Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
PART 15


__ADS_3

Pagi ini Leon menerima kabar jika harga saham perusahaan turun drastis dan dengan segera Leon mengadakan meeting darurat bersama beberapa pemegang saham lainnya dan beberapa divisi manager.


"Kita harus menstabilkan harga saham sebelum pukul lima sore! Apapun caranya dan kita harus berusaha keras hari ini." Tegas Leon kepada yang hadir dalam rapat.


'Bagaimana mungkin bisa stabil sebelum 24 jam?' Bisik beberapa orang.


"Saya tidak terima alasan apapun! Jika kalian gagal menstabilkan saham maka perusahaan ini tidak membutuhkan kalian lagi!" Ancam Leon dengan nada tinggi dan membuat Shera terkejut sekaligus takut.


Tepat pada pukul lima sore harga saham kembali stabil dan membuat semua karyawan bernafas lega dan bebas dari ancaman pemecatan.


"Della,besok saya tidak akan ke kantor! karena harus keluar kota,tolong handle semua dan cancel meeting selama seminggu kedepan!" Ucap Leon memerintahkan Della.


"Baik pak!" Ucap Della senang karena mendapat kepercayaan dari Leon dan melirik penuh kemenangan kepada Shera sedangkan Shera hanya mengabaikannya.


Keesokkan harinya Shera sudah siap dengan dua buah koper di ruang tamu.


"Leon cepetan dong!" Teriak Shera.


"Oke oke.. coming baby!" Ucap Leon memeluk Shera dan memberi morning kiss.


Mereka tiba di Solo malam hari dan saat itu juga Leon langsung memetik mangga di halaman rumah dan mengupasnya untuk Shera.


"Ini yang kamu mau!" Ucap Leon menyodorkan sepiring mangga.


"Aku udah gak pengen. sekarang aku pengen makan bubur kacang ijo." Ucap Shera sembari tersenyum manja.


"Ya tuhan sayang! kita jauh jauh dari jakarta kesini buat mangga giliran udah sampai sini malah berubah lagi dan sekarang udah jam berapa disini Solo bukan Jakarta susah cari warung bubur yang buka." Ucap Leon mendengus kesal dan sangat gemas dengan perilaku Shera belakangan ini.


"Bukan aku yang mau tapi anak kita." Ucap Shera sembari menunjuk perutnya yang rata.


Sejak kehamilan Shera di ketahui prilaku Shera semakin manja dan selalu sensitive sehingga Leon harus menjaga ucapannya saat bicara dengan istri kesayangannya itu.

__ADS_1


"Besok pagi saja ya? Sekarang kita istirahat kan capek seharian di perjalanan!" Ucap Leon membujuk Shera untuk pergi ke kamar.


"Yaudah deh!" Ucap Shera pasrah karena memang dia juga merasakan tubuhnya nyeri.


Perjalanan Jakarta Solo yang panjang dan macet di beberapa titik membuat mereka kelelahan saat tiba di Solo,jika bukan karena ngidam Shera,mungkin Leon akan langsung tidur begitu sampai di rumah mertuanya ini. Shera dan Leon terlelap dalam tidurnya. tepat pada pukul dua belas malam Shera membuka matanya lalu mengerjapkannya beberapa kali setelah itu Shera duduk bersandar di sandaran ranjang kayu tersebut,Shera menatap wajah tenang Leon yang sedang lelap dalam tidurnya.


"Leon!" Panggil Shera sembari mengguncang tubuh Leon pelan.


"Eemm." Jawab Leon dengan mata terpejam.


"Leon bangun!" Ucap Shera tegas membuat Leon membuka matanya dan memposisikan setengah tubuhnya bersandar pada sandaran ranjang sembari kembali menutup matanya.


Cup,,


Sebuah ciuman mendarat di bibir Leon dan membuatnya membuka mata terkejut melihat Shera sudah duduk di atas pangkuannya sembari mengalungkan lengannya ke leher Leon.


"Sayang kenapa kamu agresif banget?" Ucap Leon menggoda Shera.


"ya tuhan! jadi kamu bangunin aku cuma buat bilang kangen?" Ucap Leon tak habis pikir dengan tingkah Shera yang semakin aneh.


"hehehe,,tiba tiba kangen kamu." Ucap Shera sembari tersenyum manja.


"Oke oke,sekarang kita tidur ini masih tengah malam!" Ucap Leon menarik Shera kembali berbaring di ranjang dan di peluk erat.


"Iya sayang." Ucap Shera sembari mengusap punggung tangan Leon yang berada di perutnya.


Pagi hari Leon menemani Shera jalan santai sembari mencari sarapan.


"Kamu mau sarapan apa?" Tanya Leon sembari memeluk pinggang Shera.


"Pengen rujak cingur." Ucap Shera sembari tersenyum.

__ADS_1


"oke oke sepulang dari sini kita cari yang jual ya? emang udah gak mau bubur kacang hijau lagi?" Ucap Leon mencium kening Shera.


"ngga akh,kayanya mual deh pagi pagi makan kaya gituan, yaudah sekarang pulang yuk!" Ajak Shera kepada Leon.


Hari mulai siang namun Leon dan Shera masih menyusuri jalan di kota Solo karena Shera tiba tiba minta keliling Solo dan itu membuat kepala Leon semakin sakit.


"Darimana kalian?" Tegur mamah Shera saat melihat Shera dan Leon tiba di halaman rumah pada sore hari.


"Baby nya minta keliling Solo." Ucap Shera tersenyum menghampiri mamahnya dan memeluk mamahnya.


"Yaudah sana mandi!" Ucap mamah Shera dan di patuhi langsung oleh Shera sementara Leon duduk di kursi halaman sembari memijat keningnya.


"Kenapa?" Tanya mamah Shera saat melihat wajah lelah Leon.


"Gak kenapa kenapa mah,Cuma sedikit pusing karena Shera selalu minta yang aneh aneh." Ucap Leon mengeluh.


"Ya sabar namanya juga orang hamil." Ucap mamah Shera sembari mengusap bahu Leon.


"Tapi Shera itu makin sering ganggu aku tengah malam." Ucap Leon dengan nada mengeluh.


"Ya mungkin karena bawaan bayi. kamu tahu sendiri gimana Shera aslinya! Jangankan bangun tengah malam bangun pagi saja susah banget." Ucap mamah Shera sembari tertawa kecil.


"Besok kami akan kembali ke Jakarta mah." Ucap Leon menatap wajah mertuanya yang sedang tertawa ringan.


"Kenapa cepat cepat sih?" Ucap mamah Shera karena menurutnya mereka terlalu sebentar di Solo.


"Banyak pekerjaan yang aku tinggalkan di kantor di tambah Shera juga gak bisa di tinggal disini karena sejak hamil dia semakin manja dan gak bisa di tinggal sedikitpun." Ucap Leon mengusap kasar wajahnya.


"Leon cepat masuk. ayo mandi!" Teriak Shera dari dalam rumah.


"Tuh kan baru aku bilang!" Ucap Leon yang di tanggapi senyuman oleh ibu mertuanya itu.

__ADS_1


"Yasudah kamu yang sabar,sekarang sana masuk temani Shera!" Ucap mamah Shera dan langsung dipatuhi Leon.


__ADS_2