![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
“Dea, ada yang ingin kami bicarakan,” kata Rian membuka pembicaraan.
Aneh sekali, semua anggota Scorpio datang ke rumahnya apalagi sudah selarut ini. Wajah mereka tampak sedih. Senyuman berubah menjadi ketegangan. Melihat raut wajah itu, Dea hanya menatap heran. Ditambah dengan sejuta pertanyaan di atas kelapa, seolah burung–burung kecil yang berkeliling.
“Ada apa?”tanya Dea penasaran.
Raut wajah mereka semakin buruk, laksana hantu kuntilanak yang pucat-pasi. Dea semakin gelisah, bukan karena melihat ekspresi itu saja, tapi sikap Andre yang tidak seperti biasa. Cowok itu sedari tadi tidak tersenyum lebar, juga tidak banyak ngomong. Padahal biasanya dia selalu cerewet, dan suka bersikap romantis dengan kata-kata gombalnya.
“Andre, ada apa sih?” ulang Dea.
Masih diam. Tidak satupun di antara mereka yang membuka pembicaraan. Dea semakin gelisah. “Bian, ada apa?” kini Bian yang menjadi sasaran dari penasarannya.
“Rian, sebaiknya kita tidak perlu berlama-lama,” katanya melirik Bian dengan mengacuhkan pertanyaan Dea. “Dia harus tahu demi masa depannya,”
“Masa depan?” tanya Dea binggung.
“Sebenarnya… ,” kata Rian memulai pembicaraan. “Kami ingin kamu keluar dari Scorpio,” lanjutnya dengan sedikit mengembangkan bibirnya, sebisa mungkin tersenyum.
“Maksud kamu apa, Rian?” kata Dea mulai meneteskan air mata. Tidak ada yang menjawab. Suasana mendadak hening. Tiba-tiba terlintas dalam benakknya, pembicaraan dengan Andre di UKS. “Andre, apa yang kamu katakan kepada mereka?”tanya Dea marah.
__ADS_1
“Maaf Dea, aku tahu tindakanku ini akan membuatnya terluka,” kata Andre tidak berani memandang mata Dea. “Tapi, kita harus melakukan ini!”
Seketika itu, Dea menangis. Air matanya turun begitu saja. Deras. Deras. Semakin deras. Keempat cowok itu hanya terpaku, tidak tahu harus berbuat apa-apa. Mereka sama terpukulnya dengan Dea, mungkin merekalah yang paling merasa terluka saat itu.
Perlahan, Dea masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Dia terluka. Tangisannya pecah. Hingga malam semakin larut, gadis itu masih menangis. Dia tertidur dengan air mata yang terus mengalir.
Dea berjalan terburu-buru, langkahnya menuju ke ruang guru. Dia ingin cepat-cepat menyampaikan keinginan hatinya. Semalam dia menangis. Buktinya, matanya memerah dan membengkak. Namun, keganjilan pada kedua matanya tidak membuat mundur untuk bertemu Pak Anggara. Dia sudah membulatkan tekad, bahkan dengan matang. Sangat… sangat matang.
Cukup lama Dea dan Pak Anggara berbicara. Kelihatan sangat serius. Dan perlahan, wajah Dea cerah, di tambah dengan senyuman lebar. Dia terlihat sangat senang.
Tiba-tiba, seseorang bersepeda motor menghampirinya. Dengan jaket hujan yang kebanjiran, apalagi dengan helm yang masih menutupi wajahnya. Dea mulai ketakutan. Dea melirik sekeliling, tidak ada siapa-siapa. Benar-benar sunyi, sepi, dan senyap. Sungguh menakutkan!
Perlahan, cowok itu memeluknya. Dea kaget. Kemudian memberontak dan mencoba berteriak. Suaranya mendadak hilang dan tubuhnya lemas. Dia lunglai.
“Dea…,” panggil sosok itu. Dea terpaku. Suaru itu sangat di kenalnya, sangat tidak asing.
__ADS_1
“Andre… apakah kamu Andre?” tanya Dea sembari membuka helm sosok itu.
Benar, sosok itu adalah Andre. Bibirnya tersenyum walaupun ada seikit raut wajah kegelisahan. Kemudian, dia memeluknya erat. Rindu sekali, seolah dia sudah di tinggal Dea sejuta tahun. Dalam suara rintik air hujan itu, Dea menangis. Tidak menyangka dia akan bertemu dengan kekasihnya itu di sini.
“Mengapa kamu berada di sini?” tanya Andre memegang tangan Dea. Dia mencoba memberi kehangatan pada gadis di dekatnya kini.
“Aku ingin ke studio,”
“Ada urusan apa ke sana?”
“Ada yang ingin aku bicarakan kepada anggota Scorpio,” jelas Dea, nadanya sedikit serak.
Andre mendekap erat. Mungkin tidak ingin melepaskan lagi gadis itu. Hujan reda. Tanpa pikir panjang, Dea dan Andre segera meninggalkan halte bus. Mereka menelusuri jalan untuk menuju ke studio. Dan saatnya Dea menjelaskan sesuatu.
JANGAN LUPA LIKE, FAVORITE, COMMENT, AND SHARE.
YUK MASUK GRUP ALSAEIDA...
__ADS_1