Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
PART 45


__ADS_3

Lima Tahun Kemudian


Hari ini shera,Leon,Kenzo dan Allisya sedang dalam perjalanan menuju kampus molly.


"gak terasa,udah lima tahun aja. Dan ABG yang dulu polos banget sekarang malah udah beranak pinak" ucap shera sembari menyuapkan roti kepada Allisya.


"Benar sayang,jadi kapan kita nambah anak?" tanya Leon langsung di toyor oleh shera.


"enak aja main nambah nambah anak, Kenzo sama Allisya aja baru masuk sekolah" ucap shera.


"Molly aja punya anak tiap tahun" ucap Leon sembari cemberut.


"Chacha baru lima tahun,Devan tiga tahun dan sekarang dia lagi hamil lagi. benar benar deh molly sama Kenzie ini kaya gak punya kesulitan hidup" ucap shera.


"Ya mumpung masih muda jadi mereka bikin anak yang banyak" ucap Leon.


Mereka pun berhenti di parkiran sebuah universitas. Kenzo langsung turun begitu melihat molly dan langsung berlari.


"Tante molly" teriak Kenzo langsung memeluk molly.


"Mana mama sama papa?" tanya molly kepada Kenzo.


"mama sama papa lagi gosipin Tante molly karena Tante molly beranak terus kaya kucing" ucap Kenzo sembari tertawa.


"Eh Kenzo udah datang?" ucap Kenzie sembari tersenyum.


"anda jangan dekat dekat. ini Tante molly aku" ucap Kenzo memberi hak kepemilikan molly.


"ini mama aku" teriak Devan.


"kenapa berantem sih?" ucap Leon yang baru datang sembari menggendong Allisya.


"papa,ini Tante molly nya zozo kan?" rengek Kenzo.


"ini Tante molly nya zozo,tapi ini juga mamanya Devan" ucap shera memberitahu kepada Kenzo.


"Cih kekanak Kanakan" ucap Allisya meremehkan Kenzo.


"Kak Icha sini deh" panggil Chacha kepada Allisya.


"Ada apa?" tanya Allisya cuek.


"menurut kamu bagaimana? ini bakal di launching bilang depan." ucap chacha menunjukkan kalungnya.

__ADS_1


"Bagus bagus,sekarang kamu udah lebih pintar sedikit" ucap Allisya sembari mengepuk kepala chacha.


"makasih kak Icha. aku akan ikutin langkah kak Icha" ucap chacha dengan binar mata keteguhan dan kesungguhan.


"Ya,kamu masih perlu banyak belajar" ucap Allisya kembali ke gendongan Leon.


Allisya menurunkan bakat kecerdasan milik shera dan Leon,sifatnya dia mengikuti Nico yang tenang dan teliti dan Emosinya sama seperti Daniel yang sewaktu waktu akan meledak ledak. Sementara Kenzo ya lebih terlihat seperti anak kecil pada umumnya.


"Kak Kenzo berhenti jadi kekanak kanakan atau aku akan ambil bagian saham kamu di perusahan papa" ancam Allisya.


"Jangan begitulah Al,nanti aku gak bisa dapat perempuan kalo aku miskin" keluh Kenzo membuat orang dewasa geleng geleng kepala.


"lagian saham kalo kamu pegang juga gak berguna" ucap Allisya.


"Udah udah,sekarang kita foto foto yuk! kan hari ini Tante molly wisuda" ucap Leon menengahi pertengkaran kedua anaknya.


Setelah itu mereka pergi makan siang bersama.


"hebat juga kamu,lima tahun langsung selesaikan S2 sekaligus." ucap Leon.


"iya dong,molly gitu loh." ucap molly bangga.


"Hebatnya lagi sambil hamil dan ambil cuti melahirkan dan kamu bisa selesaikan semuanya." ucap shera.


"Ayolah jangan malu malu,kamu juga menikmati." ucap Kenzie mencium pipi molly.


"lihat sendiri,dia ini manusia gak tau malu." ucap molly kesal.


"Kalian ini belum merasakan kesulitan." ucap shera dengan tatapan seriusan.


"Kalo pun ada kesulitan,kami akan jalanin bersama." ucap Kenzie.


"Ngomongnya gampang tapi namanya kesulitan rumah tangga gak segampang itu." ucap shera.


"kamu ngomong apa sih?" tegur Leon kepada shera.


"lihat aja sebentar lagi datang" ucap shera sembari tersenyum penuh arti.


Seorang lelaki tampan mendekati meja makan mereka.


"Abi" panggil lelaki itu kepada molly.


Molly menolehkan kepalanya dan melihat sosok yang sudah ia lupakan.

__ADS_1


"Ed, apa kabar?" tanya molly dengan wajah sumringah.


"Kabar baik, bagaimana dengan kamu?" tanya Ed kepada molly.


"Mari duduk disini Ed" ajak molly kepada Ed.


"tuh kan apa aku bilang" bisik shera kepada Leon.


"kok kamu bisa tahu?" tanya Leon berbisik.


"Sejak kita masuk,cowok itu selalu lihat ke arah molly. aku rasa dia punya perasaan khusus kepada molly" bisik shera sambil terkikik.


"emm,molly Kenzie, kita pulang duluan ya." ucap Leon tersenyum canggung.


"Zozo,Al, ayo kita pulang" ucap shera kepada kedua anaknya.


"oke mama" jawab keduanya langsung turun dari kursi mereka.


Leon pun membawa keluarga kecilnya meninggalkan tempat tersebut karena suasananya sudah mulai memanas.


"gapapa kita tinggalkan mereka?" tanya Leon kepada shera saat mereka sudah duduk di mobil.


"biarkan saja,itu urusan mereka" ucap shera cuek.


"laki laki bodoh, sudah jelas Tante molly hanya menganggapnya sahabat lagipula dia udah punya istri kenapa masih dekatin tante molly" oceh Allisya membuat Leon menoleh menatap Allisya.


"kamu bicara apa Al?" tanya Leon.


"begini ya papa,tadi di meja om itu ada anak laki laki yang mirip banget sama om itu dan ada perempuan cantik disana, kemungkinannya dua. Pertama itu anak dan istrinya atau yang kedua itu adalah wanita simpanan dan anak gelapnya" ucap Allisya dengan serius.


"siapa yang ngajarin Al kaya gitu?" tanya shera.


"Paman Daniel selalu cerita soal perempuan simpanan yang suka periksa kehamilan sendiri" ucap Allisya khusu dengan Tab miliknya.


"kamu lagi ngapain?" tanya Leon.


"lagi pantau pasar saham. kata paman Nico kalo ada saham yang Al mau,paman Nico mau beliin buat Al" ucap Allisya.


"Kamu lagi ngapain Kenzo?" tanya shera.


"Lagi lihat cewek cewek cantik ma" jawab Kenzo dan memang dia sedang menonton konser Idol Korea kesukaannya.


"Kalian itu anak siapa sih? papa mau bikin satu lagi yang normal akh" ucap Leon tersenyum kepada shera.

__ADS_1


"Enak ya bikin rencana sendiri?" ucap shera dengan tatapan mengintimidasi Leon.


__ADS_2