakukan itu. Dia hanya menjalankan tugasnya sebagai pendidikan. Dia hanya ingin menolong Dea untuk menyelamatkan masa depannya.


Tok… tok… tok… pintu kamar Dea berbunyi. Dea bangkit dan membuka pintu.


“Kamu sudah tidur?” tanya mama dengan membelai rambut anak tersayangnya itu.


Melihat jawaban itu, mamanya memandang Dea dengan gelisah. Ada apa dengan anak semata wayangnnya? Tumben sekali Dea tidak semangat seperti itu. “Apa terjadi masalah?”tanya mama mulai menguak isi hatinya.


Dea menggelengkan kepala. Mungkin niatnya tidak untuk membuat wanita paruh baya itu khawatir. Namun sepertinya, dia sudah tidak bisa menahan rasa kegundahan itu. perlahan, air matanya menetes. Dia menangis.


Mamanya hanya diam, kemudian memeluknya dengan erat. Membiarkan Dea menangis dalam pelukannya. Tidak beberapa lama, tangisan mulai berhenti. Air matanya tidak menetes lagi. Perasaan lega sudah menghampirinya.

__ADS_1


“Ma, Pak Anggara memanggil Dea, katanya nilai sekolahnya turun. Maka dari itu Dea harus memilih, apakah tetap menjadi ketua osis atau drumer di band. Dea binggung mau milih ya mana? Dea sama-sama menyukai pekerjaan itu,” jelas Dea panjang lebar.


Mama memegang pipinya, kemudian menghapus air mata yang jatuh itu. Anaknya sedang rapuh dan tidak tahu harus bagaimana. Perlahan, dia memeluknya dengan erat. “Dea, mama hanya bisa mendukung setiap pilihan kamu,” ujarnya. “Mama hanya bisa memberi nasihat agar kamu memilih sesuatu yang benar-benar kamu sayangi, pilihlah dengan rasa cinta. Rasa cinta akan membuat kamu merasa bahagia setiap melakukan pekerjaanmu itu,” lanjutnya lagi.


Dea semakin menangis. Bukan karena ucapan mamanya itu, dia hanya ingin melepaskan rasa letih. Benar perkataan mamanya, dia harus menentukan pilihan dengan cinta.


Setelah mendapatkan nasihat dari mamanya, Dea mulai berpikir. Sudah saatnya untuk mengakhiri pilihan itu. Dia sudah memutuskan antara ketua osis atau drumer? Dan pilihan itu akan membawanya menuju kebahagiaan.



I SAID THANK YOU SO MUCH, KARENA TELAH MEMBACA CERITAKU...


YUK MASUK GRUP ALSAEIDA. KAMU BISA TANYA APAPUN DI SANA, TERMASUK BAGAIMANA NOVEL INI BISA DIKONTRAK SAMA MANGATOON :)


__ADS_1


__ADS_2