Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 21


__ADS_3

Hari ini Aera,Kenzo dan Kwan kembali ke Indonesia karena Aera mendapat undangan untuk konser di indonesia.


"Mami dan papi akan menikah?" Tanya Kwan saat mereka sudah duduk di pesawat.


"Emang Kwan tahu menikah itu apa?" Tanya Kenzo tersenyum kepada Kwan.


"Tahu,mami dan papi akan bersama sama jaga Kwan terus akan kasih Kwan adik bayi yang banyak." Ucap Kwan dengan wajah polosnya.


"Kamu tahu dari siapa?" Tanya Kenzo melirik Aera.


"Tahu dari paman Billy loh yang teman mami." Ucap Kwan antusias.


"Lain kali kalo paman Billy ngomong tidak usah di dengar." Ucap Aera sembari membalik halaman majalah yang sedang dia baca.


"Paman Billy ganteng sih mi." Ucap Kwan dengan wajah memuja.


"Kalo papi sama paman Billy Gantengan siapa?" Tanya Kenzo tersenyum penuh arti kepada Kwan.


"Ganteng paman Billy lah. Paman Billy itu tinggi terus punya sispack terus humoris gak kaya papi yang kaku kaya papan setrika." Ucap Kwan membuat Aera menahan tawanya.


"Bukan gantengan papi?" Tanya Kenzo dengan wajah memohon.


"No No! Kata mami,Kwan gak boleh bohong." Ucap Kwan lalu kembali sibuk dengan iPad nya.


"Kamu gak mau cari Allisya?" Tanya Aera membuat Kenzo mengalihkan pandangannya.


"Huh,dia sudah dewasa,dia lebih tahu mana yang baik untuk dia." Ucap Kenzo menghela nafas berat.


"Tapi aku takut dia kesulitan." Ucap Aera khawatir.


"Aku yakin dia bisa." Ucap Kenzo yakin.


"Lalu soal Juro? Siapa dia?" Tanya Aera.


"Kan kak Kenzo sudah bilang. Nanti kamu juga akan tahu tapi tidak sekarang." Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Lalu kenapa sekarang gak kak Kenzo bawa Juro bersama kita,bukankah kata Alvin dia anak kak Kenzo." Ucap Aera cuek.


"Ngga bisa Rara,Juro lahir prematur. Ginjalnya rusak jadi sekarang dia harus operasi ginjal." Ucap Kenzo dengan wajah sedih.


"Kenapa kak Kenzo gak temani Juro?" Tanya Aera.


"Sekarang tinggal pemulihan saja. Dua hari lalu dia baru selesai operasi." Ucap Kenzo tersenyum kepada Aera entah mengapa Aera merasakan sakit melihat senyum Kenzo.


"Apa Rara ada salah sama kak Kenzo? Kak Kenzo benci Rara ya karena Rara gak bisa jaga anak kita?" Ucap Aera pelan namun masih terdengar oleh Kenzo.


"Kamu bicara apa sih? Kak Kenzo bersyukur kamu sudah mencoba menjaganya sampai hari itu." Ucap Kenzo merangkul Aera kedalam pelukannya.


Sesampainya di Jakarta,Aera langsung pergi ke kantor dan mulai persiapan konser perdananya di Jakarta.


"Akhirnya beres semua!" Keluh Aera sembari membaringkan tubuhnya di ranjang apartement miliknya.


"Ahh,,aku melupakan Kwan! Tapi aku benar benar lelah." Ucap Aera sembari memejamkan matanya.


"Sayang bangun! Kamu sudah makan malam belum?" Ucap Kenzo sembari menepuk nepuk pelan pipi Aera.


Kenzo langsung keluar kamar Aera dan mengajak Kwan tidur. Setelah Kwan tidur Kenzo kembali ke rumahnya karena banyak pekerjaan yang tertunda. Pagi hari Aera terbangun dan merasakan tubuhnya lebih fit dari kemarin dan masih sedikit merasakan jetleg walaupun ia sering berpergian naik pesawat rasanya masih sama seperti pertama naik pesawat.


"Akkhh,,sakit banget!" Geram Aera memegang kepalanya.


Aera berdiri menopang tubuh dengan berpegang kepada dinding dan berjalan dengan perlahan. Aera berjalan ke dapur untuk mengambil minum,ia terkejut melihat Kenzo yang sedang serius memasak bubur dengan menggunakan celemek bergambar Teddy bear milik Aera.


"Kenapa? Ganteng ya calon suaminya?" Ucap Kenzo membuat Aera mengerjap dan pandangannya berubah menjadi jijik.


"Haissshhh,,besok besok pedenya kurangin kak jangan kebanyak kasian yang lain jadi kurang pede." Ucap Aera melangkah menuju lemari pendingin dan mengambil sebotol air mineral.


"Hahaha,oh iya hari ini jadwal kamu apa?" Tanya Kenzo sembari terus mengaduk bubur dalam panci.


"Hari ini aku ke studio,latihan bersama dancer." Ucap Aera lalu duduk di kursi.


"Kak Kenzo antar ya?" Ucap Kenzo. Sejenak Aera berpikir takut menimbulkan gosip yang tidak enak.

__ADS_1


"Emm,yaudah deh lagipula Rara masih jetleg." Ucap Aera pasrah sembari memainkan cangkir berisi teh di hadapannya.


Malam hari Kenzo memarkirkan mobilnya di area parkir dan terkejut melihat mobil Devan juga ada disana. Kenzo buru buru pergi ke ruang tunggu dan melihat Devan sedang duduk sembari memainkan ponselnya.


"Ngapain kamu disini?" Tanya Kenzo.


"Jemput calon istri. Kak Kenzo sendiri ngapain?" Tanya Devan.


"Jangan macam macam ya! Rara itu calon istri kak Kenzo." Ucap Kenzo dengan nada mengancam.


"Sayang." Suara seorang wanita membuat Devan menoleh.


"Ocha my sweet heart." Ucap Devan sembari memeluk kekasihnya sementara Kenzo bingung melihat adegan dihadapannya.


"Kak Kenzo,kenalin ini Rosa. Dia adalah calon istri Devan dan dia ini adalah dancernya nona Kim." Ucap Devan.


"Terus waktu kamu bawa Rara itu maksudnya apa?" Tanya Kenzo.


"Oh waktu itu ya? Emm itu,, disuruh sama kak Al. Lagipula itu sudah lama banget." Ucap Devan jujur.


"Dasar ya kamu. Bikin kak Kenzo stres. Senang ya? Lihat aja nanti kak Kenzo bikin kamu babak belur." Ucap Kenzo kesal.


"Kak Kenzo." Panggil Aera.


"Sayangnya kak Kenzo." Ucap Kenzo sembari menarik Aera kedalam pelukannya.


"Ocha,gimana kondisi kaki kamu?" Tanya Aera khawatir.


"Sudah lebih baik nona Kim dan lagipula lumayanlah Devan jadi tambah manjain aku." Ucap Rosa.


Setelah itu merekapun pulang,Kenzo membawa Aera pulang ke mansion keluarga Kenzo untuk menjemput Kwan karena sejak pagi Kwan sudah di titipkan di mansion keluarga Kenzo.


"Ma,pa." Ucap Kenzo saat masuk kedalam mansion.


Didalam ruang keluarga nampak Kwan sedang bercanda bersama Alvian yang entah kapan dia sampai di Indonesia? Alice fokus pada laptopnya Sementara Shera dan Leon tertawa melihat Alvian dan Kwan bercanda.

__ADS_1


__ADS_2