
Molly dan Nilam berjalan cepat menuju ruang persalinan. Disana terlihat Kenzo dan Leon sedang duduk di depan ruang persalinan.
"kak Leon"panggil molly,Leon pun menolehkan wajahnya dan melihat molly serta mamanya disana.
"molly,mama" ucap Leon sembari tersenyum.
"gimana?" tanya Nilam.
"operasinya lancar, shera berhasil melahirkan putri kami" ucap Leon sembari tersenyum senang.
"Belum di pindahkan ke ruang rawat? terus kamu sudah siapkan nama buat anak perempuan kamu?" tanya nilam.
"sebentar lagi juga akan di pindahkan, aku sudah menyiapkan nama ini lama banget. Namanya Allisya Lesham Jovanka." ucap Leon.
"Tante" panggil Kenzo menarik ujung dress yang di gunakan molly.
"kenapa? zozo udah lihat adik bayi?" tanya molly.
"Sudah,cantik" ucap Kenzo sembari tersenyum. "Dede bayi Tante molly juga pasti cantik" ucap Kenzo.
"cantik dong,kan Tante molly cantik" ucap molly melebarkan senyumnya.
"Tante molly bawel,Dede bayi jangan bawel" ucap Kenzo mengusap perut molly.
"hahaha,,Kenzo aja tau kamu itu bawel" ucap Nilam.
Drrrttr,,,Drrrttr (Tania Calling)
"sebentar ya,mama jawab telepon dulu" ucap Nilam meninggalkan molly dan Leon.
"ada apa tan?" tanya Nilam.
",,,,," ekspresi wajah Nilam berubah antara bahagia dan kesal.
"oh,pantas saja Leon menyuruhku untuk mencari tahunya" ucap Nilam sembari menstabilkan nafasnya.
__ADS_1
"Iya iya, akan aku atur semuanya" ucap Nilam lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Nilam menghampiri Leon dan molly.
"Leon,mama mau bicara sama kamu" ucap Nilam membuat molly terkejut.
"Jangan disini ma, molly jagain Kenzo ya" ucap Leon sembari meninggalkan molly dan Kenzo.
Di kantin rumah sakit, terlihat wajah Nilam yang memerah menahan kekesalannya pada anak lelakinya itu.
"jadi apa alasan kamu sembunyikan ini dari mama?" tanya Nilam.
"Biar seru" ucap Leon cuek.
"yang benar saja. mama benar benar khawatir prihal kehamilan molly tapi kamu gak kasih mama izin buat menyelidiki sendiri" ucap Nilam menahan air matanya.
"Leon cuma pengen tahu,dia itu benar peduli sama molly atau ngga, dia akan terus cari molly atau ngga. karena bagaimanapun Leon gak akan memberikan molly kepada laki laki pengecut" ucap Leon.
"mama tau,mama tau kamu sangat menyayangi molly seperti saudara kandung. Tapi setidaknya kamu kasih tahu mama dong" ucap Nilam mengusap air matanya.
"hehehe,,ya kan kamu tahu, dari dulu mama sama Tante Tania udah jodohin molly sama Kenzie" ucap Nilam tertawa kecil.
"Tuh kan. sekarang tau begini mama senang banget. Leon sih bakal suruh paman Wilson bikin si Kenzie itu sekarat" ucap Leon dengan wajah datar.
"kamu apa apaan sih?" ucap Nilam.
"ini masih dalam procedure Leon. tunggu sebulan lagi" ucap Leon sembari menyeringai.
"jangan sampai Kenzie benar sekarat. nanti anaknya molly gak punya ayah dan molly malah jadi janda sebelum nikah" ucap Nilam.
"mama tenang aja,kuncinya ada di molly" ucap Leon tersenyum lalu meninggalkan Nilam.
Di ruang rawat shera, Shera sedang bersandar sembari memberi ASI untuk putri kecilnya. sementara molly sedang duduk di sofa bersama Kenzo yang asik ngedot dengan botol susu baru pemberian molly.
"sayang, maaf aku baru kesini. tadi ada masalah penting yang mau mama tanyakan soal bisnisnya" elak Leon.
__ADS_1
"iya gapapa kok. kata molly kamu udah kasih nama untuk putri kita dan namanya sangat bagus aku menyukainya" ucap shera tersenyum menatap Leon.
"Allisya,kamu cantik seperti mama kamu" ucap Leon menjawil hidung kecil putrinya lalu mencium kening shera. "terimakasih sayang. kamu sudah berjuang dan memberiku seorang putri yang cantik" ucap Leon menatap mata shera.
Tak lama kemudian Nilam masuk kedalam ruang rawat shera dengan wajah berbinar binar.
"selamat ya sayang" ucap Nilam sembari mencium kening shera.
"terimakasih ma" jawab shera. "mama kayanya lagi senang nih" lanjut shera.
"iya dong, kan sebentar lagi mama juga punya cucu lagi" ucap Nilam melirik molly yang asik bermain game di ponselnya.
Molly yang merasa ada yang menatapnya hanya mendongakkan wajah lalu tersenyum dan kembali fokus pada gamenya.
"kamu udah persiapkan untuk kuliah kamu nanti?" tanya Nilam mendekati Kenzo dan molly.
"oh,itu udah selesai dan kak Leon juga udah daftarkan semuanya yang terbaik" ucap molly tanpa mengalihkan pandangannya.
"terus gimana anak kamu nanti?" tanya Nilam
"oh,itu nanti aku bakal nyewa baby sitter terbaik" jawab molly masih fokus pada gamenya.
"mama dengar tiga bulan lagi BTS bakal konser di London loh. sayang banget kamu sudah mulai kuliah" ucap Nilam dengan nada menyesal.
"yang benar ma? kok aku gak tau sih? ahh jangan jangan aku kurang update" heboh molly langsung logout dari gamenya.
"BTS troossss,,," oceh Nilam melihat perilaku putrinya.
"tapi ya kata kak Leon,kak Leon bakal beliin aku tiket nonton BTS yang VVIP kalo aku udah lahiran" ucap molly tersenyum kepada Leon.
"kamu tuh gak nyambung,hobby berantem tapi senengnya sama cowok berwajah porselen gitu" oceh Nilam.
"mereka itu lebih bagus daripada porselen ma,ganteng banget" ucap molly menciumi wallpaper ponselnya.
"mereka itu terlalu ganteng dan wajah mereka itu terlalu bersih. mama yang perempuan juga jadi kepo mereka pakai perawatan apa ya?" ucap Nilam.
__ADS_1
"nanti kalo Daddy kasih tugas ke Korea,aku bakal beliin mama make up dari Korea. biar mama cantik" ucap molly tersenyum lebar.