
Dua tahun berlalu,Aera tidak pernah mendengar berita prihal Kenzo. Hidupnya sangat damai bersama Kwan dan Lisa. Saat ini Aera sedang duduk di bawah sebuah pohon yang nampak rindang di depan sekolah Kwan. Tak lama kemudian tampak Kwan keluar dari kelasnya sembari bergandeng tangan dengan seorang pria kecil.
"Mami,ini teman baru Kwan. Namanya Juro,dia juga orang Indonesia loh mami." Ucap Kwan semangat sembari menggenggam erat telapak tangan Juro.
"Selamat siang nyonya! Nama saya Aksel Juro Reynand." Ucap Juro sembari membungkuk hormat.
"Selamat siang Juro! Nama Tante Cho Ae-ra." Ucap Aera sembari tersenyum.
"Senang bertemu anda nyonya!" Ucap Juro menyalami Aera dengan hormat layaknya laki laki dewasa.
"Apa mami mu belum menjemput?" Tanya Aera.
"Juro selalu di jemput sama paman Alvin. Papi sibuk kerja." Ucap Juro.
"Bagaimana dengan mami mu?" Tanya Aera dengan tatapan bingung.
"Tidak tahu,papi sudah menyakiti mami oleh sebab itu mami meninggalkan aku dan papi." Ucap Juro sembari tersenyum pedih.
"Bagaimana jika kamu menunggu paman di toko buku saja? Disini terlalu panas,Tante akan membuatkan minuman yang menyegarkan." Ucap Aera di angguki oleh Kwan dan Juro.
Sesampainya di toko buku,Aera menyuruh Kwan untuk membawa Juro ke ruang baca pribadi Kwan. Setelah itu Aera mengantarkan camilan dan minuman untuk Juro dan Kwan.
"Kwan jangan bertengkar dengan Juro oke!" Ucap Aera dan di jawab anggukan oleh Kwan.
"Kapan paman kamu akan jemput?" Tanya Aera kepada Juro.
"Juro sudah mengirim pesan kepada paman,jika Juro akan menunggunya di toko buku dekat sekolah." Ucap Juro.
__ADS_1
"Baiklah." Ucap Aera lalu meninggalkan mereka berdua.
Aera berjalan menuju kamarnya sesampainya di kamar,Aera merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit langit kamar.
"Kenapa sangat mirip?" Gumam Aera sembari menutup matanya.
Tiba tiba rasa kantuk mendera Aera dan ia terlelap dalam tidurnya. Beberapa hari ini ia sudah sibuk mengurus toko bukunya. Walaupun memiliki beberapa karyawan tetapi Aera tetap harus turun tangan saat ada barang datang di tambah waktu kuliah dan tugas tugasnya yang menumpuk. Beberapa bulan lagi ia akan sidang disertasi dan segera menyelesaikan kuliahnya karena dia sudah menundanya terlalu lama.
"Mami bangun! Pamannya Juro sudah datang." Ucap Kwan.
"Aduh,,kepala mami pusing Kwan." Keluh Aera sembari membuka mata dan duduk.
"Pamannya Juro ingin bertemu dengan mami." Ucap Kwan.
Setelah itu Aera pun berjalan menuruni anak tangga menuju toko buku. Disana terlihat Alvin sedang duduk sembari membaca buku.
"Paman. Ini Tante Aera." Ucap Juro.
"Anda pamannya Juro?" Tanya Aera memasang wajah datar.
"Kak Aera!" Seru Alvin membuat Aera salah tingkah.
Aera langsung menarik Alvin kedalam ruang baca pribadi miliknya.
"Kenapa kamu ada di Kanada?" Tanya Aera.
"Kak Kenzo juga di Kanada sedang mencari kak Aera." Ucap Alvin.
__ADS_1
"Jangan pernah memberitahu keberadaan ku disini. Aku tidak ingin bertemu dengan dia lagi." Ucap Aera.
"Juro itu anak kak Kenzo." Ucap Alvin.
"Vin,kak Aera sudah melupakan semuanya. Tolong jangan ganggu hidup kak Aera yang sudah tenang seperti ini. Kak Aera gak peduli Juro itu anak siapa karena kak Aera cukup punya Kwan." Ucap Aera.
"Tapi kak Aera,Juro itu,," Ucap Alvin terpotong.
"Alvin,Kak Aera gak peduli! Sekarang kamu cepat bawa Juro pulang dan tenang saja kak Aera gak akan melarang Kwan berteman dengan Juro." Ucap Aera sembari mendorong Alvin keluar.
Alvin langsung menggendong Juro dan pergi meninggalkan toko buku itu. Alvin dan Juro tiba disebuah rumah yang mewah. Alvin berjalan cepat sembari menggendong Juro.
"Selamat datang tuan!" Ucap pengasuh Juro.
"Bawa tuan muda ke kamarnya! Saya akan menemui kakak." Ucap Alvin.
Alvin berjalan dengan tergesa gesa menuju ruang kerja Kenzo.
Brakkk
"Sudah berapa kali kakak bilang? Ketuk pintu sebelum masuk!" Ucap Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas.
"Aku,,aku bertemu kak Aera!" Ucap Alvin seketika Kenzo menghentikan gerakannya.
"Oh,biarkan saja!" Ucap Kenzo lalu kembali kepada pekerjaannya.
"Apa kakak gak mau menemui kak Aera?" Lanjut Alvin.
__ADS_1
"Alvin sebaiknya kamu segera berangkat kuliah!" Ucap Kenzo dan seketika Alvin menoleh pergelangan tangannya dan melihat jam tangan yang melingkar di sana.
"Haaissh,,aku terlambat!" Ucap Alvin segera keluar dari ruang kerja Kenzo.