Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
EKSEKUSI


__ADS_3

Sejak kejadian hari itu,molly enggan keluar kamarnya bahkan Kenzo yang membujuk pun dia tidak mau keluar dari kamarnya. Shera sangat khawatir dengan kondisi molly takut mempengaruhi kandungannya.


"molly kenapa?" tanya shera sembari mengaitkan rambut molly ketelinganya.


"molly takut" ucap molly dengan suara bergetar.


"molly takut apa?" lanjut shera.


"molly takut,laki laki itu akan mengambil bayi ini" ucap molly mengusap perutnya.


"Dia tidak akan bisa mengambilnya, di barisan depan kamu masih punya kak Leon dan Daddy kamu yang siap melindungi kamu" ucap shera sembari tersenyum.


"molly bingung" lanjut molly.


"bingung kenapa sih?" tanya shera dengan sabar.


"molly sangat membenci laki laki itu tetapi molly sadar bayi ini butuh seorang ayah" ucap molly.


"Lakukan apa yang molly mau lakukan,jangan takut disini masih ada banyak orang yang akan menyayangi molly dan putri kecil molly nanti" ucap shera.


Ponsel molly bergetar,molly pun melihat layar ponselnya dan terkejut dengan yang ia lihat di sana.


"ada apa?" tanya shera.


"molly harus pergi kak, Daddy akan eksekusi laki laki itu" ucap molly langsung menyambar sembarang kaos dan celana pendek.


Molly langsung meraih kunci mobilnya dan dengan kecepatan tinggi ia melesat menuju markas Dark Shadow.


#MARKAS DARK SHADOW


"Hebat sekali anda berani mendatangi tempat ini lagi!" ucap Wilson arogan.

__ADS_1


"Aku tidak akan kembali kemari lagi jika bukan karena putrimu mengandung anakku" ucap Kenzie tak kalah arogan.


"Jadi kau adalah brengsek yang menghancurkan putriku? putriku masih kecil bahkan sangat kecil Kenzie, aku bahkan tidak berani menyakitinya. Kau membuat dia kehilangan arah dan tujuannya di masa depan,kau laki laki pengecut yang tidak pernah mencari tahu keberadaan putriku dan bagaimana kondisinya? Jika bukan karena aku mungkin bayi itu sudah mati sejak lama. Tubuh molly sangat lemah itulah sebabnya aku melatih dia agar menjadi kuat tapi kau malah membuat dia memperlihatkan kelemahannya. KAU BENAR BENAR BRENGSEK KENZIE, AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Teriak Wilson membuat tubuh Kenzie kaku dan keringat membasahi tubuhnya.


"DADDY STOP IT" teriak molly dengan nafas terengah engah.


Kenzie dan Wilson menoleh ke arah datangnya suara tersebut.


"kamu ngapain datang kesini?" tanya Wilson khawatir pada putrinya. "apa kamu mengkhawatirkan si brengsek ini?" ucap Wilson sembari menoyor kepala Kenzie dengan tongkatnya.


"Tidak,tidak sama sekali. untuk apa aku khawatir padanya" elak molly dengan wajah memerah.


"syukurlah,kamu duduklah disini biarkan Daddy menghajar orang tidak tahu malu ini" ucap Wilson mendudukkan molly di kursi kebesarannya.


Wilson menarik tubuh Kenzie ke atas ring pertarungan.


"Bertarung lah,jika kau menang aku akan memberikan restu kepada mu" ucap Wilson "tapi jika kau kalah jangan berpikir untuk menemui putriku ataupun putrimu" ucap Wilson dengan tatapan tajam.


Di atas ring seperti pertarungan hidup dan mati,Kenzie sudah berulang kali terlempar dan tubuhnya sudah di penuhi darah. Tak jarang molly meringis saat pukulan Wilson mendarat di tubuh Kenzie. Tiba tiba tatapan molly terkejut saat melihat Wilson seperti mengeluarkan pukulan dengan kekuatan penuh dan itu mampu membunuh Kenzie dalam sekejap.


"uhukk,,uhukk,, tidak,, aku,,uhhuk akan mempertahankanmu dan putri kita" ucap Kenzie sembari mengusap darah yang keluar dari mulutnya lalu tersenyum kepada molly.


"DASAR BODOH. KAU HANYA AKAN MENYULITKANKU" teriak molly saat melihat Wilson sudah berlari dan hendak melayangkan pukulan itu.


"DADDY STOP" teriak molly sembari merentangkan kedua tangannya melindungi Kenzie.


Wilson langsung menghentikan langkahnya dan tersenyum kepada putrinya.


"kamu melindunginya? apa itu artinya kau mencintai dia?" tanya Wilson.


"tidak,tidak seperti itu. tapi,,dad kau lihat dia sudah sekarat" ucap molly melirik kepada Kenzie memberi kode agar Kenzie pura pura pingsan.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mencintainya biarkan aku membunuh brengsek ini" ucap Wilson.


"kamu diam saja di pinggir,apapun yang terjadi. hidup ataupun mati aku harap kamu bisa tetap hidup dan menjaga putri kita dengan baik" ucap Kenzie tersenyum lalu menepikan tubuh molly tak lupa Kenzie mencium kening molly sebelum kembali naik kedalam ring.


Molly hanya terpaku,antara sedih,bahagia,terharu. molly tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Jangan pernah ragu sama keputusan sendiri,kami akan selalu dukung kamu" bisik Leon yang tiba tiba sudah berada di sisi molly.


Baru saja molly melangkah hendak masuk ke dalam ring. Namun,pukulan Wilson sudah mendarat lebih cepat dan tubuh Kenzie terpental kembali. Molly terburu buru masuk kedalam ring pertarungan.


"hey bodoh,bangunlah" ucap molly mengguncang tubuh Kenzie.


"uhukk,,uhukk" Kenzie menyemburkan darah dari mulutnya membuat molly semakin panik.


"Bertahanlah,kak Leon sedang memanggil ambulance" ucap molly dengan khawatir.


"tidak usah" ucap Kenzie lemah.


"apa yang tidak usah? kau sungguh ingin mati? matilah,menyesal aku sudah menolongmu." ucap molly kesal.


"molly,terimakasih. jadilah ibu yang baik untuk putri kita nanti, aku akan pergi. semoga kamu bahagia" ucap Kenzie mencoba duduk dan berdiri. Kenzie berjalan perlahan meninggalkan ruang pertarungan.


"Brengsek,kau memaksa aku untuk membesarkan anak ini seorang diri? lalu kau akan pergi kemana? keluar? mencari wanita lain untuk mengandung anakmu? sialan kau " teriak molly sembari menangis terduduk di lantai. sementara Kenzie hanya menoleh lalu tersenyum dan kembali berjalan keluar.


"Sialan kau, aku akan membunuh bayi ini" teriak molly sembari memukuli perutnya dan itu mengejutkan Leon serta Wilson.


"apa yang kamu lakukan?" ucap Leon menahan gerakan tangan molly.


"tentu saja membunuh bayi ini. anggap saja dia mati seperti ayahnya" ucap molly sembari terus menangis dan memukuli perutnya semakin kencang.


Kenzie menghentikan langkahnya saat mendengar molly berteriak kesakitan.

__ADS_1


"aaahhhhh kak LEONNN ini sakit banget" teriak molly menahan sakit di perutnya.


Molly pun langsung di bawa ke rumah sakit saat itu dengan mobil Leon.


__ADS_2