Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 3


__ADS_3

Allisya sudah berdiri di depan lobby kampus karena memang hari sudah mulai gelap dan kampus sudah sangat sepi. Mobil pun berhenti di depan Allisya dan seketika Allisya langsung masuk kedalam mobil.


"Kok lama?" Tanya Allisya.


"Tadi jalannya macet." Ucap Kenzo sembari tersenyum kepada Allisya.


"Kenapa senyam senyum gitu? Bikin ngeri aja." Ucap Allisya cuek.


"Kamu punya nomornya Rara kan?" Tanya Kenzo sembari melajukan mobilnya pelan.


"Kenapa nanya begitu?" Tanya Allisya dengan tatapan curiga.


"Ngga,aku gak naksir dia. Aku cuma penasaran dia dapat semua poster nona Kim dari mana aja. Soalnya didalam apartemennya banyak banget." Ucap Kenzo.


"Yakin gak naksir Rara? Padahal Rara sama nona Kim cuma beda tipis loh." Ucap Allisya.


"Beneran gak bakal naksir sampai kapanpun." Ucap Kenzo sembari mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.


"Benar ya? Kalo kak Kenzo naksir sampai naksir sama Rara,Al bakal suruh Rara pergi." Ucap Allisya dengan senyum licik.


"Kok begitu sih Al?? Jahat banget." Ucap Kenzo.


"Karena Al gak mau sahabat Al cuma di jadiin mainan sama kak Kenzo." Ucap Allisya membuat Kenzo mati kutu.


Hari hari berlalu,Kenzo semakin akrab dengan Aera karena setelah kejadian itu Allisya memberikan nomor ponsel Aera kepada Kenzo.


Malam ini mereka sedang duduk di sebuah coffe shop. Tak jarang terlihat Kenzo tertawa ringan sembari menyesap kopi miliknya.


Tiba tiba ponsel milik Aera bergetar. Aera pun meminta izin untuk pergi menjawab panggilan teleponnya. Tak lama kemudian Aera kembali dengan wajah murung.


"Ada apa Ra?" Tanya Kenzo khawatir.


"Sahabat aku meninggal." Ucap Aera perlahan air mata turun membasahi pipinya.


"Kamu yang tenang,yang sabar. Doain semoga sahabat kamu tenang disana." Ucap Kenzo sembari mengusap punggung Aera.


Setelah itu Kenzo mengajak Aera pulang. Sesampainya di apartement Aera,Kenzo menatap Aera sedih karena baru sekarang ia melihat Aera sangat terpuruk seperti ini selama enam bulan mengenalnya.

__ADS_1


"Ra,kamu jangan sedih terus. Kak Kenzo sakit lihat kamu sedih." Bisik Kenzo sembari memeluk tubuh Aera dari belakang.


"Aku cuma gak nyangka dia akan kecelakaan dan meninggal padahal baru enam bulan Aera Tidak bertemu dia." Ucap Aera sembari terus menangis tersedu sedu.


Kenzo pun memutar tubuh Aera,lalu ia mengangkat dagu Aera.


"Please jangan nangis lagi. Hati kak Kenzo sakit lihat kamu seperti ini." Ucap Kenzo lalu mencium bibir Aera dengan lembut.


Pagi hari,sinar matahari menerobos sela sela gorden dan menyinari tubuh kedua insan muda yang sedang tertidur dalam posisi saling memeluk. Aera meregangkan tubuhnya lalu membuka matanya dan tersenyum melihat Kenzo tidur sembari memeluk tubuhnya dengan erat.


"Kak Kenzo bangun." Ucap Aera sembari menusuk nusuk pipi Kenzo dengan jarinya.


Kenzo pun membuka matanya dan terkejut dengan keadaannya dan Aera.


"Rara,maafin kak Kenzo. Kak Kenzo gak bermaksud melakukan Aera seperti ini. Kak Kenzo akan tanggung jawab." Ucap Kenzo heboh sendiri. Sementara Aera hanya terkekeh karena menurut Aera ini adalah kehidupan yang biasa yang ia saksikan di Korea. Jadi dia tidak heboh seperti Kenzo.


"Iya udah gapapa kak Kenzo." Ucap Aera sembari turun dari ranjang lalu pergi ke toilet membersihkan diri.


Tak lama setelah itu Aera keluar dari kamar mandi sudah mengenakan tank top dan celana pendek.


Kenzo pun berdiri lalu menghampiri Aera dan sekilas mencium bibir Aera lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi. Setelah itu mereka sarapan bersama.


"Rara gak marah sama kak kenzo karena udah ambil malam pertama Rara?" Tanya Kenzo sembari menyuap nasi goreng buatan Aera.


"Ngga kok. Ya bisa di bilang bersyukur karena itu kak Kenzo. Kalo orang lain mungkin Rara akan gila." Ucap Aera sembari meletakkan alat makannya.


"Kok bersyukur?" Tanya Kenzo bingung.


"Karena setidaknya itu di ambil sama orang yang Rara suka." Ucap Aera dengan wajah merona.


"Uhukk,,uhukk" Kenzo terkejut dengan ucapan Aera membuat dirinya tersedak makanan.


"Minum dulu kak Kenzo!" Ucap Aera memberikan air minum kepada Kenzo.


Setelah itu mereka duduk disofa sembari menonton film kartun.


"Kak Kenzo gak kuliah hari ini?" Tanya Aera sembari bersandar di bahu Kenzo.

__ADS_1


"Ngga ada dan kak Kenzo udah kabarin orang rumah kalo kak Kenzo lagi main di rumah teman." Ucap Kenzo sembari mengambil camilan dari tangan Aera.


"Oh." Ucap Aera tetap fokus pada kartun favoritenya.


"Rara benar suka sama kak Kenzo?" Tanya Kenzo membuat Aera seketika langsung duduk tegak.


"Iya,Rara tahu kok kak Kenzo gak akan suka sama nerd kaya Rara. Tapi seenggaknya Rara udah kasih tahu tentang perasaan Rara ke kak Kenzo." Ucap Aera.


"Rara mau nikah sama kak Kenzo gak?" Tanya Kenzo membuat Aera bingung.


"Kok nikah?" Tanya Aera bingung.


"Kan kak Kenzo udah ambil malam pertama Rara,jadi kak Kenzo mau tanggung jawab buat nikahin Rara." Ucap Kenzo sembari mengangkupkan telapak tangannya di pipi Aera.


"Rara mau nikah sama kak Kenzo. Tapi kak Kenzo mau tunggu Rara gak?" Tanya Aera menatap mata Kenzo.


"Kak Kenzo akan tunggu Rara sampai Rara siap." Ucap Kenzo lalu mengecup kening Aera.


Siang hari Kenzo meninggalkan apartement Aera. Sementara Aera berkemas barang barangnya,lalu menulis sepucuk surat yang ia letakkan di meja komputernya.


Keesokkan harinya,Kenzo berangkat kuliah seperti biasa mengawal princess nya Allisya. Kenzo terus membuntuti Allisya.


"Kak zo ngapain ngikutin Al terus?" Tanya Allisya risi.


"Kak zo nyari Rara kok gak ada?" Tanya Kenzo sembari celingukan di ruang kelas Allisya.


"Kak zo gak tahu? Rara sudah pindah. Dia gak akan kuliah disini lagi." Ucap Allisya membuat Kenzo terkejut.


Setelah itu Kenzo berlari ke parkiran dengan tergesa gesa lalu dengan cepat ia mengendarai mobil Allisya memasuki basement apartement dimana Aera tinggal. Kenzo pun menekan tombol sandi pintu apartement milik Aera dan disana dia tidak menemukan sosok yang ia rindukan. Kenzo segera masuk ke dalam kamar Aera dan menemukan surat dari Aera.


Kak Kenzo,Rara harus pulang ke rumah ada beberapa hal yang tidak bisa Rara ceritakan kepada kak Kenzo. Rara harap kak Kenzo tetap menunggu Rara sampai nanti saatnya Rara kembali ke Indonesia. Rara sayang sama kak Kenzo. Oh iya,kak Kenzo boleh tinggal di apartement milik Rara selama Rara gak ada di Indonesia. Bye bye


Cho Aera.


Setelah itu Kenzo membaringkan tubuhnya di ranjang milik Aera. Disana tercium wangi parfum yang selalu Aera gunakan.


'kak Kenzo kangen kamu.' gumam Kenzo lalu tertidur lelap di apartement milik Aera.

__ADS_1


__ADS_2