![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
“Cepat kamu ganti pakaian di kamar mandi!” perintah Rian.
“Bukannya kita mau latihan, tapi kok ke sini? Ini kan kafe,”
“Sudah, cepat kamu ganti pakaian sana. Memang kamu mau nampil seperti itu, sosok Dea yang cewek itu,”
“Ya, aku ganti pakaian,” kata Dea sembari menggigit bibir bawahnya.
Tidak butuh waktu lama untuk menganti sosoknya menjadi Dion. Dea siap. Dia sudah berpakaian ala Dion. Dan saat dia tiba, anggota Scorpio telah siap di atas panggung. Ada apa nih? Mereka mau tampil di sini?
“Dion, cepat naik ke atas panggung!” panggil Andre.
Dea segera berlari. Dia naik ke atas panggung. Ketika tiba, Andre menyambutnya. Tersenyum dan membisikkan sesuatu ke telinga Dea. Memang kelihatan Andre sedang menggodanya, tetapi mengapa kata-kata itu membuatnya senang. Juga membuat wajahnya merah merona. Aku sayang kamu, honey!, kata-kata itu terus membuatnya tersipu malu. Rian, yang meliriknya diam-diam pun menjadi memerah. Sungguh lucu sekali muka Dea.
Andre menepati janjinya. Dia sudah menolong dirinya dan juga sekolah. Mereka tampil di sini untuk mengumpulkan dana. Syukurlah, masalah dana untuk pensi itu selesai juga. Tapi, kata-kata bisikan dari Andre membuat dirinya masih tersipu malu.
Bukan hanya itu, wajahnya semakin merona ketika para penonton bertepuk tangan. Sangat ricuh. Apalagi saat salah satu penonton memanggilnya namanya. Dion… Dion… Dion… Para penonton sangat menikmatinya. Ternyata usaha latihan Scorpio tidak menjadi sia-sia.
“Terima kasih semuanya, terutama kamu Rian!” kata Dea senang. Rian hanya manggut-manggut.
“Kok Rian? Harusnya aku kan!”celetuk Andre.
“Iya, kamu juga!” cibir Dea.
“Nih uangnya,” beri Andre. “Cukup atau nggak?”
__ADS_1
Dea mengambilnya dan segera menghitung uang itu dengan seksama. Perlahan dia tersenyum. “Cukup kok!”
“Kalau sudah selesai, ayo kita pulang, aku lapar!” kata Andre sembari melangkah pergi. Anggota Scorpio yang lain mengikuti. Mereka sepertinya benar-benar sangat lapar apalagi Andre. Dari tadi, dia terus memegang perutnya. Dea tertegun. Lama dia menatap langkah cowok itu. Perlahan, Dea menarik tangan Andre.
“Aku mau ke rumah kamu, aku akan masak nasi goreng untuk kamu!” bisik Dea ke telinga Andre.
“Mau!” jawab Andre tanpa basa-basi.
“Aku juga mau!” sela Rio.
“Tidak boleh!” kata Andre menghalangi. Rio merengut.
Dan tampaknya dia belum menyerah untuk mendapatkan masakan Dea. Terus, dia mengejar Rian. Mereka membicarakan sesuatu. Tidak beberapa lama, kedua cowok itu datang di ikuti oleh Bian.
“Sebagai ketua, aku memutuskan untuk makan di rumah Andre dan di masakkan oleh Dea, bagaiman setuju?” kata Rian tertawa senang melihat Andre yang sedang kesal.
“Setuju!” kata Rio tegas. “Kalau kamu Bian? Setuju atau nggak?”
“Oke. Let’s go ke rumah Andre,” kata Rian sembari menarik Dea.
Dea hanya bisa berdiam diri. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia membiarkan ketua mereka menarik dirinya. Sedangkan Andre, dia sudah mengeluarkan wajah amarahnya, tapi tidak di pedulikan oleh ketiga cowok itu. Sepertinya niat Andre untuk berduaan dengan Dea harus di tahan dulu. Aduh… bakal lama juga nih dia baru bisa berdua dengan Dea lagi. Apalagi ada pengganggu-pengganggu yang berkuasa.
“Enak banget nasi gorengnya!” kata Rio sembari melahap dengan rakusnya.
“Lain kali, kamu harus masakkan kami seperti ini lagi,” ujar Rian sembari melirik Andre, bukan Dea.
__ADS_1
“Nggak. Ini adalah yang pertama dan terakhir. Kalian tidak boleh lagi makan masakan Dea,” kata Andre kesal.
“Kok begitu. Dea kan bukan pacar kamu!” timpal Bian membuat yang lainnya ternganga.
“Siapa bilang? Dea itu pacarku,”
“Memang benar?” tanya Bian melirik Dea.
“Bukan kok!” jawab Dea singkat. Lalu dia melangkah pergi ke dapur. Malu banget di tanya seperti itu di depan anggota Scoprio. Lagipula, kenapa juga Andre harus mengaku sebagai pacarnya.
Sudahlah, jangan di pikirkan. Mungkin Andre berkata seperti itu karena dia sedang kesal. Tapi kesal dengan siapa? Dengannya atau dengan anggota scorpio yang lain? Dia tidak dapat menjawab bahkan membuat kepalanya pusing tujuh keliling. Tiba-tiba, orang yang di pikirkannya itu datang. Andre, wajahnya merengut. Suram. Dan menyeramkan. Dia sedang marah.
“Untuk saat ini aku memang bukan pacar kamu! Tapi aku sayang kamu!” katanya sembari memeluk Dea.
Dea tertegun. Aduh, semakin berani saja Andre memeluknya. Dia mencoba untuk memberontak. Namun tenaga Andre terlalu kuat dan melemahkan tenaganya. Perlahan dia memberhentikan juga pemberontakan itu. Dia membiarkan Andre untuk memeluknya erat. Bahkan anehnya, dia membalas pelukan hangat itu. Biarlah, untuk saat ini saja.
Dari kejauhan, anggota Scorpio tersenyum dan tertawa kecil. Mereka sangat senang hari ini. Bisa membantu Dea apalagi dapat nasi gorenag buatan dari princess mereka dan juga mengerjai Andre. Hehehe…. Dasar mereka jahil. Kalau biasanya, kadal di kadalin, kalau ini jahil di jahilin.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA EPISODE 8. TAK LUPA AKU MENGATAKAN,
VOTE!
LIKE!
RATING!
__ADS_1
FAVORITE!
DAN COMMENT-NYA DONG!