![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
Sebentar lagi… sangat sebentar lagi. Pengumuman pemenang itu akan bergema. Tidak ada yang tahu hasilnya kecuali para juri dan sang Kuasa. Wajah MC juga terlihat resah dan gelisah dengan amplop pemenang di tangan mereka. Hati yang bergemuruh juga di rasakannya.
“Pemenang The Winners tahun ini adalah …,” potong MC. “Scorpio” lanjutnya.
Oh My God, sungguh tidak di percaya. Dea menyucurkan air mata. Scorpio menang. Dia masih bisa bermain drum dengan anak Scorpio. Dan lagi, dia masih bisa bersama dengan Andre. Cowok itupun tersenyum. Dia merangkul Dea dengan lembut. Ah, melegakan. Kemenangan. Piala ini. Dan hadiah ini. Sungguh membanggakan.
Para penonton bertepuk tangan. Ricuh seperti pasar. Scorpio segera naik ke atas panggung dan membungkukkan badan. Mereka sangat berterima kasih. Rian segera mengambil piala dengan bangga. Sedangkan Five Lions, mereka hanya melongo. Ada seraut kekesalan dari wajah mereka. Apalagi Andika. Rencananya telah hancur. Dia tidak bisa memisahkan Dea dari Scorpio. Dan dia juga tidak dapat memiliki hati Dea. Menyedihkan sekali!
Anggota Scorpio berpelukan. Ini adalah kejadian yang menegangkan sekaligus mengharukan. Pertarungan yang sangat memacu aldernalin. Perlahan, anggota Five Lions mulai mendekati anggota Scorpio. Masih tampak kekesalan dari wajah mereka. Dan masih tampak kebencian dari mata mereka.
“Sesuai perjanjian kita, aku tidak akan lagi mengganggu Scorpio,” katanya dengan mata yang berapi-api. “Dan kamu Dea, aku juga tidak akan mengganggu kamu!” lanjutnya.
“Terima kasih kamu sudah mau menepati janji. Dan cuma satu pesanku, untuk mendapatkan ketulusan dari orang lain janganlah menggunakan cara yang tidak sportif, hasilnya akan menjerumuskan kamu,” kata Rian memperingati. “Dan untuk Andika, sampai sekarangpun aku tidak pernah bisa memaafkan diriku atas kematian Amira, tapi aku tidak mau kehidupanku terus membatu, aku ingin berubah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,”
Andika terpaku mendengar perkataan itu. Benar, selama ini dia selalu menjadikan Amira, saudara perempuannya, sebagai alasan untuk membenci Rian. Kebencian itu tidak membawa dirinya dalam kebaikan. Selama ini Andika sudah banyak melukai Rian. Bahkan Rian pernah hampir kehilangan nyawa karenanya. Dan tindakan Rian hanya diam saja. Dia membiarkan tubuhnya hancur dari kakak kekasihnya itu.
“Terima kasih, aku akan ingat itu,” kata Andika sembari menyodorkan tangannya.
Rian dengan suka cita menerima tangan itu. Jabatan tangan perdamaian. Sudah lama Rian menanti hari seperti ini. Dan sekarang telah terwujud. Perdamaian ini telah datang. Membawa senyum bahagia untuk setiap umat manusia. Sungguh indahnya menjalin perdamaian persaudaraan!.
__ADS_1
Di ruang studio,
Semua anak Scorpio masih terpaku memandang piala yang berada di depan mereka. Benar-benar tidak percaya. Berkali-kali anggota Scorpio mengucek mata mereka. Sungguh tidak di sangka, kemenangan itu dapat di peroleh.
“Ayo kita berfoto!” perintah Rian.
Semua anggota Scorpio mengangguk. Moment ini tidak pernah di lupakan dan foto inilah saksi nyata. PRIT… Berkali-kali bunyi dari kamera itupula berbunyi. Gaya-gaya unik mereka persembahkan dengan bangga. Dan berkali-kali pula, Dea menjadi sasaran bagi cowok-cowok anggota Scorpio.
“Stop, sudah! Aku tidak mau lagi di suruh-suruh ganti pakaian. Aku capek!” ngambek Dea.
“Kok sudah! Kami mau lihat Dea pakai pakaian yang lain,” renggek Rio
“Aku tidak mau lagi!”
“Kok gitu, padahal sekarang hari kemenangan kita!”
“Rio, tidak ada hubungannya dengan kemenangan kita!” ucap Dea kesal.
__ADS_1
Wajah Dea merenggut. Dia benar-benar sangat kesal. Dan Andre, cowok yang membuatnya melakukan ini hanya tersenyum bahagia. Dia sangat menikmati pemandangan menarik dari setiap pakaian Dea. Huh! Dea sangat merasa jengkel.
“Sudah… sudah… ,” lerai Rian. “Lebih baik kita pulang ke rumah masing-masing, kalian pasti capek kan!”
“Ya, aku sangat capek!” ujar Bian sembari merenggangkan jemari-jemarinya.
Semua menganggukkan kepala, sependapat dengan Rian dan Bian. Anggota Scorpio segera bersiap-siap untuk pulang. Mereka benar-benar sangat capek. Pertarungan hari ini sangat melelahkan. Dari mata mereka tampak kelelahan yang mendalam. Latihan yang ekstra telah menyita tenaganya. Sangat banyak!
“Kamu tidak boleh pulang! Kita akan jalan-jalan sebentar!” kata Andre mencegah Dea masuk ke dalam mobil sedan hitam Rian. Kemudian menarik Dea untuk menjauh dari anggota Scorpio yang lain.
“Kita mau ke mana?” tanya Dea sedikit enggan.
“Ikut saja!” kata Andre sembari menarik tangan Andre.
Dea akhirnya menurut. Dua sejoli itu menaiki sepeda motor merah dan menghilang jauh. Rian hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat dua sahabatnya itu. Senang. Bahagia. Perdamaian ini benar-benar telah datang. Pokoknya Happy ending!
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA. JANGAN LUPA COMMENT-NYA.
__ADS_1