
Leon dan shera serta Kenzo sudah siap dan sudah menunggu di ruang utama.
"Molly cepat" teriak Leon
"Iya,iya,bawel amat dah" ucap molly datang mengenakan kaos dengan ukuran besar.
"Ya tuhan, itu kaos apa spanduk pemilu?" ucap Leon menatap kaos yang di gunakan oleh molly.
"kak Leon ini benar kaya kakek kakek deh,dasar gak ngerti tren" ucap molly dengan nada sebal.
"gak ada baju yang lebih baik gitu?" tanya Leon
"kak Leon gak tau ya harga kaos ini berapa? harganya sih gak mahal tapi lihat dong banyak tanda tangan artisnya" ucap molly sembari memutarkan tubuhnya.
"kamu tuh seneng banget ya kumpulin tanda tangan begituan? mending tanda tangan kak Leon bisa dapat uang milyaran dalam sehari" ucap Leon angkuh.
"Kak Leon gak asik akh" ucap molly lalu berjalan meninggalkan Leon dan langsung masuk kedalam mobil jemputan.
Mereka pun menuju bandara,Tak lama setelah mereka pergi datang beberapa orang pria bertubuh besar ke rumah tersebut.
"Permisi" teriak salah seorang dari mereka.
"ada apa ya den?" tanya pak Burhan tukang kebun yang merawat taman milik mama molly.
"Apa nona molly ada di rumah?" tanya seorang pria tampan dengan perawakan atletis.
"ahh,,tuan ini temannya non molly? sayang sekali,baru saja mereka pergi katanya mau kembali tinggal di New Yorek" ucap pak Burhan dengan aksen medoknya.
"Kapan mereka berangkat?" tanya lelaki itu.
"bapak ndak tau" ucap pak Burhan lalu fokus kembali pada tanamannya.
"Apa mereka akan kembali ke Indonesia lagi?" lanjut lelaki itu.
"bapak Ndak tau, soalnya nyonya muda akan melahirkan anaknya disana" ucap pak Burhan.
__ADS_1
"Nyonya muda?" tanya lelaki itu bingung.
"Iya,istrinya tuan Leon" ucap pak Burhan.
"terimakasih pak" ucap lelaki itu dan di jawab anggukan pak Burhan.
"Kalo bukan karena saya sudah lahir dari zaman penjajah menatap wajah merekapun akan membuat lutut orang menjadi lemas, saya adalah pejuang kemerdekaan" oceh pak Burhan.
Sementara itu di bandara,banyak sekali pria berjas hitam tersebar di setiap sudut bandara.
"Kalian tunggu disini,sebentar lagi kita check in" ucap Leon menyuruh molly dan shera menunggu di ruang tunggu khusus penerbangan first class.
"ya syukurnya yang check in petugas penerbangannya jadi gak perlu repot antri" ucap shera.
"aku keluar dulu sebentar" ucap Leon meninggalkan shera dan molly.
Di luar ruang tunggu terlihat Leon celingak celinguk melihat sekitarnya lalu tersenyum puas.
"Perlu mengeluarkan sebanyak ini untuk menemukan satu orang? tidak bisa di sepelekan" gumam Leon lalu duduk disalah satu kursi tunggu yang ada disitu.
"Ahh,, iya ada satu tuan bernama molly dia naik pesawat penerbangan menuju new York dan pesawatnya akan terbang sekitar 30 menit lagi" ucap bagian receptionis tersebut..
Para pasukan berjas hitam itu langsung pergi menuju pesawat yang di maksud oleh receptions tersebut. Waktu itu Leon gunakan untuk membawa shera dan molly menuju pesawat.
"akhirnya ngerasain juga penerbangan first class" ucap molly membaringkan tubuhnya di spring bed yang di sediakan.
"300 juta kamu harus cicil ya bayarnya ke kak shera" ucap Leon melirik kepada molly.
"alah,,baru 300 juta, liat nih mama kasih aku apa?" ucap molly mengeluarkan kartu berwarna golden.
"baru punya begitu aja bangga. liat nih punya kak Leon" ucap Leon memamerkan lima buah black card no limit miliknya.
"kak Leon curang" ucap molly kesal.
"ingat ya 300 juta" ucap Leon sembari mengibaskan black card nya di hadapan molly.
__ADS_1
"molly bilangin ke mama loh ya" ancam molly.
"kalian itu benar benar deh ya, gak di rumah gak dimana kerjanya selalu ribut. masalah kecil aja di ributin" omel shera jengah melihat perilaku suami serta adik iparnya tersebut.
"kak shera punya black card?" tanya molly.
"black card?" ucap shera bingung.
"kalo golden card kaya punya molly punya gak?" tanya molly memamerkan golden card nya.
"yang seperti ini?" ucap shera memamerkan isi dompetnya yang berisi sekitar 7 black card dan tiga golden card.
"buset,, kamu dapat darimana? banyak banget bahkan aku yang pemilik perusahaan besar aja gak punya sebanyak kamu" oceh Leon terkejut.
"punya juga gak pernah aku pake,sama aja kaya kartu mati doang kan semua kebutuhan aku kamu yang tanggung" ucap shera tersenyum kepada Leon.
"kalian curang,kok kalian lebih kaya dari molly sih?" ucap molly kesal.
"molly mau punya banyak kartu seperti ini? kak Leon punya saran nih" ucap Leon dengan suara berbisik.
"tadi kak Leon lihat kakek kakek,perut buncit, kepala botak, gigi emas sama anak buahnya yang badannya gede gede kaya tembok China, dia nyari penumpang dengan nama molly. jangan jangan itu orang yang tidur sama kamu ya?" ucap Leon dengan nada serius.
"ikh amit amit,kak Leon bikin jijik aja ikh" ucap molly mengusap usap perut ratanya.
"mending kalian tidur deh jangan gosip terus" ucap shera sembari menutup matanya sementara Kenzo sudah tertidur sejak tadi di ruang tunggu.
Sementara itu di bandara masih terjadi kericuhan karena delay nya penerbangan menuju New York.
"Saya tidak menemukan gadis yang anda maksud tuan" ucap lelaki bertubuh besar kepada pemuda di dalam ruangan gelap tersebut.
"Selain penerbangan menuju New York cari penumpang bernama molly" ucap lelaki itu lalu berdiri dan berjalan menuju receptions.
"apa ada penumpang lain bernama molly selain penerbangan menuju New York?" tanya lelaki tersebut.
"A,,,a,,ada tuan, Data penumpang atas nama Molly Abigail Wilson penumpang first class penerbangan Indonesia London" ucap receptions tersebut.
__ADS_1
'ya tuhan,ganteng banget' bathin receptions tersebut menatap punggung lelaki itu.