Dion [Untuk Kembaranku]

Dion [Untuk Kembaranku]
Episode 7.5


__ADS_3

Dea tersipu malu melihat tingkah Andre. Cowok ini kadang bersikap kekanak-kanakkan. Seperti sekarang, Andre seperti bocah laki-laki berumur lima tahun yang enggan untuk memakan makanan yang di bencinya. Dan tingkah anehnya yang membuat Dea harus menahan tawa. Andre memegang hidungnya dan perlahan memasukkan sayuran sawi itu ke dalam mulut. Dia bersusah payah menelannya dengan segenap tenaga. Dari wajahnya, kelihatan sekali dia sangat membenci sayuran hijau itu.


“Kok tumben kamu mau makan sayur, Ndre,” tiba-tiba suara seorang gadis datang mengagetkan mereka. “Oh, karena ada Dea toh,” lanjutnya gadis itu lagi.


Dea terpaku. Dengan gadis itu dan juga ketahuan dengan namanya. Dea menerawang. Wajah gadis itu mengingatkannya pada seorang gadis di restoran itu dan gadis yang ada di samping Andre pada foto keluarga. Perlahan, gadis itu duduk di samping Dea. dia memandang Dea dari ujung rambut hingga ujung kaki.


“Perkenalkan Dea, ini Kak Olivia,” perkenal Andre.


“Pantas kamu betah di Indonesia dan ogah pulang ke Canada,”


“Apaan sih kak!” kata Andre malu-malu.


“Ya, sudah. Sebaiknya kamu lanjutkan makan kamu dan jangan lupa makan sayur,” kata Olivia menyuruh. “Kalau kamu tidak keberatan, main ke kamar kakak yuk!” ajaknya melirik Dea.


“Ya kak!” kata Dea sembari mengikuti langkah gadis yang lebih tuan tiga tahun darinya itu.

__ADS_1


Dea dan Olivia memasukki sebuah kamar. Suasana bernuansa indah dengan warna merah muda menghiasi kamar itu. Beda banget dengan Dea yang tidak menyukai warna kesukaan para cewek dunia. Dia merasa jenuh setiap melihat warna itu. Namun berbeda dengan kamar ini. Dia merasa nyaman. Benar-benar suasana kamar seorang gadis dewasa.


“Kalian pacaran ya?” tanya Olivia.


“Tidak kok, Kak,”


“Jangan bohong! Di kamar Andre banyak sekali foto kamu dan juga di dompetnya ada foto kamu. Bukti lainnya, dia mau makan sayur padahal kalau mama yang suruh, dia selalu menolak,”


Eh, Dea kaget. Dengan terpaksa, dia menganggukkan kepala. Dalam hati, sebenarnya Dea tertawa terbahak-bahak dan juga merasa senang. Dia tidak menyangka bahwa Andre sangat menyayangi dirinya. Selama ini, Dea selalu menganggap perhatian dan ucapan sayang itu hanya sebagai kejahilan, walaupun dia tahu kalau Andre selalu serius bila mengenai dirinya.


“Kakak sangat setuju hubungan kalian,” ujar Olivia lagi.


“Kakak mau pulang ke Canada. Kakak harap kamu bisa terus berhubungan baik dengan Andre,”


“Iya, Kak,” jawab Dea dengan ramah.

__ADS_1


Mereka berbicarakan banyak hal. Lebih utama tentang masa kecil Andre. Dea jadi mengetahui banyak hal tentang Andre. Apa kesukaan Andre dan apa yang di benci oleh Andre. Dan ada sebuah kisah yang membuat Dea tidak bisa menahan tawa. Ya, sebuah kisah fobia-nya. Andre pipis di celana gara-gara seekor tikus. Dari luar, dia kelihatan seperti cowok kuat yang tidak punya kelemahan, tapi sebenarnya dia adalah seorang cowok manja yang selalu merenggek. Hehehe… Dea mengetahui sebuah rahasia besar.


Tok… tok… tok… suara pintu di ketuk dan cowok yang sedang di bicarakan itu telah berdiri di depan pintu.


“Kak, Dea harus pulang,” kata Andre memberhentikan pembicaraan mereka.


“Kok cepat banget!”


“Mau bagaimana lagi Kak, dia sudah  terlalu lama di sini. Memang apa yang kalian bicarakan?”


“RAHASIA,” jawab Dea dan Olivia serempak.


Andre mencibir. Dia kesal kalau sudah menyangkut rahasia di antara para gadis. Palingan hanya gosip, pikirnya. Sedangkan Dea dan Olivia hanya cengar-cengir dengan puas melihat Andre yang sedang kesal.


Tidak beberapa lama, Andre membawa Dea pergi dari rumahnya. Olivia mengantar kepergian gadis pujaan adiknya itu keluar rumah. Dan perlahan, mereka berdua menghilang dari pandangan Olivia, gadis yang baru menginjak umur 20 tahun itu.

__ADS_1



TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA, VOTE, COMMENT, RATING, DAN FAVORITE! NANTIKAN KELANJUTANNYA! HOREEEEEEEE...........


__ADS_2