Dion [Untuk Kembaranku]

Dion [Untuk Kembaranku]
Episode 11.4


__ADS_3

“Sejak kamu bertemu Scorpio, kakak sangat senang. Kamu mulai tersenyum lagi,” ucap Dion sembari membelai kepala Dea. “Kakak sangat terluka jika kamu sedih,”


“Kak, maafkan  aku yang selama ini bersikap kekanak-kanakkan. Tapi aku melakukan itu karena aku sayang kakak,”


“Kakak paham. Tapi sikap itu menyakitkan orang-orang yang menyayangimu!”


Dea terdiam sejenak. Merenungkan perkataan-perkataan itu. Benar perkataan Dion. Sikap kekanak-kanakan itu membuat orang yang berada di sekitarnya terluka. Scorpio, Bian, dan Andre. Dea tersipu. Andre, cowok itu sudah menjadi kekasihnya. Dia selalu bisa tersenyum bila berada di dekatnya. Rindu. Saat ini, Dea merasakan kerinduan. Kejahilannya. Dan juga sikap dan kata-kata gombalnya.


“Kakak merestui hubungan kamu dengan Andre,” kata Dion seolah membaca pikiran Dea.


“Apaan sih kak?” ujar Dea tersipu.


Wajah Dea menjadi memerah. Andre. Mendadak aia jadi teringat cowok itu. Mungkin benar kalau dia sedang merindukan sosok kekasih itu.


“Dea, sebaiknya kamu pulang. Tempat kamu bukan di sini?” kata Dion sembari menghilang dengan perlahan.

__ADS_1


Dea celingak-celinguk mencari Dion. Tidak ada. Dia terus mencari setiap pelosok taman. Masih tidak ada. kemudian  samar-samar Dea mendengar suara. Sebuah suara yang memanggilnya dan semakin lama semakin dekat. Tiba-tiba, seberkas cahaya datang. Dan perlahan menelan tubuhnya.



Dea membuka mata. Ruangan putih. Penuh obat-obatan. Papa dan Mama ada di sampingnya dengan wajah yang sangat khawatir. Andre juga ada. Wajahnya juga sama khawatirnya dengan orang tuanya. Kemudian Dea tersenyum, mengembangkan bibirnya agar memberikan ketengangan.


Dea mencoba untuk duduk. Tubuhnya masih lemas. Infus selang yang berada di lengan membuat tubuhnya tidak leluasa. Sementara segera Andre duduk di samping. Dia mengelus kepala Dea dengan lembut. Masih seperti biasa dan tidak berubah. Dia memperlakukan Dea dengan lembut dan tidak memperdulikan situasi. Melihat perilaku dua sejoli itu, mama dan papa Dea hanya tersenyum.


“Andre, Bian ke mana?” tanya Dea masih mencari sosok itu, hanya dia yang tidak ada di ruangan itu.


“Bisakah kamu memanggilnya?”


Andre mengangguk. Tidak beberapa lama dia mulai beranjak dari tempatnya. Dia menuju pintu. Dari dalam ruangan, Dea bisa melihat Andre dan Bian yang sedang berbicara.


Panjang lebar juga mereka berbicara. Kemudian kedua cowok itu mulai masuk. Bian, raut wajahnya terlihat sedih dan gelisah. Dia terlihat sangat terluka, benar-benar seperti memiliki luka yang sangat dalam.

__ADS_1


“Bian, maafkan aku!” ucap Dea. “Seharusnya aku memaafkan atas kecelakaan Kak Dion,”


Bian terpaku. Benarkah itu? Apakah dia tidak salah dengar? Dea memaafkan kecelakaan itu. Seketika itupula air mata Bian mau keluar menetes. Dia tidak menyangka bahwa beberapa kata itu membuatnya sangat bahagia. Seperti melayang ke langit ke tujuh, dan bertemu bidadari-bidadari cantik.


“Dea, maafkan aku yang tidak menceritakan tentang kecelakaan itu? Aku tidak menyangka bahwa kamu adalah adik dari orang itu,” ucap Bian memohon maaf dengan sangat tulus. “Selama ini, aku selalu merasa bersalah. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini,”


“Ya, aku sudah memaafkanmu begitupula Kak Dion,” jawab Dea tersenyum.


Bian membalas senyum itu. Dan semua orang yang berada di ruangan pun ikut tersenyum. Kebahagiaan ini sangat menyejukkan hati. Prahara di antara anggota Scorpio sudah selesai. Dan mereka siap untuk menanti cerita selanjutnya. Tiba-tiba mata Dea terpaku. Dari arah jendela, Kak Dion sedang berdiri. Dia tersenyum dan melambaikan tangan. Tidak beberapa lama, sosok itu menghilang.



MOHON KRITIK DAN SARANNYA YANG MEMBANGUN...


__ADS_1


__ADS_2