Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 20


__ADS_3

Keesokkan harinya, Aera membuka mata dan tersenyum menyambut hari ini. Hari hari beratnya sudah ia lalui bersama dengan Kwan dan mulai hari ini ia akan mengajak Kwan hidup bahagia. Aera keluar dari kamar lalu pergi ke dapur membuatkan susu untuk Kwan setelah itu Aera berjalan menuju ruang tamu dan melihat Kenzo tertidur nyenyak di sofa. Lalu Aera berjalan masuk ke kamar Kwan,membangunkan putri kecilnya untuk pergi sekolah.


"Sayang,bangun yuk sekolah. Mami hari ini ada pekerjaan jadi Kwan nanti di jemput kak Zero ya." Ucap Aera saat melihat Kwan mengusap matanya.


"Mami mau kerja ya?" Ucap Kwan menatap wajah Aera.


"Iya,kata kak Zero mama harus ke kantor. Mami harus ke kantor hari ini soalnya seminggu lagi kita balik ke Indonesia." Ucap Aera tersenyum.


"Kita di Indonesia akan lama? Atau hanya sampai konser mami selesai?" Tanya Kwan.


"Mami gak tahu,bisa jadi kita menetap lama disana tapi bisa jadi kita langsung kembali pulang kesini." Ucap Aera.


"Kalo kita ke Indonesia,nanti Juro gak punya teman lagi disini." Ucap Kwan seketika mengingat Aera soal anak lelaki itu.


"Pokoknya hari ini kamu sekolah di antar papi Kenzo mau?" Ucap Aera dan di jawab anggukan kepala oleh Kwan.


Setelah itu Aera memandikan Kwan lalu memakaikan seragam untuk Kwan.


"Kamu sarapan dulu,mami harus dandan buat berangkat kerja." Ucap Aera dan Kwan mengangguk lalu meminum susu.


Aera keluar dari kamar sudah rapi dan Sudah menggunakan make up. Aera berjalan menghampiri Kenzo.


"Kak Kenzo bangun!" Ucap Aera mencolek pipi Kenzo,Kenzo pun membuka mata dan melihat nona Kim dihadapannya.


"Sungguh mimpi indah,di bangunin pagi pagi sama nona Kim idolanya hampir semua lelaki di indonesia." Ucap Kenzo sembari tersenyum.


"Apaan sih?? Cepat bangun!" Ucap Aera menarik lengan Kenzo.Namun Kenzo menarik kembali membuat tubuh Aera jatuh di pangkuan Kenzo.


"Rara dandan cantik begini awas saja ya genit sama kru disana." Ucap Kenzo membuat Aera tersenyum.


"Udah sana mandi! Jangan ngoceh terus." Ucap Aera.


"Cium dulu!" Ucap Kenzo memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Aera pun mendekati bibirnya dan mencium bibir Kenzo tapi saat Aera akan menarik kembali, kepalanya tiba tiba di tekan oleh Kenzo.


"Eeemm" lenguh Aera karena mulutnya terbungkam oleh mulut Kenzo.


Tak lama kemudian Kenzo melepaskan bibir Aera karena sudah hampir kehabisan nafas.


"Hah,hah,, kak Kenzo tuh kan make up Rara berantakan." Ucap Aera kesal.


"Gapapa,yang penting Rara tetap cantik buat kak Kenzo." Ucap Kenzo lalu berdiri dan pergi ke kamar mandi sementara Aera kembali ke kamar dan merapikan kembali make up-nya.


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan terlihat Kwan tersenyum kepada Aera.


"Kwan sudah sarapannya?" Tanya Aera.


"Sudah,sedikit soalnya Kwan pengen sarapan sama mami papi." Ucap Kwan berjalan kedalam kamar dan duduk di tepi ranjang.


"Tunggu sebentar ya! mami dandan dulu,papi Kenzo lagi mandi." Ucap Aera saat melihat Kwan celingukan.


Tak lama kemudian pintu kamar kembali terbuka dan terlihat Kenzo yang hanya menggunakan handuk masuk kedalam kamar.


"Pagi princess papi." Ucap Kenzo mencium kening Kwan.


Setelah itu Kenzo membuka lemari dan mencari pakaiannya.


"Kak Kenzo tuh selama Rara gak di Indonesia,kak Kenzo beneran pindah ke apartement Rara sampai semua lemari penuh pakaian kak Kenzo." Ucap Aera.


"Kan kata Rara kak Kenzo boleh tinggal di apartement Rara." Ucap Kenzo sembari mengenakan kemejanya.


"Ya boleh,tapi gak usah semua baju di pindah ke apartement Rara,pas Rara jual apartement kan jadi banyak barang barang kak kenzonya. Tadinya mau Rara buang semua. Tapi pas liat merk nya ternyata mahal mahal,takut nanti kak Kenzo minta ganti rugi." Ucap Aera.


"Ya pastilah,kak Kenzo akan minta ganti rugi pakai tubuh Rara." Bisik Kenzo membuat wajah Aera merona.


"Dasar mesum." Ucap Aera memukul dada Kenzo sementara Kwan hanya menatap orangtuanya bergantian dengan pandangan bingung.

__ADS_1


Saat ini mereka sedang duduk di ruang makan dan sedang sarapan bersama,Kwan kembali menyuapkan sereal yang tadi ia makan separuh.


"Kak Kenzo ke kantor hari ini?" Tanya Aera.


"Iya,ada meeting hari ini." Ucap Kenzo.


"Yaudah,tolong antar Kwan sekolah ya!." Ucap Aera.


"Kwan sekolah? Dimana?." Tanya Kenzo.


"Sekitar 100 KM dari sini kok." Ucap Aera.


"Berarti Kwan sekolah bareng Juro?" Tanya Kenzo.


"Omong omong Juro,Juro itu anak kak Kenzo sama Gladis?" Tanya Aera.


"Kenapa? Cemburu ya?" Tanya Kenzo menggoda Aera.


"Ngga,kan wajar saja menikah dua tahun lebih punya anak berumur 4 tahun! Eh,tunggu kok umur Juro 4 tahun?." Tanya Aera bingung.


"Sudah jangan dipikirkan nanti juga Rara tahu sendiri." Ucap Kenzo.


"Yasudah deh,sebenarnya sih penasaran atau jangan jangan kak Kenzo hamilin Gladis sebelum nikah ya?" Ucap Aera curiga.


"Tenang saja! Kak Kenzo gak sebrengsek itu. Mana mungkin kak Kenzo hamilin dua perempuan,cukup satu saja yaitu kamu!" Ucap Kenzo kembali membawa wajah Aera merona.


"Nanti yang jemput Kwan Zero jadi kak Kenzo cuma perlu antar Kwan saja." Ucap Aera.


"Nanti sore kak Kenzo jemput Rara ya?" Ucap Kenzo.


"Kan Rara bawa mobil sendiri." Ucap Aera.


"Pokoknya kak Kenzo jemput,kak Kenzo takut nanti malah orang lain yang jemput Rara." Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Oke oke." Ucap Aera menyerah.


Setelah itu mereka pergi ke arah yang berbeda. Kwan tersenyum bahagia sembari menatap wajah fokus Kenzo yang sedang mengemudi mobil.


__ADS_2