Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
PART 29


__ADS_3

Sekitar 30 menit kemudian Leon kembali ke kamar membawa dua mangkuk sarapan untuknya dan untuk shera serta membawa dua gelas air minum dan obat untuk shera.


"obat apaan nih?" tanya shera saat Leon memberikan obat kepadanya setelah sarapan.


"Obat sakit kepala, semalam kamu bilang sakit kepala" ucap Leon


"gak bohong kan?" ucap shera menatap Leon dengan tatapan curiga


"gak bohong sayang" ucap Leon sembari tersenyum.


Setelah meminum obat itu shera tertidur dengan nyenyak.


"selamat tidur sayang. maafkan aku ya" ucap Leon sembari mengecup kening shera.


Setelah itu Leon merapikan kamar tidur,membersihkan kamar mandi,merapikan kamar Kenzo,mencuci pakaian,menjemur hingga menyetrika semua pekerjaan rumah Leon kerjakan dengan baik.


"akhirnya selesai juga" ucap Leon sembari menghapus keringat yang membasahi keningnya.


Setelah itu Leon pergi mandi, setelah mandi Leon membuat makan siang untuk shera dan dirinya.


"sayang, bangun yuk. kita makan" ucap Leon membangunkan shera.


"eeemmm masih ngantuk" gumam shera dengan mata tertutup.


"oh iya sayang, kamu udah datang bulan belum? kan sebulan kemarin kita selalu melepas rindu" bisik Leon membuat shera membuka matanya.


"ahhh Leon kamu jahat banget sih, Kenzo masih kecil masa aku udah hamil lagi" teriak shera sembari memukul dada bidang Leon.


"aku cuma nanya sayang" ucap Leon


Shera langsung berlari menuju kamar mandi dan terkejut melihat kamar mandi yang sangat bersih. shera mengambil testpack dari rak didalam kamar mandi dan mulai mengeceknya. Setelah itu shera langsung mandi sembari menunggu hasilnya muncul. shera keluar kamar mandi mengenakan handuk.


"Leon dasar kamu jahat." ucap shera sembari melemparkan hasil testpacknya.


"Akhirnya Kenzo punya adik juga" ucap Leon senang.


"bodo amat. aku benci sama kamu" ucap shera mengambek.


"kamu laper gak? aku masak ayam lada hitam loh kalo kamu ngambek terus nanti aku abisin sendiri aja ya"bisik Leon


"laper" rengek shera membuat Leon tersenyum.

__ADS_1


Shera dan Leon menuruni setiap anak tangga dan shera takjub pada kehebatan suaminya dalam merapikan rumah.


"hebat kan aku?" ucap Leon bangga


"biasa aja" jawab shera ketus


"malam ini aku pulang ke Jakarta ya" ucap Leon saat shera hendak memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"yaudah sana" jawab shera cuek


"bener nih gapapa?" tanya Leon meyakinkan shera.


"gapapa" jawab shera pendek lalu meletakkan alat makannya dan meninggalkan ruang makan.


Shera duduk di ruang keluarga menyalakan televisi namun tidak di tonton. pandangan mata shera benar benar kosong. semua pikirannya berterbangan kemana mana. Leon menghampiri shera memanggil shera namun tidak kunjung mendapat jawaban.


"kita cerai aja" ucap shera membuat Leon terkejut.


"kenapa? kamu gak kasian sama yang ada disini" ucap Leon sembari mengusap perut shera.


"aku bisa kok besarin mereka sendiri" ucap shera tanpa menatap wajah Leon. "saat kamu pulang ke Jakarta nanti,aku udah menyimpan surat perceraian di ruang kerja kamu. tinggal kamu tanda tangani aja" lanjut shera lalu meninggalkan Leon.


"apa alasan kamu minta cerai?" tanya Leon saat mereka sudah berada di kamar.


Leon sungguh menyesal meninggalkan shera saat itu tapi Leon tidak bermaksud untuk tidak memberi alasan Leon hanya tidak ingin shera terlalu khawatir kepadanya. Leon mengakui kesalahannya yang meninggalkan shera saat shera dalam kondisi hendak melahirkan tapi ini semua demi kebaikan mereka.


"yasudah, nanti aku akan menandatangani surat perceraian kita" ucap Leon mengecup kening shera lalu meninggalkan shera sendiri di kamar.


"Sialan,brengsek, kamu itu gak pernah ngerti perasaan aku. kamu gak pantas jadi orang yang harus aku perjuangkan" maki shera lalu shera mengamuk sejadi jadinya melempar semua barang yang ada di meja make up tangan dan kaki shera berlumuran darah karena terkena pecahan beling saat ia berjalan menuju ranjang.


Shera menutup matanya di atasnya ranjang merasakan semua kesakitan yang dia terima selama satu tahun ini hingga ia tidak bisa merasakan sakitnya tusukan puluhan beling kecil di kaki dan tangannya. sementara Leon duduk didepan pintu kamar merasa sesak mendengar tangisan shera,banyak sekali kesakitan yang sudah dia berikan kepada shera.


Sore hari molly kembali ke rumah,ia tidak menemukan Leon dimana pun. molly langsung berjalan menuju kamar shera dan terkejut melihat penampakan kamar shera yang berantakan dan tubuh shera yang terbujur di atas ranjang dengan darah yang masih menetes mengotori seprei.


"kak leooooonnnnnn" teriak molly terduduk di lantai depan pintu kamar shera.


Leon keluar dari ruang kerjanya dan terkejut melihat molly yang ketakutan di depan kamar shera,Leon terburu buru berlari menghampiri molly.


"kenapa?" tanya Leon khawatir


"kak Fanya kak" ucap molly menunjuk kedalam kamar shera.

__ADS_1


Leon langsung masuk ke kamar shera dan menggotong shera membawanya ke rumah sakit.


Leon bolak balik di depan ruang IGD sementara molly duduk sambil memeluk Kenzo yang menangis. Tak lama kemudian seorang dokter wanita menghampiri Leon dan molly.


"molly, kenapa Fanya bisa masuk rumah sakit lagi?" ucap wanita itu menggenggam erat bahu molly


"molly gak tau kak Cici,waktu molly pulang tiba tiba kak Fanya udah begitu" ucap molly sembari menatap Leon


"Dasar brengsek" maki dokter Cici kepada Leon lalu menampar wajah Leon.


"siapa anda? berani beraninya menampar saya" bentak Leon kesal.


"dokter Cici" panggil seorang dokter kepada Cici


"dokter Mike, bagaimana kondisinya?" tanya Cici khawatir


"belingnya menusuk cukup dalam. dan ada beberapa yang juga melukai tangannya. ini benar benar mengkhawatirkan beruntung kondisi kandungannya stabil" ucap dokter mike


"kandungan? maksud anda Fanya sedang hamil?" ucap Cici tidak percaya


"iya, usia kandungannya masih 14 hari. saya pikir anda mengetahui hal ini" ucap dokter Mike


"terimakasih dokter Mike, tolong berikan perawatan yang terbaik untuknya" ucap Cici.


"baik dokter Cici" ucap dokter Mike.


dokter Mike pun kembali ke dalam IGD, sementara Cici menatap tajam kepada Leon lalu menarik kerah baju Leon


Brughhh


Cici mendudukkan Leon di kursi di dalam ruangannya.


"kau,,kau,, dasar ********" maki Cici kesal "kalo begini bagaimana aku akan berani menghadapi Daniel dan Ambar?" gumam Cici benar benar kesal kepada Leon.


"anda dari saya mencaci saya tapi saya bahkan tidak mengenal anda" ucap Leon kesal.


"harusnya kau itu pasti Leon suami shera. kenapa sih kau sangat bodoh memancing emosi shera. bukankah kau tau jika shera memiliki kelainan jiwa yaitu bipolar?" ucap Cici membuat Leon terkejut.


"bipolar?" Leon bingung


"anda sungguh bodoh. anda harusnya menjaga mood shera agar tetap stabil. dia sudah lama tidak kumat seperti ini. sekarang bahkan dia berani melukai diri sendiri,ini benar benar membuat saya terkejut ini adalah situasi terparahnya selama 8 tahun terakhir. terakhir dia seperti ini saat kekasihnya meninggal." ucap Cici menjelaskan kepada Leon.

__ADS_1


"maaf" ucap Leon sembari menundukkan kepala.


"sudahlah! lebih baik kamu temui shera dan minta maaf kepadanya" ucap Cici sembari menghembuskan nafas kasar.


__ADS_2