
Keesokkan harinya Aera dan Kwan sudah berada di lapangan landas mansion keluarga Cho, tak lama setelah itu sebuah mobil berhenti dan nampak Allisya turun dari mobil tersebut.
"Sorry telat." Ucap Allisya berjalan menghampiri Aera dan kwan sembari menarik kopernya.
"Iya gak masalah. Kan ini rencana kamu." Ucap Aera.
Karena sejujurnya ini bukan rencana Aera. disini Aera adalah korban,korban alasan Allisya kabur dari rumah.
"Oke,Go Go kita berangkat sekarang." Ucap Allisya.
Mereka pun sudah duduk di kursi masing masing sementara Kwan berada di dalam kamar sedang asik menonton kartun favoritenya.
"Kenapa sih harus ke Kanada Al?" Tanya Aera.
"Ya karena aku pengen ke Kanada." Ucap Allisya salah tingkah.
"Aku kenal kamu,kamu gak mungkin pergi ke tempat lain kalo gak ada manfaatnya. Apalagi Kanada kan termasuk negara besar dan kamu bilang kita akan ke Toronto? Aku gak punya rumah di Toronto loh." Ucap Aera.
"Kita bisa mendarat di mansion pribadi aku gak jauh dari Toronto. Setelah itu kita mengendarai mobil ke Toronto,kita beli apartement baru." Ucap Allisya membuat Aera tercengang.
"Jangan apartement,gimana kalo kita beli toko yang sekaligus sama rumah." Ucap Aera.
"Ya bisa seperti itu juga. Bagian bawah toko,atas buat kita tinggal. Kamu mau buka toko apa?" Tanya Allisya.
"Kita cari yang dekat dengan kawasan sekolah jadi kita buka toko buku. Lagipula dua tahun lagi Kwan harus mulai sekolah." Ucap Aera.
"Iya bisa bisa,nanti aku akan kerja di Sky Printing." Ucap Allisya.
"Sky printing? Maksud kamu perusahaan penerbit buku yang selalu menerbitkan novel XOP?" Ucap Aera terkejut.
"Iya,bagaimanapun aku harus mengejar XOP-ku." Ucap Allisya sementara Aera hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Bisa gak kamu hapus semua obsesi gila kamu itu? Kalo sampai salah langkah kamu sendiri yang akan menyesal." Ucap Aera khawatir.
"Gimana ya ra? Semua itu udah aku rencanakan sejak SMA. Jadi aku gak bisa mundur." Ucap Allisya.
Mereka mendarat di mansion pribadi Allisya lalu langsung mengendarai mobil menuju Toronto. Malam itu mereka menginap di salah satu hotel sembari mencari informasi tentang ruko untuk usaha sekaligus tempat tinggal mereka.
"Nih,dekat sekolah dasar." Ucap Allisya.
"Bisa di pertimbangkan untuk Kwan sekolah." Ucap Aera.
"Sebentar aku search dulu,mereka ada pendidikan anak usia dini atau tidak." Ucap Allisya sibuk dengan laptopnya.
"Iya itu lebih baik kalo mereka memiliki pendidikan untuk anak usia dini." Ucap Aera sembari mengusap usap punggung Kwan yang hendak tidur.
"Ngomong ngomong Ra,aku masih gak percaya kalo Kwan bukan anak kak Kenzo." Ucap Allisya membuat Aera bingung.
"Haduhhh,,kamu lihat. Dia gak ada mirip miripnya sama kak Kenzo. Kwan ini benar anak sepupu aku,ayahnya itu Korea asli begitupula sama sepupu aku." Ucap Aera sembari tersenyum.
"Aku pergi dari Indonesia sekitar tiga tahun lalu. Saat itu aku terburu buru karena sepupuku harus melahirkan dalam kondisi kritis. Beruntungnya Kwan selamat walaupun sepupu aku harus meninggal. Sejak itu aku memutuskan untuk adopsi kwan,tapi karena saat itu usia aku masih kurang dari 20 tahun jadi aku meminta orangtua aku untuk adopsi kwan." Ucap Aera.
"Kenapa gak keluarga suaminya yang adopsi Kwan?" Potong Allisya.
"Suaminya anak tunggal dan orangtuanya adalah orang yang sibuk. Aku gak mau Kwan hidup bersama orang orang yang hanya peduli kepada materi,aku ingin Kwan tumbuh di keluarga yang penuh kehangatan." Ucap Aera.
"Tapi kamu juga gak bisa membesarkan Kwan seorang diri." Ucap Allisya.
"Aku bisa! Buktinya tiga tahun ini aku mampu memberikan kehidupan yang layak dan kasih sayang yang layak untuk Kwan." Ucap Aera.
"Jadi kelanjutannya anak kamu gimana?" Tanya Allisya kembali ke topik pembicaraannya.
"Nah,,sebulan setelah aku kembali ke korea,aku baru tahu kalo aku hamil dan aku senang banget. Aku benar benar menjaga diri aku sendiri bahkan Kwan aku setahun ke orangtua aku. Kalo gak salah waktu itu kehamilan aku udah lebih dari 7 bulan. Malam itu aku baru pulang dari acara pertemuan para member THE FIRST. Kebetulan malam itu aku gak pakai supir karena aku pikir aku akan menginap di salah satu teman tetapi mamah kasih kabar jika Kwan demam Aku panik dan khawatir jadi aku langsung pulang,Karena sudah malam jalan jadi sepi tapi tiba tiba dari arah berlawanan ada mobil yang kehilangan kendali entah karena rem blong atau orang yang mengendarai mabuk dan menabrak mobil aku dengan keras dan perut aku terjepit dashboard mobil. Setelah itu aku gak tahu lagi karena menurut kak sun aku koma selama seminggu dan anak aku meninggal akibat kecelakaan itu." Ucap Aera menjelaskan.
__ADS_1
"Entah kenapa aku merasa ada yang ganjil." Ucap Allisya.
"Tentang kecelakaan? Aku juga merasa begitu." Ucap Aera.
"Bukan,tapi tentang keberadaan anak kamu." Ucap Allisya.
"Aku sudah datang ke makamnya bersama kak sun." Ucap Aera.
"Yasudah,kamu tidur aja Ra. Nanti ini aku yang merapikan." Ucap Allisya.
"Yasudah aku juga udah capek selama perjalanan." Ucap Aera.
Aera sudah tertidur pulas sementara Allisya masih sibuk dengan laptopnya.
"Aku rasa gak mungkin anak itu mati. Pertama karena Aera cepat di bawa ke rumah sakit paling tidak bayi ini bisa di lahirkan secara SC. Kayanya terlalu banyak kejanggalan juga. Kalo terjepit dashboard secara gak langsung kaki Aera juga mengalami kerusakan,tapi ini baik baik aja. kayanya kak sun ini ada main di belakang." Gumam Allisya.
.
.
.
.
.
.
.
ALLISYA INGIN MEWUJUDKAN OBSESI GILANYA.
__ADS_1
ADA YANG INGAT APA OBSESI GILA ALLISYA??