![Dion [Untuk Kembaranku]](https://asset.asean.biz.id/dion--untuk-kembaranku-.webp)
Dear adikku sayang
Selamat ulang tahun… Tidak menyangka kalau kamu sudah berusia 13 tahun dan juga kamu sudah kelas 2 SMP. Padahal dulu, kamu selalu mengikuti ke mana kakak pergi, selalu menangis bila tidak mendapatkan keinginannya, selalu berlemotan coklat hingga gigi kamu ompong di tengahnya. Sekarang, kamu sudah tumbuh besar, kamu sudah dewasa.
Sekali lagi, kakak ucapkan selamat ulang. Semoga adikku tercinta ini semakin cantik, pintar, dan berperilaku baik. Jangan bersikap seperti cowok lagi, kamu kan cewek!. Dan satu hal, selalu taat kepada mama dan papa. Dengarkan perkataan mereka!. Jangan buat mereka menangis!.
Kakak binggung mau ngasih hadiah apa ke kamu. Papa dan mama sudah membelikanmu sebuah ponsel, jadi kakak memutuskan untuk membelikanmu sebuah MP4. Dengan MP4 itu, kakak harap kamu bisa mendengarkan berbagai macam bunyi drum. Semoga kamu menyukainya.
Your brother lovely
Dion
Seketika itupula Dea menangis. Sepertinya belum cukup air mata ini mengalir untuk Dion. Perlahan, Dea mengambil foto Dion. Di pandangnya dengan sangat lekat. Dan akhirnya, dia tertidur sembari memeluk foto itu. Dia sangat merindukannya.
__ADS_1
Pagi ini cerah banget. Matahari mempersembahkan sinarnya yang paling hangat. Suara kicauan burung dan embun pagi membuat semua orang bangun dengan semangat dan ceria, siap memulai hari baru.
Dan seperti biasa, Dea menunggu Andre untuk menjemputnya. Hubungan percintaan mereka semakin harmonis. Apalagi sudah di setujui oleh orang tua Dea. Semakin lengket saja kayak perangko dan amplop di antara mereka berdua.
“Yuk, berangkat!” ajak Andre. Dea menganggukkan kepala, segera menaiki sepeda motor kesayangan kekasihnya itu. Perlahan, mereka meninggalkan rumah indah Dea.
Lima belas menit berlalu, mereka sampai pada almamater mereka, SMA Nusa Bangsa. Sudah seminggu Dea tidak menginjak kakinya ke sekolah ini. Masih sama, tidak ada yang berubah. Taman yang tidak terdapat pohon rindang, lapangan basket yang besar, dan juga bel berdering yang sudah lama tidak di dengarnya.
“Dea, udah sehat?” kata Tari di depan pintu. Kemudian dia berlari mendekati Dea dan merangkulnya. “Aku kangen banget!” ucapnya semakin erat memeluk.
“Ya, aku juga!” Dea membalas pelukannya.
__ADS_1
Pelukan itu berlangsung sangat lama, dan Andre pun meninggalkan dua sahabat itu. Apalgi bel juga seudah berdering sehingga mengharuskan dirinya untuk masuk ke kelasnya. Dan akhirnya, mereka siap untuk menerima semua ilmu yang di berikan oleh para pendidik di sekolah itu.
Istirahat pertama, Dea segera menuju ke kantin. Dia ingin segera menyantap makanan di sana. Dia sudah merindukan suara hiruk-pikuk kantin. Baru beberapa suap di memasukkan beberapa bakso, tiba-tiba seseorang cowok menghampiri.
“Permisi kak, kakak di suruh Pak Anggara untuk menemuinya di kantor,” ceritanya.
Ada apa nih? Kok tumben wali kelasnya itu memanggil. Tanpa berpikir panjang, Dea segera menuju ke kantor guru dengan sejuta tanya yang berkeliling di atas kepalanya. Dan ketika dia masuk ke dalam ruangn itu, memandang pria muda yang berkaca mata, dan dia tahu kalau ada masalah. Dea mencoba tenang. Dia harus siap mendengarkan dengan seksama berita itu, baik maupun buruk.
**TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR. NANTIKAN TERUS KELANJUTANNYA. **
__ADS_1