Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
PART 27


__ADS_3

"kenapa mereka mengenal kamu sebagai Asher? tapi para pesaing mengenal nama asli kamu?" tanya Leon saat mereka sudah berbaring di ranjang.


"dulu awal aku tinggal di Singapura aku belajar bahasa sana terus aku bertemu ayah kamu,dia mengira jika aku asli orang sana di tambah dia tidak melihat CV aku di langsung menyerahkan semua ke HRD dan aku bisa bekerja sebagai asisten pribadinya. aku hanya memberitahu namaku shera namun ia selalu memanggilku Asher. Mungkin dia juga tidak menyangka bahwa aku adalah orang yang akan di jodohkan dengan kamu, aku rasa dia dulu terkejut saat kak Nico mengirimkan surat pengunduran diri aku. pokoknya semuanya berlibet dan aku cukup lelah belakangan ini" keluh shera sembari membenamkan wajahnya di dada Leon.


"rasanya aku lupa sesuatu" ucap Leon pura pura berpikir.


"apakah ada yang belum kamu sampaikan kepada CEO baru?" tanya shera sembari menatap wajah Leon.


"siapa ya yang tadi sore bilang mau bikin adik untuk Kenzo?" ucap Leon melirik shera.


"ahh sayang, please deh ini sudah pagi. kalo aku gak tidur siapa yang akan menjaga Kenzo besok pagi?" ucap shera mengambek.


"aku akan telepon molly dan menyuruhnya besok pagi kesini" ucap Leon keceplosan.


"kami kenal molly?" ucap shera menatap tajam Leon.


"jangan salah sangka dulu, molly itu adik angkat aku. sebenarnya selama kamu tinggal disini kamu berada dalam pengawasan aku mangkanya aku bisa tenang dan menyelesaikan semua permasalahan ini" ucap Leon


"terimakasih" ucap shera sembari menciumi dada Leon yang saat ini dalam kondisi telanjang "aku pikir kamu akan tinggalin aku sendirian selamanya" ucap shera menahan tawa.


"maksud kamu,kamu sumpahin aku mati gitu?" ucap Leon pura pura ngambek


"ya aku berharap kamu mati,karena kamu tidak pernah cerita soal siapa Gea dan bahkan kamu gak pernah kasih tau masalah keluarga kamu ke aku" ucap shera


"sebenarnya mama tiriku lebih baik dari pada mama kandung aku", ucap leon


"maksud kamu mama tiri itu mama yang di Jakarta?" tanya shera

__ADS_1


"iya,dia itu mama tiri aku dan molly adalah anak kandung mama tiri sebelum mama nikah sama papa aku. molly lama tinggal di Malaysia dan mama kandung aku tinggal bersama Dion di Australia. aku juga tidak tau kapan Dion memindahkan istri dan anaknya dari Australia ke Kalimantan yang jelas saat ini semua masalah dalam keluarga Widjaja sudah selesai dan aku bisa fokus membuat banyak anak" ucap Leon sembari tertawa terbahak bahak.


"udah akh aku kau tidur,capek" ucap shera sembari memejamkan matanya.


"ayolah sayang, udah satu Minggu aku gak sentuh kamu itu sangat menyiksa" ucap Leon seketika membuat mata shera kembali terbuka.


"satu Minggu? berarti yang sebelum sebelumnya itu nyata?" tanya shera membulatkan matanya menatap Leon.


"tentu saja nyata, kan ada molly yang mengawasi keadaan" ucap Leon.


"jahat kamu ya, untung aku gak hamil. kalo hamil apa kata tetangga gak ada suami tapi hamil" maki shera kesal


"ayolah sayang. itu aku sudah benar benar gak bisa nahan lagi setahun loh aku gak nyentuh kamu" ucap Leon


"bodo amat, sekarang kamu tidur di luar sana" ucap shera mengusir Leon.


"kamu tega nyuruh aku tidur di luar, padahal aku berjuang di luar sana biar kamu dan Kenzo bisa hidup tenang walaupun membahayakan nyawa aku" ucap Leon sembari memeluk bantal dan hendak pergi keluar kamar.


"Leon" panggil shera dan saat itu Leon dengan lemah menolehkan kepalanya melihat shera


"ada apa?" tanya Leon dengan suara sedih.


"jangan lupa tutup pintu ya, aku gak nyaman kalo tidur pintu kamar terbuka" ucap shera sembari membalikkan badan dan memejamkan matanya.


Tiba tiba Leon mengangkat tubuh shera dan membawanya ke kamar mandi.


"Leon,,ini masih pagi buta, aku gak mau mandi" ucap shera sembari meronta ronta.

__ADS_1


"siapa bilang kita bakal mandi. aku akan mengurung kamu di kamar mandi sambil kita melepaskan rindu" ucap Leon menggoda shera.


"oke oke, kita lepas rindu tapi jangan di kamar mandi ya. kamu gak kasian sama aku kalo aku sakit gimana?"ucap shera sembari memanyunkan bibirnya.


"siap sayang" ucap Leon sembari membawa shera kembali ke kamar.


Leon duduk bersandar di kepala ranjang sementara shera berada di atas pangkuan Leon. Leon meraup bibir shera penuh gairah


"eemmpptt aaaahhh ahhhh uuuhhhh" desah shera karena lengan Leon tidak berhenti meraba dari dada hingga ke pangkal paha. tiba tiba Leon melepaskan ciuman bibirnya.


"kenapa?" tanya shera dengan tatapan penuh gairah.


"kamu tunggu sebentar, aku punya hadiah buat kamu" ucap Leon turun dari ranjang dan mencari sesuatu di dalam kopernya. "ketemu" ucap Leon sembari memamerkan baju wanita sexy.


"apaan itu?" tanya shera melongo.


"gak tau, anak buah aku kasih ini ke aku katanya buat melepas rindu sama kamu" ucap Leon "sekarang kamu ke kamar mandi ganti baju kamu pake ini"ucap Leon sembari mendorong shera ke kamar mandi.


"ikhh,, baju apa pula ini?"gumam shera sembari menatap baju yang sudah berada di hadapannya.


"LEON INI PAKAINYA GIMANA?" teriak shera.


namun tidak terdengar jawaban apapun dari luar sana. sekitar lima belas menit shera mencoba memahami cara memakai baju itu dan akhirnya berhasil juga.


"ya tuhan, ini baju? pelit banget bahannya sana sini bolong. bisa masuk angin kalo setiap malam pake baju beginian" keluh shera sembari melangkah ke luar kamar mandi.


"WOW kamu sexy banget sayang" ucap Leon saat melihat shera keluar kamar mandi.

__ADS_1


"kamu bodoh. baju ini menyiksa aku" ucap shera sembari memukul Leon yang saat itu sudah sampai di depan pintu kamar mandi.


"aku akan menyiksa kamu malam ini sayang" ucap Leon menggendong shera ala bridal style.


__ADS_2