Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 12


__ADS_3

"Papi!!" Teriakan Suara Cempreng terdengar dari ambang pintu masuk rumah.


"Dari mana saja kamu? Kenapa tidak bantu Tante menjaga adik?" Ucap Kenzo dengan lengan di pinggangnya.


"Emm,,aku tidak tahu jika papi akan datang hari ini." Ucap pria kecil itu sembari menunduk dan menggoyangkan kakinya.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu keluar dari rumah? Jika tiba tiba kamu di culik bagaimana?" Ucap Kenzo khawatir sembari terus menatap tajam kepada pria kecil itu.


"Juro tidak bermain jauh,hanya di ladang saja." Ucap pria kecil itu.


"Sungguh?" Tanya Kenzo sembari menyamakan tinggi dan memegang erat bahu Juro.


"Sungguh papi! Juro hanya di ladang bersama kakek dan nenek Kim." Ucap Juro dengan tatapan bersungguh sungguh.


"Lalu mengapa kamu tidak menemani adikmu?" Tanya Kenzo.


"Adik masih bayi,tidak bisa di ajak berbicara bahkan ia selalu saja menangis saat membuka matanya. Lagipula Adik selalu diam didalam kotak kaca itu dan Juro hanya bisa menyentuh telapak tangannya saja." Keluh Juro sembari memainkan kuku jarinya.


"Lain kali kamu temani adik saja bermain di rumah. Papi janji akan mengajak mengajak kamu ke kota jika kamu menurut." Ucap Kenzo sembari tersenyum dan itu membuat Juro bersemangat.


"Baiklah,baiklah aku akan menjaga adik baik baik." Ucap Juro sembari tersenyum.


Setelah itu Kenzo menggendong Juro dan membawanya ke kamar. Mereka duduk di atas sebuah ranjang kecil sembari saling menatap.

__ADS_1


"Papi sudah bertemu dengan mami?" Ucapan itu keluar begitu saja dari pria kecil berusia hampir tiga tahun itu.


"Juro tenang saja! Papi pasti akan menemukan mami dan membawa mami pulang." Ucap Kenzo mengacak rambut Juro.


"Janji ya?" Ucap Juro sembari mengacungkan jari kelingking kecilnya.


"Papi janji." Ucap Kenzo sembari menautkan jari kelingkingnya.


"Tante sun pasti sangat sedih ya Pi?" Ucap Juro bersikap dewasa.


"Kenapa menyedihkan?" Tanya Kenzo bingung.


"Karena papi selalu menyuruh paman bekerja terus sampai jarang pulang." Ucap Juro membuat Kenzo melongo.


"Baiklah,besok papi suruh paman Gery pulang biar adik tidak kangen lagi dengan ayahnya." Ucap Kenzo membuat Juro tersenyum ceria.


Tanpa mereka tahu jika diluar ada seseorang yang tersenyum mendengar percakapan mereka. Semenjak tiga tahun lalu,Sun mendapat kepercayaan untuk mengurus Juro tetapi sun menyerahkannya kepada orang kepercayaannya karena ia masih harus bekerja sebagai manager yang profesional. Setahun lalu ia menikah dengan asisten pribadi Kenzo yang bernama Gery. Beberapa bulan lalu Sun melahirkan prematur seorang putri kecil yang cantik yang di beri nama Harumi Sachie. Sun berjalan menuju dapur sembari bersenandung mengingat Kenzo berjanji akan memberi cuti kepada Gery besok.


"Kenapa kamu terlihat sangat senang?" Suara bariton itu mengejutkan Sun yang sedang mengiris sayuran.


"Astaga!" Ucap Sun sembari mengusap dadanya.


"Mengapa kamu bersenandung ria seperti itu?" Tanya Kenzo sembari duduk di salah satu kursi.

__ADS_1


"Tentu saja bahagia,karena tuan Kenzo akan memberikan cuti kepada suami saya yang sudah berjuang mati matian untuk memberikan kepuasan kepada tuan Kenzo." Ucap Sun sembari tersenyum sinis kepada Kenzo.


"Mengapa kamu tersenyum seperti itu?" Tanya Kenzo sembari melirik Sun.


"Tentu saja karena saya cemburu. Bahkan anda menganggu malam pertama kami hanya karena anda kerepotan mengurus Juro seorang diri." Keluh Sun sembari melipat kedua lengannya di dada.


"Ya itu kan karena saat itu saya juga sibuk. Saya baru naik jabatan dan kamu menyuruh saya menjaga bayi kecil merepotkan." Ucap Kenzo.


"Jika anda tidak bisa mengurus bayi maka anda jangan membuat bayi!" Ucap Sun sembari mengeluarkan aura membunuhnya dan menatap tajam kepada Kenzo membuat Kenzo bergidik ngeri.


'wow,kak sun sungguh menyeramkan.' pikir Kenzo dengan tatapan ketakutan.


"Mengapa kamu tidak segera membawa Juro ke Kanada?" Tanya Sun sembari duduk di kursi di hadapan Kenzo.


"Masalahku dengan Gladis belum selesai,aku tidak ingin Gladis membahayakan Juro." Ucap Kenzo dengan wajah khawatir.


"haisshh,,aku tidak berpikir jika wanita itu akan menggunakan cara licik untuk mendapatkanmu." Ucap Sun sembari menggelengkan kepalanya.


"Bagaimanapun aku tidak pernah menyentuhnya." Ucap Kenzo.


"Apa kamu tidak merindukan Aera?" Tanya Sun.


"Tentu saja aku merindukannya. Hanya saja aku harus menyelesaikan masalah ini terlebih dulu." Ucap Kenzo dan Sun menjawab dengan anggukan karena mengerti perasaan Kenzo saat ini.

__ADS_1


__ADS_2