Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 19


__ADS_3

Sore hari,Kenzo sedang menemani Kwan bermain. Aera sedang mengupas buah sembari duduk di sofa melihat Kwan dan Kenzo bercanda.


"Kwan mandi dulu yuk!" Ajak Aera. Kwan pun berjalan menghampiri Aera sembari tertawa senang.


Kwan duduk di pangkuan Aera sementara Kenzo duduk disisi Aera memeluk tubuh kecil Aera.


"Kak Kenzo bahagia banget." Ucap Kenzo lalu mencium pipi Aera.


"Sana mandi!" Ucap Aera sembari berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk memandikan Kwan. Setelah itu Aera masuk kedalam kamar Kwan dan memakaikan pakaian kepada Kwan. Sementara Kenzo sibuk dengan laptopnya karena siang tadi anak buahnya mengirimkan laptop tersebut ke toko buku.


Malam hari,Aera membuatkan susu untuk Kwan lalu menemani Kwan hingga Kwan tidur,setelah itu Aera keluar dari kamar Kwan dan melihat Kenzo masih sibuk dengan pekerjaannya. Aera membuatkan kopi untuk Kenzo lalu duduk disisi Kenzo.


"Lagi apa sih kak Kenzo?" Tanya Aera sembari meletakkan kopi di meja dan mengintip laptop Kenzo.


"Baru selesai kirim berkas perceraian sama bukti perselingkuhan Gladis. Setelah itu kak Kenzo akan menyebarkan berita perencanaan pembunuhan yang Gladis lakukan agar semua usaha kelurganya hancur." Ucap Kenzo sembari tersenyum.


"Kak Kenzo kok jahat sih?" Ucap Aera.


"Ini bukan jahat sayang,tapi balasan. Bukankah segala sesuatu yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasannya?" Ucap Kenzo mengecup kening Aera.


"Yasudah terserah kak Kenzo saja. Ngomong ngomong selama dua tahun ini kak Kenzo dimana saja?" Tanya Aera.


"Ceritanya panjang banget,Rara yakin mau dengar?" Ucap Kenzo sembari menyelipkan beberapa helai rambut Aera ke telinga.


"Yasudah jelaskan saja. Rara akan dengar kok,lagipula Rara masih belum ngantuk." Ucap Aera sembari menyandarkan tubuhnya di sofa.

__ADS_1


"Waktu Rara pergi ke Kanada sama Allisya,oh iya ngomong ngomong Allisya. Sekarang dia dimana?" Tanya Kenzo saat ingat adiknya.


"Haisshh,Rara sudah coba buat tahan Al tapi akhirnya dia tetap bilang bakal tinggal sendiri karena di kantor dia di gosipkan menjadi lesbian karena tinggal bersama Rara." Ucap Aera menggeleng lemah.


"Yakin kamu cuma mau kasih alasan seperti itu?" Ucap Kenzo dengan tatapan menyelidik kepada Aera.


"Hahaha." Aera tertawa canggung. "Bagaimanapun Rara gak bisa bohong sama kak Kenzo." Ucap Aera menggaruk tengkuknya.


"Jadi alasannya apa?" Tanya Kenzo.


"Kemungkinan besarnya adalah Allisya hamil." Ucap Aera dengan mata melotot dan wajah serius.


"What? Kamu serius?" Ucap Kenzo terkejut.


"Ahh iya soal yang itu kak Kenzo juga tahu." Ucap Kenzo menepuk tangannya dengan kepalan.


"Tapi dia bilang kalo Rara dan kak Kenzo nikah dia pasti akan pulang." Ucap Aera dan seketika Kenzo menghembuskan nafas lega.


"Oke,kita kembali ke pembahasan kita ya." Ucap Kenzo dan Aera menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya waktu itu kak Kenzo benar benar terkejut saat Rara tiba tiba datang ke pesta dan membawa Kwan. Kak Kenzo pikir Rara sudah menikah dengan lelaki lain dan memiliki Kwan." Ucap Kenzo dengan wajah sedih.


"Hahaha,mana ada Kwan anak Aera bahkan wajahnya saja tidak mirip sedikitpun." Ucap Aera sembari tertawa.


"Ya pokoknya saat itu kak Kenzo benar benar sedih. Terus kak Kenzo cari tahu soal Kwan lewat beberapa teman dan ternyata memang Kwan bukan anak Rara disitu kak Kenzo senang banget karena ternyata Rara benar benar setia sama kak Kenzo. Terus waktu kak Kenzo tahu Rara pergi ke Kanada,kak Kenzo benar benar senang karena setidaknya Rara gak akan berada dalam bahaya selama beberapa waktu." Ucap Kenzo sembari tersenyum menatap Aera.

__ADS_1


"Jadi sebenarnya awal permulaannya itu karena apa?" Tanya Aera serius.


"Titik awalnya karena Gladis iri sama Rara karena kak Kenzo sayangnya sama Rara." Ucap Kenzo tertawa kecil membuat wajah Aera merona.


"Awalnya Gladis niat membunuh orangtua Rara tapi siapa sangka yang membawa mobil orangtua Rara adalah kakak sepupu Rara yang saat itu sedang mengandung Kwan." Ucap Kenzo.


"Kak Kenzo tahu darimana?" Tanya Aera terkejut.


"Ya feeling saja karena rasanya aneh saja tiba tiba mobil yang setiap hari di pakai bisa rusak remnya." Ucap Kenzo. " Lalu sejak itu kak Kenzo menempatkan beberapa orang suruhan kakek buat jaga Rara. Waktu Rara kecelakaan pas hamil anak kak Kenzo juga kak Kenzo tahu. Kak Kenzo yang bawa Rara ke rumah sakit bersama kak Sun." Ucap Kenzo perlahan air mata Aera turun dan membasahi pipinya.


"Ngomong ngomong soal anak kak Kenzo,kak Kenzo sudah maafkan Rara karena Rara buat anak kita meninggal dan sekarang Rara sudah tidak bisa hamil lagi." Ucap Aera sedih mengusap perutnya.


"Siapa yang bilang Rara tidak bisa hamil lagi? Itu kak Kenzo lakukan karena kak Kenzo mau jaga Rara dan menjauhkan Rara dari Gladis." Ucap Kenzo.


"Jadi Rara masih bisa hamil?" Tanya Aera dengan wajah sumringah.


"Kenapa? Rara mau kak Kenzo buat hamil lagi?" Bisik Kenzo seketika telinga dan wajah Aera memerah.


"Dasar mesum!" Teriak Aera memukul wajah Kenzo dengan bantal sofa.


Aera pergi meninggalkan Kenzo yang masih terkikik di sofa sembari menatap punggung Aera. Tak lama kemudian Aera keluar membawa bantal dan selimut untuk Kenzo.


"Rara mau tidur disini temani kak Kenzo lembur? Perhatian banget,bikin kak Kenzo makin sayang." Ucap Kenzo sembari tersenyum.


"Ngga. Rara cuma mau kasih selimut sama bantal buat kak Kenzo. Malam ini kak Kenzo tidur di sofa aja. Kan kita belum nikah." Ucap Aera lalu kembali ke kamarnya. Kenzo tersenyum melihat bantal dan selimut yang di berikan Aera.

__ADS_1


__ADS_2